Sad Ending

Sad Ending
Bab 17



"maaf ya Rai, tapi kok kamu terlihat seperti wanita murahan yang menggoda pria sih Rai. dan emi pernah cerita kalo kamu itu gak suka menghubungi seseorang apalagi pria duluan kalau gak penting."


"Ha..ha..ha.., hay La, kamu salah kalo nilai aku wanita murahan. aku tidak menggoda pria seperti wanita penggoda. para pria itu datang sendiri menghubungi ku dan benar kata Emi aku tidak akan menghubungi seseorang kalo gak penting. pria-pria itu menghubungiku, menggodaku dulu baru lah aku membalas godaan mereka membuat merek baper dan meninggalkan mereka saat mereka belum sempat menaklukkan hati ku. ya benar kata orang-orang sangat sulit menaklukan hatiku, mereka hanya bisa dekat denganku tapi tidak bisa memiliki ku.'' jelas Raina.


" Raina kalau boleh tau, sekarang Toni kemana?" tanya layla


"Toni masih dikampung ini tapi ia masuk sekolah SMK" jawab Raina.


"Apa dia masih bersama Eva?"


"Hubungan mereka tak bertahan lama, 7 bulan mereka berpacaran hingga akhirnya mereka putus, entah apa penyebab putusnya hubungan mereka padahal mereka sangat romantis"


"Apa sejak Toni putus dari Eva, ia kembali mendekati mu Rai"


"Hubungan kami tidak berubah kami masih berteman hanya saja tidak dekat seperti dulu, bahkan sampai sekarang kami masih berteman, terkadang ia menghubungi ku, bahkan aku biasa bercanda seolah ia pacarku, tapi aku tak pernah mencoba merebut Toni dari Eva, aku menghormati Toni memilih Eva ketimbang diriku"


Raina menarik nafasnya dalam, menundukan wajahnya. " sejunurnya dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku masih mencintainya. tapi saat aku mengingat penghianatannya aku membencinya, entahlah aku membenci diriku atau dirinya, aku terlalu bodoh larut dalam kedekatan kami."


"Yang sabar ya Rai, aku yakain suatu saat nanti pasti ada laki-laki sejadi yang mencintai mu tulus dan rela memberikan kehidupannya demi dirimu, dan ingat Rai, jangan pernah lagi kamu mempermainkan perasaan seorang pria, ingatlah karma itu pasti datang."


"ia la, maksih ya nasehatnya, jadi la kamu udah gak penasaran lagi kan dengan aku?"


"udah enggak Rai, tapi Rai bagaimana kamu bisa melewati 3 bulan untuk mengikhlaskan Toni sih Rai"


"Dengan bantuan Emi, Dinda, Dela, Rini, Mega, Amelia, mereka selalu neminin aku la, mereka yang selalu menguatkan aku. selama 3 bulan aku seperti orang yang kehilangan semangat hidup La, bahkan untuk tersenyum aja aku gak kuat, hari-hari ku selalu ku lalui dengan murung. bahkan air mata ku serasa mengering. Mereka lah yang nyemangati aku, menasehatiku, memeberi motivasi untuk aku bangkit hingga akhirnya aku bangkit dan menjalankan kehidupan normalku kembali, entah apa jadinya aku kalau gak ada mereka, mungkin aku gak akan berada disini saat ini. mungkin bagi orang itu hanya cinta monyet anak muda 13 tahun, tapi bagi ku ini lah cinta sesungguhnya, aku sangat mencintainya, benar-benar mencintainya".


"Rai kok boleh tau kenapa kamu bisa menxintai Toni Rai"


" Selain teman-teman,Toni selalu membuatku bahagia La, ia selalau mengerti diriku, bahkan kedua orang tuaku tidak bisa mengerti diri ku, aku banyak mengenl berbagai jenis karakter, sifat para pria, cara mereka memperlakukanku sangat berbeda dangan Toni, tidak ada yang bisa membuatku nyaman, dan tidak ada yang bisa membutku bahagia, hanya Toni, sudah hampir 3 tahun aku belum bisa menghapus toni dari hatiku dan menyembuhkan luka dihatiku la. Entah lah apakah aku bisa mendapatkan seseorang yang bisa membuatku melupakan Toni seutuhnya. aku harap Tuhan memeberiku seorang yang bisa membuatku bahagia selain teman-teman terbaik ku"