Sad Ending

Sad Ending
SAD ENDING# *BAB 12"



"Ya udah kita pesan minuman aja lah, sambil nunggu dua dedemit itu datang, sekalian dapat wa'fi gratis" ucap Mega, ia memanggil pelayan cafe untuk mendekat kearah mereka yang sedang duduk di out door cafe. Mereka sengaja memilih lokasi ini sengaja katanya biar bisa melihat pemandangan cacing alaska hehehe, sekalian cuci mata.


"Iya ada apa bak" tanya pelayan cafe yang menghampiri meja mereka.


"Kita mau pesan bak" ucap mega sambil melihat buku menu cafe ini. "Cappucino dingin nya satu ya bak" ucap mega menyebutkan pesanannya." Woi kalian pesan apa" teriak mega kepada sahabatnya yang hanya fokus pada ponsel mereka masing-masing.


"Usah teriak-teriak bisa gak sih gamud, telinga kita gak budek" bentak Emi.


"Santuy bok, tuh kalian mau pesan minuman apa" tanya mega, sambil melirik pelayan cafe yang masih setia menunggu pesanan mereka.


"Saya, Exstrajos susu aja ya bak" pesanan Emi


"Saya sama aja dengan dia ya bak" ucap Layla, saraya menunjuk emi dengan dagunya, tapi tidak mengalihkan pandangannya dari ponsel yang digenggamnya.


"Saya kopi panas aja ya bak" pesanan Dela.


"Kalau saya jus alpukat aja bak" pesanan Dinda


"Udah itu aja yak bak bak, gak ada lagi" tanya pelayan cafe tersebut sabil mencatat pesanan mereka.


"Tidak itu aja bak" ucap mega mewakili yang lainnya yang kembali sibuk dengan ponsel masing-masing.


"Oke baiklah, saya ulang lagi ya pesanan bak bak nya, satu cappucino dingin, dua exsrajos susu, copi panas nya satu, jus alpukatnya satu." Ucap pelayan cafe menyebutkan kembali pesanan mereka memastikan tidak ada yang salah. Dan dibalas anggukan dari mega yang mengiyakan.


"Tunggu sebentar ya bak bak, pesanan bak baknya bakalan datang sebentar lagi, kalau gitu saya permisi" ucap pelayan cafe itu sambil tersenyum ramah. Dan meninggalkan meja mereka.


Tak beberapa lama pelayan itu pergi, datanglah dua dedemit yang sudah ditunggu-tunggu oelah sahabat-sahabat nya.


"Hay guys" teriak Amelia mengalihkan perhatian sahabat-sahabat nya yang sedang serius dengan ponsel masing-masing, dan tidak luput perhatian pengunjung yang lainnya.


"Sorry ya lama nunggu, nih ni anak lama banget" ucap Raina sambil mendudukan bokongnya dikursi kosong disamping Dinda.


"Udah berjamur kita nunggu kalian tau gak, lama banget datangnya, kita kira kalian gak dateng" omel dela kepada dua sahabat dedemitnya.


"Hehe sorry maaf" Amelia cengengesan menjawab omelan dela. Sedangkan yang lain mumutar matanya malas melihat Amelia.


"Sesuai perjanjian yang telat bakalan bayar"ucap Mega." Jadi karna kalian telat jadi kalian harus bayar apa aja pesanan kita kita" lanjut Mega.


"Karna aku telat karna, nunggu kamu, jafi kamu yanv harus bayar" Kini Raina menatap Amelia dengan tatapan mengintimidasi.


"Iya iya deh aku bayar,pesan aja nanti aku yang bayar,bila perlu cafe-cafe nya aku bayar" sombong amelia, yang membuat sahabat-sahabatnya kerasukan gembira dengan senyam senyum licik melihat amelia.


"Oke cepat-cepat pesan" ucap antusias mega.


"Mas kemari" panggil Raina kepada salah satu pelayan cafe.


"Ada apa neng" tanya mas pelayan cafe. Yang barusaja menghampiri meja mereka.


"Udah" jawab kompak mereka kecuali Amelia, "tapi cuma minuman" lanjut mega.


" Kamu mau pesan apa mel" tanya Raina kepada amelia yang duduk disamping nya.


"Aku jus mangga aja deh" pesan Amelia.


"Oh oke" jawab raina sabil membolak balikan menu makanan. " jus mangganya satu, coffee latte nya satu. Makanannya, pisang kekiniannya satu porsi, tahu baladonya dua porsi, sosisnya dua porsi,hmm apa lagi ya?" Lanjut raina menyebutkan pesananya, dan sedikit kebingungan melanjutkan pesanan apa lagi yang ingin ia pesan.


" Eh bok kenapa gak semua menu yang ada aja yang lu pesan" protes Amelia yang mendenga banyaknya pesanan yang disebutkan Raina.


"Ye suka suka kita lah, jangan sewot. Pesan aja lagi Rai, bila perlu semua yang ada aja" timpa Dela.


"Hmmm kentang gorengnya dua porsi, dan pentol bakarnya 15 tusuk" lanjut Raina memesan makanan tanpa mendulikan protesan Amelia.


"Saya baca ulang ya neng pesanannya" ucap mas pelayan cafe sambil mencatat pesanan raina, " minumanya, jus mangga satu, coffee latte nya satu. Makananya, pisang kekinian satu porsi, tahu balado dua porsi, sosisnya dua porsi, kentang gorengnya dua porsi, dan pentol bakarnya 15 tusuk. Ada lagi yang ingin dipesan neng" lanjut mas pelayan cafe menyebutkan pesanan Raina.


"Ada lagi gak yang mau kalian pesan" tanya raina pada sahabat-sahabat nya yang masih sibuk dengan ponsel mereka masing masing.


"Pisang bakar deh Rai satu porsi, topingnya keju dan banyakin ya" ucap mega menambah pesanan lagi, dan mendapatkan pelotot dari Amelia, dan hanya dibalas dengan ejekan oleh Mega.


"Tambah pisang bakar mas, kejunya dibanyakin" tabah Raina.


"Oke pisang bakar" ucam mas pelayan cafe menambah daftar pesanan mereka." Oke dintunggu ya neng, sebentar lagi siap" ucap mas pelayan cafe, yang dibalas anggukan dan senyum ramah Raina. Dan mas tersebut langsung meninggalkan meja mereka.


"We, kalian kok pada sibuk sendiri sih, kalo begini mah bagus pada dirumah aja, maen hp" protes raina saat melihat para sahabatnya hanya fokus pada hp masing-masing.


"Woi" teriak raina karna ocehan nya tidak didengar sahabat-sahabat nya.


"Urah teriak-teriak napa Rai, malu diliat orang tuh" perotes Emi yang kini mengalihkan perhatiannya ke sekeliling.


"Kalian tuh, dari tadi pada sibuk sendiri, kalo pada masih main hp lebih baik aku pulang" ancam Raina, yang kesal melihat sahabatnya hanya sibuk dengan hp mereka saja.


"Ye gitu aja ngambek" ejak layla.


"Udah iya iya, udah man teman taruh tuh hp masing-masing diatas meja, jadi pada gak usah main hp lagi" ucap Dinda sambil meletakan hp nya diatas meja, diikuti yang lainya.


"Nah gini kan bagus" ucap senang Raina.


Tak lama kemudian saat merek bergibah ria, datang lah pesanan mereka.


"Wah kalian bener-bener nguras dompet aku yah" protes Amelia melihat hidangan dimeja mereka penuh dengan makanan.


Semuanya hanya tertawa ria melihat wajah kesal amelia dan berhasil menguras dompet amelia.