Ready Or Not,Pringgodani I'M Coming

Ready Or Not,Pringgodani I'M Coming
MEET THE TROUBLE MAKERS



"Dari semua rasa sakit yang mendera seluruh tubuh dan hatiku, kehilanganmu adalah yang paling menyakitkan.... Aditya adikku, kepergianmu sangat menyayat hatiku,aku berjanji adikku... membalas orang yang menyebabkan kamu pergi dari sisiku selamanya. Dia harus merasakan sakit yang sama denganku... kehilangan orang yang dicintainya. Aku berjanji padamu Aditya," tegas sosok pria berambut panjang ini, yang terus memandangi sebuah lukisan di ruang kerjanya. Lukisan wajah adik kesayangannya itu.



Seorang wanita muda yang sedari tadi ada dibelakang sosok itu mulai bersuara memecah suasana bernuansa sedih di ruangan. Persis disamping kiri dan kanan belakang wanita itu, ada dua orang pria, yang satu masih muda dan yang satunya lagi terlihat lebih tua.



"Serahkan tugas itu kepada kami, Tuan Radit," kata wanita muda kepada sosok pria berambut panjang yang ternyata mempunyai nama Radit.



"Memang untuk itulah kalian aku panggil kesini. Pipit, Rozak dan kau Bull." Sebuah misi balas dendam dari seorang kakak untuk adik tercinta.


*****


Setelah melewati beberapa tingkungan, beberapa lampu merah dan beberapa godaan, Andi akhirnya sampai juga di warung kopi Giras Cak Gondrong.



Tapi sebentar, maksudnya apa banyak godaan itu? Bulan puasa masih lama kalee...! Jadi begini, buat sampai ke sekolah, Andi dengan sangat "terpaksa" (tapi suka), melewati beberapa titik tempat cewek-cewek cakep SMA lain menunggu angkot. Kalau do'i gak fokus, meleng dikit saja, sudah dapat dipastikan Andi dan Nitta bakalan masuk UGD. Andi masuk rumah sakit dan Nitta masuk bengkel ketok magic. Karena lalu lintas disepanjang menuju ke sekolah Andi terkenal padat dan ramai. Meleng dikit, tebar senyuman ke cewek-cewek itu... alamat! "Ngiung... ngiung... ngiung..." Bunyi sirine ambulance.



Setelah memarkirkan Nitta dengan rapi didepan warung kopi Giras Cak gondrong yang letaknya sekitar 200 meteran dari SMA Perjuangan, Andi pun masuk dan menyapa Cak Gondrong.



"Assalammualaikum Cak Gondrong


yang lucu-lucunya."


"Waalaikumsalam... Eh Om, kok pagi banget. Tumben." Cak Gondrong membalas sapaan dan salam Andi.



"Gak apa-apa, lagi pengen saja berangkat pagi. Eh wadohhh.. slebor baru ya? Habis potong rambut dimana? Keren lho, makin mirip Lorenzo keramas!" puji Andi setelah melihat penampilan baru rambut Cak Gondrong.



"Bukan kramas.... Om, tapi Lamas!" protes Cak Gondrong membela bintang film idolanya itu.



Bukan rahasia lagi kalau pria gondrong yang satu ini ngefans banget sama Lorenzo Lamas. Itu lho, bintang film jadul Renegade. Gak cuma model rambutnya saja yang dicopy habis sama do'i, tapi juga penampilan bahkan bibir dowernya juga.



Buat bibirnya mirip dengan Lorenzo Lamas, Cak Gondrong bela-belain ke Belanda buat operasi plastik. Katanya sih....



Tapi rupanya takdir berkata lain, alih-alih bibirnya yang dioperasi jadi dower. Eh malah giginya yang dioperasi. Jadi ya gigi yang semula normal posisinya sekarang jadi maju kayak Dono Warkop.



Jadi ceritanya, waktu mau operasi, Dokternya mabuk. So yang dipermak bukan bibir tapi giginya.... gondrong.... gondrong.... riwayatmu..... Memang gak semua keinginan kita bisa diwujudkan. Cak Gondrong salah satu buktinya.



Tentang do'i ngefans Lorenzo Lamas gak cuma orang-orang sekitar saja yang tahu. Tapi juga sekelurahan Kalijudan. Bahkan orang-orang desanya di Lamongan juga tahu.



"Itu para Alien kok belum datang ya drong! Biasanya jam segini sudah pada nongol," tanya Andi pada Cak Gondrong tentang teman-temannya.



"Bukannya mereka yang belum datang, tapi kamu yang datangnya kepagian. Mau order apa nih?" Gaya bahasanya keren juga...."order". Sedikit


lebih maju. Kayak giginya... hehehe.


"Biasa... kopi hitam gulanya dikit, ok?" sahut Andi sambil mencomot pisang goreng dipiring tempat gorengan disajikan.



"Ya... sebentar, airnya baru dimasak." jawab Cak Gondrong yang terlihat sedang bersih-bersih di meja kerjanya bagaikan seorang Barista.



"Eh Om, ngomong-ngomong, kamu kemarin ada yang nyari lho!" Cak Gondrong memberikan sebuah info yang buat Andi penasaran.



"Siapa drong?" Andi benar-benar penasaran. Dan kali ini yang dicomot bukan lagi pisang goreng tapi ketela goreng. Dua sekaligus. Memang ya rasa penasaran itu bisa membuat kita doyan ngemil.



"Cewek cuakep banget... ciamik berat," jawab Cak Gondrong yang memancing rasa penasaran dari pelanggan setianya ini.



"Yang benar kamu, drong! Tapi beneran ada ya?" Kelihatannya Andi sangat penasaran dengan info super langka yang disampaikan Cak Gondrong. Dan benar juga, entah karena tadi pagi gak sempat makan roti coklat buatan Mama atau karena penasaran itu benar-benar membuat orang mudah laper berat, sekarang ditangan Andi sudah memegang dua tahu isi plus cabenya. Itu laper atau rakus?




"Ya siapa! Siapa cewek yang cari aku, drong!" Andi dibuat semakin sesak di dada oleh rasa penasaran yang sudah mencapai ubun-ubun.



"Yang nyari kamu... hhhmmm... yang nyari kamu..." Cak Gondrong rupanya ingin membuat kejutan buat pelanggan pertamanya hari ini



"Ya... ya... terus.. ayo kurang dikit... siapa?" Gak sabar banget Andi menunggu jawaban Cak Gondrong. Seperti menunggu jawaban cinta dari seorang gadis.



"Mak Lampir! Ya... yang nyari kamu... Mak... Lampir... hehehe... Selamat ulang tahun!" Tawa lepas Cak Gondrong karena sudah bisa ngejahilin pelanggan pertamanya hari ini.



"Ulang tahun... ulang tahun! Siapa yang ulang tahun? Dasar item! Pagi-pagi sudah ngerjain orang!" Ungkapan kejengkelan Andi kepada Cak Gondrong. Karena sudah berhasil menipunya. Tapi relax saja. Andi tahu kok kalau itu cuma bercanda.



"Hehehe... maaf ya! Makanya Om, kamu tuh harus punya stok cewek yang banyak. Biar gak gampang baperan... hehehe..." sindir Cak Gondrong. Padahal dia sendiri juga sama lho sama Andi. Boro-boro ada cewek mau kenalan sama Cak Gondrong. Kucing saja mlengos... kalau didekati sama dia.



"Gayamu drong, drong, kayak cewek ada yang mau kenal sama kamu!" balas Andi menyindir Cak Gondrong.



"Ellho... ya gini nih kalau gak pernah up grade wawasannya! Menurut kak Soto, pakar cinta sejati dan penulis novel best seller yang judulnya "Cinta Bagaikan Soto Ayam Tanpa Koyah" mengatakan bahwa cewek jaman sekarang lebih menyukai pria mapan. Kayak Aku ini... hehehe..." jelas Cak Gondrong membanggakan diri.



"Waaohhh...hebat sekali kamu, drong. Seingatku dulu kamu kan gak bisa ngomong. Sekarang.... wah... wah... luancar buanggettt." Komen Andi sepertinya terkesan memuji tapi sebenarnya... sangat bisa membuat gigi ngilu.



"Memang aku bayi apa, gak bisa ngomong! Bales nih ceritanya? Ok gak apa-apa, bagus. Satu sama. Nih Om, kopinya. Awas masih panas lho," pesan Cak Gondrong mengingatkan.



"Terima kasih Cak Gondrong yang Ganteng (kalau dilihat dari Planet Pluto... yap Cak Gondrong memang ganteng)," puji Andi.



"Hhhuuu... hhuuuiii... panas banget kopinya. Mantap." Andi meniup kopinya dengan perlahan. Aroma kopi yang harum itu membuat Andi gak tahan buat menyeruputnya.



Namun tiba-tiba, Andi berdiri dari tempat duduknya. Andi seperti seorang Highlander yang merasakan kehadiran Highlander lainnya.



Indera penciuman Andi yang sensitif seperti Wolverine, mendeteksi aroma-aroma yang sangat dikenalnya. Aroma dari parfum yang berbeda-beda.



"Hhhmmm... sepertinya ada yang mendekat..." kata Andi dalam hati.



Dan benar juga,.ke arah warung kopi Giras Cak Gondrong tiga motor sedang mendekat.



Ada yang pakai helm, ada juga yang tidak memakai helm dan ada juga yang memakai topi.



Kalau dilihat kesan keren memang ada pada sosok yang menggunakan helm dan yang tidak menggunakan helm.



Tapi pada sosok yang memakai topi, bukan kesan keren yang ada didalam pikiran orang-orang yang melihatnya, tapi apa ya?...mungkin kata yang tepat adalah menjijikan. Bahkan cenderung membuat orang-orang yang melihat do'i akan dengan suka rela dan happy untuk melempar apapun yang ada didekat mereka ke muka sosok pengendara bertopi ini. Bisa sepatu, sandal atau bom sekalian.



Mau tahu kenapa?... Topinya yang dipakai itu lho, topi model kepala beruang seperti yang dipakai anak-anak umur lima atau enam tahun.



Mending kalau wajahnya imut-imut, wajahnya sangar gitu. Setan saja takut kalau lihat dia... hehehe...



Mereka datang bersama-sama, seperti kelompok geng motor jalanan dengan satu tujuan. Satu tujuan yang sama yang memang sudah dirancang dari awal....