Relation(Shit)

Relation(Shit)
SEMBILANBELAS



"Jadi pacaran lah goblok banget pake nanya."


Aby menatap cengo ke arah Bima. Cowok itu mengajaknya tawuran atau pacaran? Kalau dari ekspresi garang, teriakan keras, dan upatan seharusnya,sih ngajak tawuran. Kalau mengajak pacaran, kan romantis,ya? Pake kata-kata manis, kasih bunga atau coklat, terus ditempat yang istimewa.


"pacaran? Kapan lo nembak gue?"


"Nggak usah ribet," sewot Bima.


"Dih. Emang gue udah bilang mau jadi pacar lo?" sinis Aby


Bima pun mengangkat guci keramik di dekat jendela. "Berani lo nolak gue?" omelnya dengan nada mengancam dan siap melempar guci itu ke arah aby jika nanti cewek itu berani menolaknya.


Apa yang Bima lakukan membuat Aby tertawa. Dari sekian banyak cowok yang mengungkapkan perasaan padanya, Bima lah yang paling beda. Bukan bunga, bukan juga coklat. Tapi guci keramik yang siap dihantamkan ke kepalanya. "iya,iya kita pacaran."


Baru setelah Aby mengatakan itu, Bima mengembalikan guci keramik itu ketempatnya. Sudut bibirnya berkedut.


"Berarti kita udah resmi pacaran,nih?" tanya Aby.


"Si goblok nanya mulu."


"Trus kita manggilnya apa,nih biar romantis? Baby? Honey? Sweety? Atau lo ada panggilan sayang sendiri buat gue? Yang beda dari yang lain gitu." Aby bertanya sengaja untuk menggoda Bima.


"Dih,najis. Nggak usah alay kenapa,sih? Tinggal panggil nama, ribet banget jadi cewek. Lama-lama gue banting juga lo-nya biar diem." kesal Bima.


Aby mengerucutkan bibirnya.


Bima benar-benar berbeda dari yang lain. Setelah menjadi pacarnya, mulut cowok itu semakin pedas saja. Mana mainnya banting-bantingan lagi. "marah-marah mulu. Manis dikit kenapa sih sama pacar."


Bima memutar bola matanya lalu melenggang meninggalkan Aby. Tanpa diminta, cewek itu mengekorinya menuju ruang makan. Bima yang tidak mau Aby kenapa-kenapa meminta untuk gadis remaja itu duduk di kursi makan. Sementara ia akan membereskan pecahan mangkok bakso yang tadi dihancurkan olehnya.


"Ma, atraksi dong! Gue pengen liat lo makan beling itu, kayaknya keren. Ntar gue videoin biar viral. Siapa tau ini jadi jalan ninja lo buat jadi seleb."


Hidung Bima kembang kempis. Cowok itu menatap ke arab Aby yang menunggunya melakukan atraksi seperti yang cewek itu minta. "Otak lo isinya apaan sih? Ngajak ribut mulu kalo ngomong?"


"Gue salah apa lagi,ya? Gue kan cuma minta lo atraksi. Kalau nggak bisa juga nggak papa kok. Gue nggak maksa,ma. Perasaan lo emosian banget jadi pacar."


Tidak mau memperpanjang masalah, Bima memilih tidak menanggapi lagi perkataan Aby. Cowok itu mulai mengumpulkan pecahan beling yang berserakan dilantai.


"Waktunya lo belajar,matematika, ekonomi, terus setor hafalan materi sejarah." ucap Bima setelah semua kekacauan yang ia perbuat telah dibereskan.


"Pengin jajan. Tadikan baksonya nggak jadi masuk perut. Lo udah janji mau nafkahin gue loh,Ma. Sekarang bagi duit. Gue denger ada tukang siomay teriak-teriak di depan."


"Urusan jajan aja cepet, otak lemot. Malah nggak fungsi." cibir Bima seraya merogoh saku belakangnya. Selembar uang dua puluh ribuan ia berikan pada Aby. Begitu menerima uang darinya, Aby langsung berlari cepat. Teriakan dari cewek itu tentunya tidak lupa.


"Cewek sinting"


...*****...


Demi agar Aby mau belajar, Bima terpaksa merelakan beberapa lembar uang ratus ribuannya untuk membeli sesajen. Tapi saat belajar, Aby terus saja menguap. Ngantuk katanya. Beberapa kali dibasuh air pun tidak mampu mengusir kantuk itu. Bima pun bertanya perihal kantuk Aby, sesuai perkiraan Bima jawaban Aby pastinya kantuk cewek iti tidak akan datang saat makan jajan.


Karena itulah, Bima langsung pergi ke minimarket setelah menggesek kartu ATM-nya. Ia membeli beberapa bungkus keripik,cookies, es krim, dan tidak lupa membeli seblak paket komplit yang ada didepan minimarket.


Sebenarnya Bima miris sendiri melihat nominal saldo tabungannya yang semakin menipis. Tapi apa boleh buat. Demi pacar pertamanya yang tidak tahu diri itu. Hilal transferan uang bulanan dari orangtuanya belum terlihat. Bonus dari kakak-kakaknya pun belum ada tanda-tanda. Agaknya Bima mulai stres memikirkan uang untuk menghidupi Aby.


"Bener sih lo jadi nggak ngantuk. Tapi kapan belajarnya kalau lo makan terus, Aby?" protes Bima tak melepas tatapan dari Aby yang memangku banyak bungkus keripik.


Sedari tadi, suara kunyahan Aby menjadi backsound penjelasan Bima. Cewek itu juga lebih fokus mengunyah ketimbang menyimak materi yang sudah dijelaskan olehnya.


"Ini juga lagi belajar kok. Sambil makan, biar enak gitu. Nggak tertekan guenya." balas Aby santai lalu memasukkan keripik kentang kemulutnya.


Tanpa melepaskan tatapan dari Aby, Bima bergerak cepat hingga cowok itu sudah berpindah tempat. Bahu Aby didorong kuat hingga punggung cewek itu menyentuh sofa dibelakangnya. Sedetik setelahnya, Bima mendorong meja sedikit menjauh agar ia bisa duduk tepat dihadapan Aby. "Kayaknya lo lagi nantangin gue."


Kunyahan Aby memelan. "kan biar nggak ngantuk. Makanya ngunyah terus,Ma. Ayo lanjut lagi belajarnya."


Bungkus keripik di tangan Aby direbut paksa oleh Bima dan diamankan dibelakang tubuhnya. Aby menelan kunyahan yang ada dimulutnya dengan susah payah saat pergelangan tangannya diraih oleh Bima.


Jedag-jedug jantungnya semakin menggila saat Bima memasukkan jari telunjuknya yang dipenuhi bubuk balado, kedalam mulut cowok itu. Gelenyar aneh mulai datang ketika ada hisapan dan ******* dari bibir Bima. Tidak hanya jantung, Aby juga mulai merasakan jika pernapasannya juga diserang. Beberapa detik kemudian. "Bimaaaa!" jeritnya karena jari telunjuknya di gigit kuat oleh cowok itu.


"Lepasin,Ma!" Aby memukul-mukul kepala, menjambak rambut, dan menampar Bima sekali untuk menyelamatkan jarinya sebelum putus. Beruntung Bima lepaskan gigitannya.


Di jari Aby sudah tercetak jelas bekas gigitan Bima yang mana mampu membuat telunjuk Aby memerah. Aby menatap horor ke arah Bima yang menunjukkan senyum miring padanya. Cewek itu mulai berasumsi jika Bima tidak hanya mengidap sindrom soang, tetapi juga sindrom anjing herder. Aby harus ekstra hati-hati saat bersama Bima. Pasti ada banyak sindrom yang diidap cowok itu.


"Itu baru jari, gue bisa gigit yang lain." ujar Bima misterius.


"Lo nyeremin banget, sih Ma. Keturunan apa sih lo?"


"Serius belajar dan gue jamin lo bakalan aman dari serangan gue."


"okay-okay gue ikutin apa mau lo. Jangan ganas-ganas,nyeremin. Kita lanjut belajarnya. Udah sampe mana tadi,ya? Eh sebelum lanjut, Anjing suruh kesini dong. Takutnya kalo ditinggal sendirian itu anak overthingking. Tau sendiri,kan ya mentalnya. Ntar kalo bunuh diri gimana?"


Bima bangkit berdiri. "Ini terakhir. Kalo lo masih minta yang aneh-aneh lagi, nggak ada ampunan. Gue kerumah lo dulu."


"nggak kok,nggak ada minta yang aneh-aneh lagi. Janji,daddy."


Sepeninggalan Bima, Aby langsung melanjutkan makan. Ia takut tidak ada kesempatan lagi untuk mengunyah saat cowok itu sudah kembali. Melihat Bima muncul bersama Anjing yang digendong cowok itu, Aby langsung menduduki bungkus kosong keripiknya agar tidak ketahuan Bima.


"Anjing sama mama aja sini. Papamu suka gigit, kan nggak lucu kalo kalian nanti saling gigit."


"gue juga gigitnya milih-milih kali. Kalau bukan lo, nggak bakalan gue gigit." sinis Bima lalu tangan kirinya meraih penggaris besi 50cm. Tangan kanannya tentu tidak boleh tanpa senjata. Kayu rotan sepanjang 1 meter digenggam erat.


Melihat itu, Aby buru-buru mengambil asal buku panduannya dan langsung dibuka untuk dibaca.


"kebalik,goblok!" Bima menegur dengan sekali pukulan penggaris besi di meja.


"oh iya kebalik ternyata."


"baca bab tiga halaman 50 sampai 70, hafalin yang gue tandain. Kalau udah hafal bilang kegue,ntar gue tes."


"nggak bakalan bisa hafal,Ma. Otak gue nggak nyampe. Bisa konsleting nih saraf gue kalo dipaksa. Besoknya gila, mau punya pacar gila?"


"banyak bacot ini cewek. Belum dicoba,kan? Tau darimana kalau lo nggak bisa? Lo ngeremehin diri lo sendiri? Aslinya lo itu bisa, tapi lo nggak pernah ada kemauan buat bisa. Lo cuma ngeluh soal kegoblokan lo, yang bikin lo makin goblok."


"Tapi----"


"dicoba dulu,Aby! Jangan banyak omong lo."


"Kalau nggak bisa?"


"itu urusan ntar, sekarang lo baca trus pahami."


"oke, besok uang sakunya nambah,ya. Pengen makan siang pake ayam goreng."


Bima menghela nafas dan hanya bisa mengangguk. Makan makan makan, hanya itu yang ada difikiran Aby. "gue mau nugas dikamar. Lo disini aja. Gue nggak mau ketularan goblok kayak lo kalau belajar bareng."


Tak mengatakan apapun, Bima meningalkan ruang keluarga menuju kamarnya. Ada laporan pratikum yang belum diselesaikan ditambah tugas rangkuman biologi.


Di kamarnya, cowok itu mengerjakan tugas dengan tenang. Begitu selesai, ia merapikan meja belajarnya sebelum akhirnya keluar kamar menemui Aby.


Sesampainya diruang keluarga, Aby sudah tidur disofa. Diperut cewek itu ada kucing yang tertidur pulas. Sementara buku panduannya jatuh dilantai. Mendengar cewek itu bergumam tentang materi yang sedang di hafal, Bima mengurung niat untuk mrmbangunkannya. Ia pun memindahkan kucing sebelum membopong Aby untuk bermalam di kamarnya.


*****


"rugi banyak gue punya pacar kere."


"ganteng doang, motor kehabisan bensin di tengah jalan."


"jual aja motornya buat beli bensin."


"nggak guna banget motor lo."


Bima tidak menanggapi gerutuan Aby. Cowok itu tetap menuntun motornya yang kehabisan bahan bakar sebelum sampai disekolahan Aby. Sepenuhnya ini salahnya yamg tidak cek bensin motor. Keuangan yang menipis membuat Bima sampai melupakan kebutuhan motornya.


"gue viralin tau rasa lo,Ma."


"banyak bacot lo!"


Meskipun sudah berusaha untuk sabar dan tidak menghujat balik Aby, lama-lama Bima lepas kontrol juga. Salah siapa Aby terus-terusan brisik.


Kaki Bima berhenti bergerak saat sebuah pajero sport putih berhenti dihadapannya. Tidak lama kemudian, cewek dengan seragam yang sama dengannya turun dari mobil itu dan melangkah mendekatinya. Orang itu Keyla.


"Motornya kenapa, kak?" tanya keyla.


"kehabisan bensin,key." suara Bima terdengar lembut, tidak kasar seperti saat berkomunikasi dengan Aby. Bahkan cowok itu juga menerbitkan senyuman hangatnya.


"siapa,Ma?" tanya Aby.


"Oh iya Aby, kenalin ini Keyla, adik kelas gue." ucap Bima memperkenalkan cewek yang berdiri dihadapannya. Cewek itu tersenyum ramah menyapa Aby.


"Ada yang bisa aku bantu kak?" tawar Keyla.


"kalau nggak ngerepotin, tolong suruh supir lo anterin Aby kesekolah,ya. Gue takut dia telat. Kira-kira bisa nggak,ya?"


Keyla mengangguk. "Bisa,kak. Kak Aby nggak papa,kan berangkatnya sama aku? nanti kesekolah kak Aby dulu nggak papa. Hari ini sekolah kita masuknya agak siangan,kan kak?" tanya Keyla pada Bima untuk memastikan.


"Iya,stengah delapan."


"lo nggak papa ditinggal,Ma." tanya Aby sebelum memutuskan.


Bima merogoh saku jaket denimnya lalu mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu. "Buat jajan lo. Makan siang pake ayam,kan? belajar yang bener kalo mau bales budi ke gue."


Aby tersenyum lebar lalu mencium aroma uang pemberian Bima. "Nilai gue bakalan jadi delapan puluh. Tunggu aja kabar baiknya." selepas mengatakan itu, Aby merangkul Keyla, mengajaknya untuk masuk ke mobil.


Di mobil, Aby dan Keyla duduk bersebelahan. Tak ada rasa canggung pada diri Aby, lain halnya dengan Keyla. Setelah mengatakan tempat tujuannya pada sopir ayahnya, cewek itu hanya diam.


"Itu makanan?" tanya aby memecah keheningan seraya menunjuk kotak bekal yang tutupnya dibuka.


"iya,kak. Tadi nggak sempet makan dirumah, jadi mama bawain itu buat makan dimobil." jawab Keyla. Cewek itu meraih kotak bekal berisi sandwich lalu menyodorkannya pada Aby. "kak Aby mau?" tawarnya.


"Mau lah, gue kalo ditawarin makanan nggak bakalan nolak. Gue ambil dua boleh,kan?"


"Boleh,kak."


Abypun mengambil dua potong sandwich milih Keyla dan mengunyahnya dengan tenang. Begitu habis, ia baru mengucapkan terimakasih. "Enak. Nyokap lo pinter bikinnya."


"Mama emang jago masak kak."


"Lo brungung."


"maksudnya?"


"Bukan apa-apa,kita temen kan?ada minum nggak? seret nih."


Keyla langsung membuka ranselnya dan mengeluarkan jus kemasan untuk Aby. "Buat kak Aby."


"Baik banget, sih lo. Kalau ada yang gangguin lo, lapor aja ke gue.Biar gue sikat tuh orang. Sabuk gue hitam."


"Kak Aby orangnya asik banget."


Aby tertawa renyah lalu menepuk pundak Keyla,. "Gue asik sama orang yang kasih gue makan."


"Boleh minta nomernya kak Aby? aku mau temenan sama kakak."


"HP lo" pinta Aby. Begitu ponsel Keyla sudah ditangannya, Aby menyimpan nomernya diponsel itu dan langsung mengembalikan benda itu kepada pemiliknya.


"makasih,ya kak."


"sama-sama."


Mobil yang ditumpangi Aby dan Keyla berhenti di depan pintu gerbang sekolah Aby. cewek itu bersiap-siap turun.


"Btw,makasih tumpangannya."


"Kak Aby mau lagi sandwich-nya? kayaknya aku udah kenyang. jadi, nggak bakalan habis."


"serius?"


Keyla mengangguk lalu menutup kotak bekalnya dan memberikan itu pada Aby. "Buat kak Aby."


"Makasih,ya. Rezeki nompok. Kalau mau ngasih gue makanan. Titipin aja ke Bima. Gue pemakan segala. Makanan jenis apa aja doyan. Gue duluan,ya. Hubungi gue kalau lo cari patner buat mukbang bakso lava.oke, bye."


Turun dari mobil Keyla, Aby melampaikan tangan sebelum akhirnya duduk didepan pos satpam untuk memakan lahap sandwich pemberian Keyla. Beberapa murid menyapanya dibalas ramah. Aby terus mengunyah sembari memeriksa ponsel untuk menghubungi Bima.


...*****...


...tbc...


...boleh spam next disini 📢...


...biar aku semangat upnya buat 1 part lagi hari ini...


...Mas Bima aja ngasih pap semangat ke aku...