
Bima menjelma menjadi sosok yang berbeda setelah ia mengaku perihal rasa sakitnya. Sosok yang biasanya selalu berkata-kata kasar padanya, diganti menjadi sosok bertutur lembut padanya. Aby bahkan sampai tidak yakin jika itu Bima pacarnya yang bar-bar.
Bagaimana Bima mengobati kepala belakangnya sangat manis di ingatan Aby. Bagaimana cara Bima meniupi kepalanya yang terluka, Aby sampai dibuat senyam-senyum sendiri. Lalu hal terakhir yang sangat mampu membuat jantung Aby berdebar saat Bima melabuhkan satu kecupan singkat tepat pada lukanya yang sudah berbalut perban, Aby sampai meremas kuat kaos yang cowok itu kenakan.
Aby memberitahu apa yang telah terjadi sampai membuat kepalanya terluka seperti itu. Ia tidak menambah atau pun mengurangi kebenaran yang ada.
Bima bahkan menasehatinya baik-baik, tidak ada makian yang keluar. Berkat bima, Aby tahu jika tindakan yang ia lakukan pada Keyla tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun itu. Ia juga mengakui kesalahannya. Sebelum Bima pulang, Cowok itu memintanya untuk meminta maaf pada Keyla dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi karena apa yang terjadi Keyla tidak bisa dianggap remeh.
Aby sudah meminta maaf langsung pada Keyla atas tindakan bodohnya. Permintaan maaf Aby disambut baik oleh tamparan keras serta makian kasar dari Rehan. Saat mendapatkan itu, Aby yang sudah sangat lelah hanya bisa diam saja dan menasehati dirinya untuk tidak terpengaruh pada apapun yang Rehan katakan tentangnya.
Aby akui jika tamparan keras Rehan sangat menyakitkan. Jejak kemerahan di pipinya saja masih ada, tapi Aby tidak menangis. Justru Keyla lah yang menangisinya. Hal yang justru membuat Aby terlihat sangat menyedihkan. Terlebih Keyla menatapnya dengan kasihan, Aby tidak suka dikasihani oleh siapapun.
Keyla juga lah yang mengajukan permohonan agar Rehan berhenti menghakiminya. Tamparan kedua Rehan digagalkan oleh Keyla, ya mesti saat ini masih dalam kondisi lemah, namun Keyla tetap membelanya. Mungkin jika bukan permohonan Keyla, Kucingnya sudah tidak bersamanya lagi. Rehan sempat ingin membuang Anjing.
"Aku juga mau minta maaf sama kak Aby, gara-gara fisik aku yang emang lemah, kak aby jadi kena amukan papa. Maaf...kalau boleh jujur. Aku juga nggak mau kak punya fisik lemah kayak gini cuma karna kucing. Sekali lagi aku minta maaf,ya kak." ucap Keyla yang berbaring lemah di atas ranjang selepas Rehan pergi. Hanya ada Keyla dan Aby. Saat cewek itu hendak menyentuh jejak kemerahan di pipi Aby, Aby menjauh secepat mungkin.
"ngapain minta maaf segala,sih? Lo nggak salah kali. Wajar aja sih bokap lo gitu. Itu artinya bokap lo peduli dan sayang sama lo, walaupun harus nyakitin orang lain. Nggak papa, udah biasa buat gue. Malah gue rasa bokap lo terlalu baik cuma kasih gue satu tamparan doang. Harusnya gue yang tolol ini,dapet balesan yang lebih karna ngeremehin alergi lo."
"jujur kejadian ini bikin aku makin takut kak aby malah makin benci aku. Aku pengen kita jadi saudara yang baik,kak."
"gimana,ya? Gue nggak tau caranya untuk nggak benci sama orang yang udah dengan gampangnya ngehancurin keluarga gue. Susah Key. Apalagi lo udah ambil mama dari gue. Bikin gue makin enek pas lihat lo. Gue nggak bisa sok baik,sok ramah didepan orang yang udah renggut kebahagian gue, gue nggak sebaik lo,Key."
Saat Aby hendak pergi, Keyla bergerak cepat merain lengan Aby. Menahan calon kakak tirinya itu agar tidak pergi. "aku bakalan lakuin apapun biar kak Aby nggak benci aku. Kak Aby boleh nyuruh-nyuruh aku sesuka kak Aby. Kalau kak Aby mau aku bisa bilang kek mama biar berlaku adil ke kita."
"Gue nggak semenyedihkan itu,Key. Gue udah dibikin bahagia sama Bima sedikit demi sedikit."
"kak Aby tau nggak sih, kak Aby beruntung banget punya kak Bima."
Aby melepaskan tangan Keyla dari lengannya lalu duduk ditepi ranjang menghadap Keyla.
"lo cuma lihat sedikit kebahagiaan gue. Lo bahkan nggak tau semenderita apa gue,Key. Tadi apa yang lo bilang, beruntung? Coba lo fikir anak mana yang beruntung kalau orang tuanya pisah? Anak mana yang beruntung kalau mamanya lebih mentingin anak orang lain. Lo bisa bayangin posisi gue,Key?...gue udah sekarat, nyokap gue aja nggak peduli tentang gue, gimananya gue aja dia nggak tau. Sedangkan lo, luka dikit doang nyokap gue panik banget. Kalau emang gue seberuntung yang lo bilang, mungkin gue nggak akan pernah coba untuk bunuh diri, mungkin aja luka-luka sayatan yang gue bikin nggak bakalan ada. Bima cuma secuil kebahagiaan yang gue punya,Key nggak bakalan bisa sebanding sama rasa kecewa dan sakit yang gue dapet."
"kak-----"
"karna lo nggak punya Bima, jadi ketika gue punya dia, lo bisa berfikir kalau gue seberuntung itu? Ini nggak sesederhana yang lo fikir Key."
Saat ingin menimpali ucapan Aby, pintu kamar Keyla terbuka. Keyla mengurungkan kalimatnya melihat siapa yang datang, Ayu. Wanita paruh paya itu berjalan mendekati Keyla bersamaan dengan itu,Aby menjauh."
"Keyla nggak di apa-apain lagi kan sama kak Aby?" tanya Ayu khawatir
"kak Aby baik sama Key kok, Ma. Yang tadi itu karna kak Aby nggak tau kalau Key alergi bulu kucing. Mama jangan khawatir, Key udah baik-baik aja. Malahan kak Aby yang jagain Key dari tadi."
"Yaudah, Key istirahat dulu aja,ya. Biar cepat sembuh. Kalau ada apa-apa panggil Mama,ya. Mama sama Kak Aby keluar dulu."
"iya,Ma."
Ayu tersenyum hangat. Setelah menyelimuti Keyla sebatas dada, wanita itu meninggalkan kecupan pada kening Keyla. Bersama dengan Aby, ia meninggalkan kamar Keyla.
"Aby ikut mama. Mama mau ngobrol sebentar sama Aby. Boleh,kan?" ucap Ayu menahan Aby yang hendak masuk ke kamarnya.
Aby tidak memberi respon apapun, tapi kaki gadis itu mengikuti langkah ibunya menuju ruang keluarga.
"mama mau tanya sesuatu sama Aby. Aby masih mau dengerin omongan mama nggak?" tanya Ayu tanpa basa-basi.
Tidak ada tanggapan apapun dari putrinya, Ayu pun kembali bersuara.
"baru beberapa hari kamu disini, udah berapa banyak kekacauan yang kamu buat? Mama nggak suka sama sikap Aby yang kayak gini. Mama pengen Aby nurut dan patuh sama mama dan om Rehan juga. Nggak jahat sama Keyla. Bisa,kan? Kalau kamu marah sama mama, lampiasin ke mama aja, jangan Keyla. Aby bisa tampar mama, mama nggak bakalan marah."
Aby meremas bantal sofa dengan kuat untuk menyalurkan rasa sakit dihatinya. "kenapa mama sesayang itu sama Keyla? Aku anak mama bukan sih? Dari dulu aku ngemis perhatian mama, tapi nggak pernah dikasih. Sejahat itu mama ke aku. Aku nggak pernah minta hal lebih ma, aku cuma mau disayang sama mama. Dan apa tadi ma? tampar mama? Aku juga pengennya gitu,tapi aku nggak bisa. Aku pengen ngebales jahatnya mama ke aku, tapi...aku nggak pernah bisa,ma."
"mama lagi nggak bahas itu Aby. Kamu paham nggak sih, apa yang mama bilang tadi?"
"to the point aja ma, maunya mama apa?"
"mama tadi udah telfon papa. Karna disini Aby berbahaya untuk Keyla, Aby juga nggak dengerin mama lagi, Aby bahkan banyak ngelawan...jadi, Aby mama titipin ke papa. Nanti kalau papa udah pulang, mama anterin Aby kerumah papa."
"aku diusir?"
"bukan diusir,Aby. Ini hukuman untuk Aby karna nggak dengerin mama lagi. Kalau aja kamu jadi anak penurut, mungkin mama---"
"nggak perlu nunggu papa pulang,ma. Sekarang juga aku pergi dari sini. Mama nggak perlu repot-repot ngurusin anak nggak tau diri kayak aku lagi. Makasih ya,ma tumpangan tempat tinggalnya untuk beberapa hari ini. Sampein juga ke om Rehan . Aku mau ambil barang-barangku dulu, kasih aku waktu sebentar. Habis itu aku pergi dari sini."
"Aby---"
Aby bangkit dan berlari menuju kamar yang ia tinggali. Air mata sialan yang keluar diseka kasar olehnya. Aby benci air mata yang membuatnya terlihat lemah dan menyedihkan. Sesampainya dikamar, gadis itu memasukkan semua makaiannya kedalam koper. Ayu yang tengah mencoba menghentikannya didorong kuat.
Sudah sangat terlambat jika ibunya meminta Aby untuk tidak pergi.
"Aby kamu salah paham, bukan begitu maksud mama."
Menulikan pendengarannya, Aby membangunkan Anjing yang tengah tertidur pulas di ranjang. Ia bahkan sampai mendapatkan cakaran panjang di lengan kirinya karna menggangu ketenangan Anjing. Dimasukkanya Anjing kedalam kandang.
"Aby...kamu mau kemana malam-malam begini? Di sini aja,ya. Mama ngaku salah. Mama nggak ada maksud ngusir kamu. Tadi tuh mama cuma gertak kamu aja biar kamu lebih bisa dikendalikan." ucap Aby menahan lengan Aby yang sudah bersiap menyeret koper besarnya.
"Aby jangan pergi, Aby disini aja sama mama. Aby mau apa,sayang? Mama kasih apa yang Aby mau. Yang penting Aby disini sama mama."
"Aku bilang lepas. Ya,lepas!" teriak Aby marah.
Karna Ayu tidak kunjung melakukan apa yang ia inginkan, Aby mendorong wanita itu dengan tenaga penuh hingga membuat Ayu jatuh tersungkur.
"anak kurang ajar! Berani-beraninya kamu ngelakuin hal kasar ke ibu kamu sendiri!?" maki Rehan yang berdiri diambang pintu.
"tolol!" upat Rehan mendorong Aby hingga menubruk dinding, ia bergegas menghampiri calon istrinya yang jatuh dilantai.
Aby tersenyum miring. "bahkan mama nggak pernah sakalipun bela aku,pas aku dikata-katain kasar sama om Rehan."
Setelah itu Aby menegakkan tubuhnya yang terbentur dinding cukup kuat. Aby menyeret kopernya dan menenteng kandang Anjing. Meskipun Ayu terus memanggil dan memohon untuk menahannya agar tak pergi, namun itu tidak dapat membuat Aby berubah pikiran, pergi dari rumah ini adalah perihal yang paling tepat.
...*****...
"ngemil dulu,Njing." ujar Aby lalu menuang snack khusu anaknya ke telapak tangannya. Diarahkannya telapak tangannya pada mulut kucing. Satu tangannya yang bebas mendarat di kepala Anjing, mengusap-usap di sana saat Anjing mulai memakan snack yang iya berikan.
"mau lagi?"tanyanya. Kucing dipangkuannya mengeong seraya menjilat telapak tangannya.
"nih. Biar makin montok dan jadi primadona." Aby tertawa pelan. Keputusannya untuk memelihara binatang adalah keputusan yang tepat. Disaat-saat seperti ini, Aby tidak sendirian lagi. Ada Anjing yang setia menemaninya.
Saat ini Aby tengah duduk ditrotoar. Ia sudah berjalan cukup jauh meninggalkan komplek perumahan Keyla. Bima sudah ia hubungi, cowok itu bilang ia sudah hampir sampai. Karna itulah Aby berhenti melangkah.
Merasa kedinginan, Aby memeluk kucingnya untuk mengurangi rasa dingin yang menerpanya. Melihat mobil hitam berdiri dihadapannya, Aby tersenyum senang. Senyum yang mengungkapkan rasa sakit dihatinya.
Tidak banyak basa-basi, Bima mengambil alih Anjing dan memasukkan hewan itu kedalam kandang sebelum dimasukkan ke mobil. Koper milik Aby menyusul. Beres dengan itu, Bima membimbing Aby masuk ke mobil untuk ia bawa pulang.
"telapak tangannya juga dingin,Ma." beritahu Aby dengan nada manja pada Bima yang tengah menghangatkan pipinya. Cewek itu menengadahkan kedua telapak tangannya saat Bima sibuk menggosok telapak tangannya sendiri untuk menciptakan energi panas.
Bima menempelkan telapak tangannya yang hangat pada pipi Aby yang terasa dingin. Cukup lama telapak tangannya membingkai wajah kekasih-nya.
"kita pulang dulu,ya?"
"ke kolong jembatan?"
"kerumah gue. Emang lo mau tidur dikolong jembatan,hm?"
"nggak mauuu!"
"berarti mau,kan pulang kerumah gue?"
"tapi lo nggak akan perkosa gue kam,Ma? Gue emang nakal, tapi nggak mau dinakalin sama lo apalagi sampe ngasih Anjing dedek gemes."
"gue nggak segoblok itu."
"yaudah,kita pulang kerumah lo. Tapi...lo punya uang nggak,Ma? Jan segini masih banyak tempat makan yang buka kok. Laper. Beliin makanan dulu,ya."
"mau makan apa?" tanya Bima. Untung saja ia sudah mempersiapkan uang dengan bermodal pinjam pada Arion.
Sebelum menjemput Aby, Bima meminjam uang lima ratus ribu pada sahabatnya. Alih-alih mentransfer sesuai nominal yang ia minta, Arion justru menambahkan satu nol lagi. Bukan hanya itu, Arion juga mengatakan agar tidak perlu mengganti uang itu. Bima tentu tidak kaget dengan kelakuan orang kaya satu itu. Lima juta hanyalah recehan bagi Arion. Tapi, tetap akan Bima ganti uang Arion jika ia sudah memiliki uang lebih.
"ke angkringan aja yuk, beli nasi kucing. Lo kan daddy kere. Ngomong-ngomong, lo udah open BO atau gabung sama geng begal? Kok punya mobil? Join dong, mana tauan bakat gue ternyata tukang begal."
Aby dengan segala ke tololannya sudah kembali.
"gue minjem mobil Arion."
Mendengar nama Arion disebut, jiwa matre dan kegatelan Aby meronta-ronta ingin berselingkuh dengan Arion. Ia pun merapatkan tubuhnya pada Bima. Bersandar pada bahu cowok itu bersamaan dengan tangannya yang aktif menyentuh dada Bima.
"kayaknya gue mau selingkuh sama Arion deh. Lo mau kan, comblangin gue sama dia? Nanti lo dapet persenan juga kok kalau gue berhasil porotin dia. Kita bagi dua."
"idih, balik kerumah Keyla. Otak lo ketinggalan kayaknya."
"gue serius,Ma. Mohon kerjasamanya,ya. Gue nggak cinta sama Arion kok, cuma cinta sama hartanya Arion doang. Nanti kalau hartanya Arion udah pindah ketangan gue, gue bakalan tinggalin Arion dalam keadaan miskin. Ide gue keren banget kan?"
Bima tersenyum. Hanya beberapa detik. tangan cowok itu menyentuh pipi Aby. "gue lagi mode baik sama lo, jangan sampe kelakuan lo bikin kebaikan gue lenyap. Anjing nggak cuma dapet adek satu doang, gue pastiin Anjing dapet adek sepuluh!, ngerti?"
"nggak ngerti,kasih paham dong."
"Awalnya begini."ucap Bima lalu meraih dagu Aby. Bima mendekatkan wajahnya ke wajah Aby, menghapus jarak yang tersisa pada mereka dengan ciuman. Awalnya lembut namun sampai erangan Bima terdengar, ciumannya berubah menjadi liar dan panas. Aby sampai kewalahan mengimbanginya."
...*****...
...tbc...
...ada yang mau punya dedek gemes nih...
...ekspresi Anjing pas lihat mama sama papanya bikin dedek gemes...