
...HAI GAISS, SETELAH BACA JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK VOTE SAMA COMMENT BIAR AKU MAKIN SEMANGAT UPDATENYA, TERIMAKASIH....
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
"Saya anaknya, suruh papa keluar sekarang atau saya yang akan masuk!" teriak Aby seperti orang kesetanan saat kedatangannya ditolak oleh sekretaris ayahnya. Bahkan kini dua petugas sudah menghampiri Aby untuk membawanya pergi karna aksi brutal cewek itu. Aby tak mau menyerah, seluruh tenaganya ia kerahkan agar bisa lepas. Ia terus berteriak meluapkan amarahnya.
"Pak Ali belum datang dek. Mending adek pergi sekolah dulu. nanti baru balik kesini setelah pulang sekolah. Atau adek bisa menitipkan pesan kepada saya,nanti akan saya sampaikan kepada pak Ali setelah beliau datang."
"Saya mau ngomong langsung dengan papa saya. lepasin." Teriak Aby sambil menatap berang kearah sekretaris ayahnya.
Bima yang sedaritadi diam, kini mulai mengambil peran. Meminta kepada kedua satpam untuk melepaskan Aby. Begitu dilepas dengan cepat ia menggenggam erat jemari Aby untuk berbagi ketenangan untuk perempuan yang kini terlihat kacau.
Cowok itu menatap manik mata Aby mangatakan bahwa semua akan baik-baik saja jika Aby selalu disampingnya. semua rasa sakit Aby bisa dibagi bersamanya, ada Bima yang akan selalu memeluk Aby. Itu yang kini mampu Aby tangkap lewat tatapan Bima kepadanya.
"Lo tenang, bukan gini cara kehadapinnya. Ini cuma bakalan bikin keadaan makin kacau By."
"Gimana gue bisa tenang sedangkan kedua orangtua gue memperlakukan gue kayak sampah. Udah berkali-kali gue disakitin gini, apa mereka belum puas?" Teriak Aby sangat muak. ia muak dengan segala jalan takdir yang sangat pandai menyiksanya.
Air mata sialan ini mampu membuatnya terlihat sangat menyedihkan, tak ingin terlihat lebih menyedihkan lagi,Aby menyeka kasar air matanya. Ia menatap kesekitar. Banyak orang yang kini mengerumuninya bahkan terang-terangan membicarakannya. Sedikitpun tak dipedulikan oleh Aby. Ia sudah sangat lemah kali ini,diperlakukan sedemikian menyedihkan oleh kedua orangtuanya. Kekecewaan dan kesedihan gadis itu sudah dititik tidak bisa diajak berkompromi.
Aby tersenyum sinis saat pemilik perusahaan itu muncul. Pria yang memang sangat Aby tunggu kedatangannya. Rasanya amarah Aby sudah sangat memberontak saat pria itu tersenyum seperti tidak merasa tak bersalah.
"Aby,kenapa disini sayang? Bukannya kamu harus sekolah? Ayo papa anter kesekolah. sekalian sama Bimanya." Ajak Ali begitu lembut kepada putrinya.
Tanpa sepatah katamun,Aby maju menghampiri pria paruh baya itu, memukul dadanya kuat tanpa ampun. Ali tidak keberatan dan membiarkan Aby memuaskan amarahnya lewat pukulan.
"Aku salah apa sih pa? kasih tau aku, biar aku perbaiki." Aby mencengkeram kuat kemeja putih Ali. Sorot mata penuh luka,yang kini dapat dilihat oleh pria itu.
"Aku bikin dosa apa sih pa? Apa udah gak ada lagi pintu maaf buat aku,pa?"
"Jawab pa!Jangan diem aja!" teriak Aby dengan air mata yang coba ia tahan. Cewek itu masih berusaha untuk tak menangis.
Kaki yang kini sudah tak kuat menopang tubuh membuat Aby jatuh dihadapan sang ayah.Aby memegang sebelah kaki Ali. "pa...kalau aku ada salah atau kelakuin dosa besar yang bikin mama sama papa gak bisa maafin aku. Pukul aja aku pa atau gak tampar aku,sampai papa puas."
"Papa sama mama gak holeh berhenti sayang sama aku,sama anak satu-satunya papa." itu adalah kalimat terakhir sebelum kesadaran Aby menghilang.
"Aby!"
Ali langsung membopong tubuh putrinya dibantu oleh Bima,membawa masuk keruangannya.
...*****...
"Harusnya kamu paham sama peran kamu sebagai istri dan juga ibu. ngelayanin suami dan juga urus anak seharusnya itu yang kamu lakuin. Bukannya kerja sampe nelantarin anak! Uang bulanan yang aku kasih kurang emangnya sampe kamu kerja?Iya?"
"Kalo kamu gak main gila sama perempuan lain, aku gak bakalan gini,sampai ngelampiasin marah ku ke Aby,mas. Gak usah berlagak paling benar. Semua kekacauan rumah tangga kita itu asalnya dari kamu!"
"Dari dulu kamu selalu nuduh hal yang gak pernah aku perbuat! buktinya mana kalau aku selingkuh! sifat burukmu itu bikin aku gak betah dirumah! Aku lembur sampai pagi, pulangnya dimarahin. Capek kerja, malah dituduh tidur sama perempuan lain. Keluar kota buat urusan kerja malah dicurigain."
Kini diruang rawat Aby hanya terdengar suara saling menuduh dari Ali dan Ayu. Tak ada kata menurunkan ego bagi mereka.
Aby hanya mampu menatap langit-langit ruang rawat inap, kesadarannya sudah kembali didetik pertama suara teriakan itu terdengar. Sepanjang pertengkaran kedua orangtuanya Aby hanya diam. mulutnya kelu untuk menyampaikan apa isi hatinya,Air mata sialan keluar tanpa bisa Aby cegah.
Kamu masih bisa nuduh aku,mas?! Emang kamu udah benar jadi ayah untuk Aby?" balas ayu.
"Diam!" teriak Aby marah disusul lemparan tiang infus. Aby sudah tidak peduli lagi dengan rasa sakit di punggung tangannya, karna infusnya dilepas begitu saja. Rasa sakit disana belum ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit di hati Aby. Bahkan kini jiwanya sudah ikutan sakit. Aby terluka.
Ali dan ayu teridam.bergegas menghampiri ranjang putri mereka.
"Papa panggilin dokter ya buat Aby, infus Aby lepas. Tunggu se----"
"gak perlu!"
"Aby,mama----"
Dengan sisa tenaga Aby mengangkat kepalanya. menyeka air mata yang kini tak kunjung berhenti setelah itu Aby tersenyum paksa.
"Mama sama papa gak perlu gini,gak perlu saling nyalahin. Ini salah aku, dengan gak tau dirinya lahir kedunia. Seharusnya aku gak perlu ada. Kalian mau pisah,kan?pisah aja. Kalian gak usah bingung atau peduliin tentang aku. Aku gak bakalan minta kalian untuk nemenin aku. Aku udah terbiasa tanpa kalian,bahkan aku sudah terbiasa aja tanpa kabar atau perhatian dari mama sama papa. Sekarang dihidup kalian cuma ada diri sendiri aja,tanpa aku."
Ayu mendekati putri semata wayangnya. saat ingin merengguh, Aby sudah memberi sinyal penolakan.
"Aku gak mau mama sakit karna sifat kasarku, mending mama jauh-jauh." terang Aby.
"Aby,mama mau jelasin sesuatu sama Aby. Aby jangan kayak gini,sayang. Mama sama papa sayang sama Aby."
Tawa Aby mengudara. "Coba jelasin ke aku ma, definisi sayang yang bagaimana sampai buat aku terluka kayak gini? kasih aku penjelasan yang masuk akal ma tentang rasa sayang yang mama maksud ke aku. Oo atau Ngasih uang banyak? Aku gak butuh itu Ma,Pa. kalian paham gak sih aku butuh kalian, ini gak adil buat aku. Aku ketakutan dirumah sendirian tanpa ada yang nemenin,apa kalian pernah mikir sampe kesana? Aku pernah hampir mati karna keracunan makanan kadaluarsa,kalian gak tau kan? mama sama papa tau gak sih, dengan bodohnya aku bisa mikir kalau kalian sayang sama aku."
"Aby----"
"Pergi,kalian bisa lanjutin pekerjaan masing-masing. Aku bisa tanpa kalian" Aby menjatuhkan tubuhnya pada kasur rumah sakit setelah itu memunggungi kedua orangtuanya. Begitu wajahnya tenggelam dibantal.Aby mengurai air matanya.
perawat yang datang hendak membatu memasangkan infusnya,diusir oleh Aby. Kalimat permohonan Ali dan Ayu tak di gubris olehnya. Ia sudah tak mau tau lagi tentang kesehatannya.
Ditinggal sendirian, Aby duduk di brangkar dengan tatapan kosong. Ia tersenyum menghibur dirinya sendiri. Hingga merasakan sentuhan dipuncak kepalanya, Aby menoleh. Bima disini,bersamanya. Masih mengusap lembut kepala Aby, tangan kiri akbar yang bebas,meraih jemari cewek itu.
"Capek,ya?" tanya Bima.
Tidak menjawab pertanyaan Bima, Aby menyenderkan tubuhnya di dada bidang cowok itu untuk mencari ketenangan hatinya. Sejauh ini hanya Bima yang bisa memberi itu untuknya.
Merasakan jika Aby sudah nyaman di dadanya,Bima menoleh mengisyaratkan kepada perawat untuk kembali memasangkan infus kepada Aby.
"Gue gak mau,ma." saat menyembunyikan tangan kebelakang tubuhnya, bima lebih cepat menahannya.
"Jangan bikin orang yang sayang dan peduli sama lo khawatir by sama keadaan lo sekarang. gue jarang minta sesuatu sama lo . Kali ini bolehkan, gue minta kesehatan lo pulih?" Bima tersenyum saat Aby mengangguk lemah.
Kali ini Aby tidak menolak saat perawat memasang kembali infus di punggung tangan kirinya. setelah selesai, perawat itu meninggalkan Aby dan Bima.
"Lo baik gini pasti karena kasihan sama keadaan gue, iyakan ma? kalau boleh, lo gak perlu begini. Kayak biasa aja, marah-marahin gue,ngatain gue goblok,bodoh atau maki aja gue. Lebih nyaman sama lo yang kayak gitu dari pada lo baik tapi cuma karna kasihan."
jemari Bima terulur untuk menyelipkan sejumput rambut ke belakang telinga Aby.
"Jadi cuma hal buruknya yang bisa lo rasain?Wujud kepedulian dan sayang gue gak nyampe ke lo?"
...*****...
...TBC...
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA...
...TINGALKAN JEJAK YAA...