
"Ini bang Raiga kemana sih, lama amat sih jemputnya" kesal Raina menunggu abangnya menjemput ia dipelabuhan tempat pemberhentian speed dan motor air. Ya kini Raina sudah sampai dikota, 2 jam yang lalu ia melakukan perjalanan dari desanya menuju kota melalui transfortasi laut. Baru 5 menit yang lalu ia baru sampai dipelabuhan kota. Dan kini ia sedang duduk diwarung-warung kecil dipelabuhan,menunggu abangnya.
"Huh itu dia, BANG RAIGA" pekik keras Raina saat melihat Raiga turun dari mobil merah miliknya. Semua pengunjung yang ada disekitar raina seketika menoleh kearah Raina mereka terheran-heran ada gadis cantik mekik-mekik ditengah keramaian, 'apakah gadis ini gila?' Mungkin itu pikiran mereka. Sedangkan Raina hanya sekilas memperhatikan sekelilingnya yang memandangnya aneh.
"Hei cungut bisa gak sih gak usah teriak-teriak malu tau gak" omel Raiga, saat sampai diposisi adiknya. Sedangkan raina mendengar omelan Raiga ia mengerucutkan bibirnya, dan meletakkan kedua tangannya didadanya berjalan dengan menghempaskan kakinya kasar kearah mobil Raiga tanpa memperdulikan Raiga.
"Cih ngambek" ucap Raiga sambil berjalan membawa koper Raina menyusul adik perempuannya yang sedang berjalan menuju mobilnya.
Raina membuka pintu mobil Raiga tapi sayang ia lupa bahwa pintu mobilnya tidak bisa dibuka tanpa ada kuncinya. "Cepat buka pintunya" ketus Raina berbicara dengan Raiga yang sedikit lagi mendekatinya. Ia mengarahkan remot kuncinya untuk membuka pintu mobilnya.
Tit tit. (Anggap aja suara mobil yang pintunya sudah bisa dibuka).
"Udah itu princess" jawab lembut Raiga sambil mengacak Rambut andiknya sekilas saat ia melewati Raina ingin menuju bagasi mobil untuk meletakkan koper milik Raina. Sedangkan Raina ia makin sebel karna rambutnya berantakan, ia masuk kedam mobil disamping pengemudi dengan muka yang ditekuk masam.
"Udah jangan cemberut, mau makan dulu atau langsung pulang" ucap lembut Raiga kepada Raina. Saat sudah masuk kedalam mobil.
"Kita pulang aja deh Raina cepek, mau langsung istirahat aja" masih dengan ketus Raina menjawab perkataan Raiga. Sedangkan Raiga hanya tersenyum manis melihat adik nya ngambek kepadanya.
"Ya udah, nanti kita go food aja ya" ucap lembut Raiga sambil menjalankan mobil miliknya.
"Hmm" gumam Raina. Sambil memainkan ponsel ditanganya membalas pesan chat grup dari sahabat dedemitnya.
*Squad gibah*
Gamud (mega) : p
P
P
P
we malam nanti kumpul lagi yuk,
bosan nih dirumah gak ada yang
diilakukan.
Mak rempong (Dela) : iya boleh tuh, aku dirumah jadi bahan repek mak aku nih.
Amau (Raina) : Gak ah, aku lagi mau jalan-jalan dikota, siapa tau dapat cacing alaska yang glowing -glowing gituh 🤣.
Singa curut (Emi) : wah pergi gak ngajak-ngajak lu ya Cong😏
Amau (Raina) : heheh buat apa ajak lu nyet. Aku mau happy-happy tanpa lu pada nanti malu-maluin inces lagi🤣
Lambetura (layla) : bangke lu Rai, udah lu yang malu-maluin kita pada.
Gamud (mega) : iya tuh, gak nyadar itu sih kacong.
Anwakesol (Dinda) : jadi dong.
Singa curut (Emi) : tumben semangat bener lu din.
Anwakesol (Dinda) : males aku dirumah, mau keluar cari cacing alaska 🤣🤣
Lambetura (layla) : oke fiks kita malam ini cari cacing alaska 💃😂
Amau (Raina) : seger bener monyet-monyet ini cari cacing alaska. Udah bosan ngejomblo mbok?🤣🤣
Mak Rempong (Dela) : eh bangke, lu juga sama jomblo kacong.
Monyet cuek (Amelia) : ini ada apaan sih pagi-pagi udah pada Ribut, ganggu tidur aja kalian nih.
Gamud (mega) : woi monyet ini udah siang ******.
Monyet cuek (Amelia) : santuy mud, gak boleh ngegas
Gamud (mega) : huh sabar sabar 😌
..........
"Sibuk amat tuh hp dek" sindir Raiga kepada Raina yang dari tadi sibuk dengan hpnya.
Raina melirik sekilas Raiga "Biarin" jawab singkatnya.
"Chat cowok ya, abang bilangin bunda ah, kamu ada pacar" goda Raiga kepada Raina.
"Cih abang mah sedikit-sedikit nyadu bunda, nih nih lihat Raina cuma chat sama teman-teman raina aja nih" kesel Raina sambil menunjukan layar hpnya kepada Raiga yang sedang menyetir.
"Hahha iya abang cuma becanda sayang" ucap Raiga sambil mengacak rambut Raina, yang sedang duduk disebelahnya dengan merengut sebel.
"Ih jangan diacak-acak bang" protes Raina dan Raiga hanya tertawa kecil melihat tingkah adeknya yang manja.
"Oke udah sampai, yuk keluar" kata Raiga memeberitahukan bahwa sudah sampai dirumah minimalis milik keluarga mereka.
Raiga pun turun dari mobil langsung menuju bagasi mengambil koper raina, sedangkan Raina langsung menuju pintu masuk Rumah minimalis itu.
"Yuk masuk" ajak Raiga saat sudah sampai depan pintu rumah membuka pintu dengan kuncinya. Mereka pun langsung masuk kedalam rumah minimalis dengan dua lantai itu. Raina langsung menuju kekamarnya yang dilantai dua, sambil membawa koper miliknya, sedangkan Raiga dia langsung kedapur untuk meminum air dingin didalam kulkas melepas dahaganya.
"Dek kamu mau makan apa?" Teriak Raiga dari lantai bawah.
"Mmm Raina mau mie ayam aja deh bang" jawab teriak Raina juga dari dalam kamarnya.
Raiga yang kini sedang duduk diruang keluarga, langsung memesan online makanan yang ingin mereka makan.