
Saat pintu gerbang sekolah sudah berada didalam jangkauan mata, Bima berusaha mengontrol diri. Ia mulai memerangi emosi yang tersulut sejak perdebatan sengitnya dengan Aby si anak keras kepala. Meskipun sulit, Bima harus bisa berdamai dengan emosi yang akhir-akhir ini membuatnya terlihat begitu buruk. Sungguh, bukan ini tujuan hidupnya. Ia masih ingin menjadi yang terbaik.
Setelah memarkirkan motor, Bima melangkah menuju pintu gerbang untuk menawarkan bantuan pada guru piket menyidak atribut siswa.
"Bima!"
Mendengar namanya dipanggil, Bima yang tengah menulis pelanggaran dibuku catatan BK,mengangkat dagu. Lelaki itu tersenyum sopan lalu menghampiri Rehan yang sepertinya mengantar Keyla.
Rehan tersenyum lebar saat Bima menyapa dengan begitu sopan usai mencium punggung tangannya. Hal-hal tentang Bima memang selalu membuatnya kagum. "kabar om baik, kok nggak pernah mampir lagi,Ma?"
"lagi nggak senggang om." alibi Bima.
"ah iya,om paham. Key sering cerita soal kamu ke om, pasti lagi sibuk banyak kegiatan,ya. Apa lagi kamu ikut OSIS sama aktif ikut banyak ekskul. Kalau ada waktu senggang main lah Ma sama Key atau ajak Key gabung ke ekskul kamu...."
"papa." sela Keyla merasa tidak enak hati pada kakak kelasnya yang tampak kurang nyaman dengan obrolan yang menjurus paksaan.
"Key, lo kalau emang minat gabung ekskul gue,bilang aja. Nanti gue bantu konfirmasi ke pembimbing."
Rehan mengelus pundak putrinya. "tuh Key denger sendiri kan? Key nggak ada alasan lagi nggak ikut ekskul. Oh iya Ma...kantin dimana ya? Keyla belum sarapan, om mau nyari sarapan dulu buat Keyla."
"papa..." Keyla merengek fustasi. "papa berangkat aja nanti Key cari sarapan sendiri." sambungnya.
"Keyla belum sarapan?" tanya Bima memastikan.
"belum Ma. Mama-nya lagi nggak enak badan jadi Om suruh istirahat aja."
Ingat dengan bekal nasi goreng yang mulanya ia buatkan untuk Aby, Bima membuka ransel. Dari pada berakhir ditempat sampah, lelaki itu memberikannya pada Keyla. "buat sarapan, lo bisa makannya nanti dikelas."
Keyla memang menolak tapi tidak dengan ayahnya. Karena terus didesak Rehan pada akhirnya Keyla menerima bekal itu dan tak lupa mengucap terimakasih.
"denger-denger kamu bisa jadi tutor ya,Ma? Jadi gini, Key ada kesulitan dibeberapa pelajaran Om juga udah nyari tutor tapi belum nemu yang cocok, kamu mau bantu Om untuk jadi tutornya Keyla?"
Keyla meremas kuat jemarinya gelombang rasa takut untuk hubungannya dengan Aby datang. Dalam hati, ia merapalkan doa agar Bima menolak untuk menghindari kesalahpahaman.
"mungkin minggu depan aku udah bisa jadi tutornya Keyla,om. Nanti aku atur jadwal nyesuain sama kegiatan Keyla juga."
Rehan tersenyum sangat puas lantas pamit tidak lupa menitipkan putri kesayangannya pada Bima.
Selepas kepergian Rehan, Keyla mengembalikan bekal yang ada pada tangannya ke Bima. Melihat itu sebelah alis Bima terangkat bingung. "kenapa Key?"
"Kak Bima ambil ini aku nggak mau kak Aby nantinya salah paham soal ini."
"nggak bakal,ambil aja."
"nggak kak. Kak Aby udah benci banget sama aku, aku nggak mau kak Aby makin benci."
Berusaha menenangkan Keyla yang tampak ketakutan, Bima mengelus bahu Keyla lembut.
"ambil aja,Aby nggak sekolah disini jadi dia nggak bakalan tau soal ini kalau lo juga nggak bilang ke dia, dihabisin ya. Gue mau lanjut nugas, lo kekelas sendiri nggak papa? Atau mau gue anterin?"
Keyla menggeleng cepat. "jangan! Aku kekelas sendiri aja, permisi kak." setelah mengatakan itu, Keyla berlari menjauh dari Bima.
...*****...
"kalau gue kangen Bima bego nggak sih ntang? " Aby mengunyah makanan yang ada dalam mulutnya dengan gerakan pelan. Tatapannya tak lepas dari layar ponsel yang tengah ia gulir untuk melihat kenangannya bersama Bima.
"Menurut gue sih enggak. Wajar-wajar aja sih, lagian juga selama ini Bima yang selalu ada buat lo. Kalau emang kangen kenapa nggak lo maafin aja? Bukannya itu lebih mudah? Maksud gue...dengan kayak gini bukan cuma Bima yang tersiksa tapi lo juga ngerasain hal sama." jawab Bintang sambil meneguk isi teh botol miliknya.
Aby menabur banyak bubuk cabai diatas gorengannya yang dirasa kurang pedas. "kalau gue maafin, bukannya bikin gue makin bego,ya? Dia bakalan tetap ngelakuin hal yang sama tanpa mau berubah. Bima salah, gue maafin, trus Bima lanjut bikin kesalahan lagi dan akan gue maafin. Gitu aja terus, bego kan?"
"trus lo maunya gimana? Lo masih setengah-setengah niatnya makanya gampang goyah. Lagi marah tapi kangen trus kasihan juga, maunya gimana?"
"lo nggak pengen nyaranin gue putus sama Bima? Serius, gue kira lo naksir gue Kita deket juga lumayan lama. Gue cantik, asik, bisa bikin nyaman...dan lo sering liatin gue. Lo juga baik dan peduli kayak lagi usaha dapetin gue."
Suara tawa Bintang mengudara, Bintang pernah menyebutnya cantik dan berani plus unik dan ajaib. Bintang heran dimana letak rem mulut Aby? Kenapa ia selalu jujur dan blak-blakan soal apa yang ia fikirkan.
"nggak gitu juga,By. Nggak semua cowok peduli ke cewek karna dasar suka nggak semua kedekatan berakhir pacaran juga. Kayak gue sama lo."
"berarti gue yang baperan nih? Sialan lo! Padahal semalem gue udah pertimbangin lo buat jadi bapaknya Anjing."
Mengapa Aby semenggemaskan ini?
Bintang tidak yakin bisa menahan diri untuk tidak jatuh cinta pada seseorang yang seharusnya tidak boleh ia cintai. "jangan dibahas lagi ntar gue brubah pikiran. Sekarang biarin aja kayak ini, deket sama lo aja udah bikin gue seneng. Gue nggak berani berharap lebih."
"berasa ditolak gue." Aby mengerucutkan bibir.
"oh iya, hari ini jadi? Semalem lo bilang mau ketemu calon nyokap tiri lo."
"Kalau boleh minta gue pengen sama papa aja. Jujur, gue ngerasa ini udah lebih dari cukup. Walau papa juga bilang kalau orangnya baik, gue masih takut."
"nggak ada yang perlu lo takutin,By. Nggak semua ibu tiri jahat juga."
"kalau gue dapetnya yang jahat gimana? Mama kandung gue aja gitu...nggak peduli sama gue, nyakitin gue, dan sekarang disaat gue udah mulai pulih malah mau dateng orang baru lagi. Gue nggak mau ngulang hal yang sama, ini nggak mudah bagi gue. Sembuh dari ini semua rasanya sulit banget."
"tapi gue yakin calon nyokap lo pasti orang baik."
"kenapa lo yakin?"
Tak memberi tanggapan Bintang memasukkan bakso kedalam mulutnya.
...*****...
Sejak menghabiskan bekal yang Bima berikan padanya Keyla diliputi rasa takut yang begitu hebat. Sosok Aby menyapa begitu mengerikan dalam imajinasinya. Ia merasa cemas berlebihan hingga memutuskan untuk membolos. Tidak seharusnya ia memakan bekal itu, beberapa kali Keyla tampak memarahi dirinya sendiri yang terlalu lemah pada orang lain. Seharusnya ia bisa seperti Aby yang bisa menolak apapun yang tidak ia inginkan.
Sebagai penebus rasa bersalah kini Keyla sudah berdiri didepan pintu gerbang rumah Aby sejak satu jam lalu. Seblak, sosis bakar, bakso serta makanan lainnya mungkin saja sudah dingin, sedingin telapak tangannya.
Keyla rasanya ingin menangis saat melihat Aby turun dari atas motor lelaki yang mengantarnya, lelaki itu jelas bukan Bima.
"kak Aby...." Keyla menjeda kalimatnya untuk dapat mengendalikan diri agar bisa berbicara dengan jelas.
"ngapain lo kesini?"
Memejamkan mata, Keyla meremas kuat jemarinya.
"bisu lo? Gue tanya sekali lagi, ngapain lo kesini?!"
"A-aku...kata kak Bima kakak suka jajan. Aku beliin ini buat kak Aby. Ada seblak, sosis bakar, bakso bakar, telor gulung, bakso juga ada. Terus ini----"
Tak menunggu Keyla menyelesaikan kalimatnya, Aby merebut beberapa kantong plastik dari tangan Keyla. Aby melemparnya kesembarangan arah hingga makanannya berserakan tak tersisa.
"Nggak usah nangis! Drama! Lagian ngapain lo kayak gini sih? Buat apa?" teriak Aby marah. Bintang yang menahannya untuk tidak mendekati Keyka ia ingkirkan.
"kak---"
"dengerin gue! Lo nggak usah temuin gue lagi, gue bukan orang baik yang bakalan nyambut lo ramah! Sebenernya gue juga males nyakitin lo, tapi gue nggak bisa nahan diri gue kalau lo ada dideket gue. Lo paham kan maksud gue?" setelah mengatakan itu dengan emosi penuh Aby mendorong Keyla hingga punggung gadis itu membentur pintu gerbang cukup keras. Keyla bahkan sampai meringis kesakitan.
Bintang melangkah cepat untuk menolong Keyla.
"Sakit ya? Uluh anak manja. Denger,Key! Gue bisa bikin lo lebih menderita dari ini kalau lo masih punya nyali liatin muka lo dihadapan gue."
"harusnya lo paham sih apa maksud gue, itupun kalau lo punya otak. Gue mudah kepancing emosi apa lagi sama lo yang hidupnya enak-enakan bahagia sama orang yang seharusnya bahagiain gue!" Aby lalu menarik kasar Keyla menjauh dari pintu gerbang. Sebelum membuka pintu, Aby kembali mendorong Keyla hingga gadis itu tersungkur.
...*****...
...tbc...
...up nich gusy...
...mau pap pap dari siapa nih? ...
...apa nggak usah dikasih pap aja? hahaha...
...selamat membaca...
...maaf kalau ada typo yaa guuuys...