
Arletta berlarian agar sampai dengan cepat di lobby hotel. Gadis itu membiarkan mobilnya terpakir sembarangan di pelataran hotel, tidak peduli dengan teriakan petugas yang menegurnya, supaya memarkirkan kendaraan di tempat yang sudah tersedia.
" Mbak.. kamar no.115 di lantai berapa? " tanya Arletta pada resepsionis.
" Di lantai tiga bu. Apa ada yang bisa saya bantu? " tanya Resepsionis itu dengan ramah dan sopan.
" Gak mbak, terimakasih.. " Arletta.
" Tunggu bu, ada keperluan apa? apa sudah membuat janji dengan pengguna kamar tersebut? " melihat Arletta yang tergesa-gesa membuat resepsionis itu curiga. Takut jika hal buruk akan terjadi, seperti penggerebekan pasangan selingkuh mungkin? dan keributan di hotel itu akan mengganggu pengunjung lain. " Di sini tidak boleh asal masuk saja jika tidak ada kepentingan. " ujarnya karena was-was.
Arletta menghela nafasnya panjang. " Bisa tolong cek atas nama siapa kamar itu si pesan? " tanya Arletta.
" Maaf Bu, kami tidak bisa memberikan informasi pengunjung. Itu melanggar aturan. "
" Ck! mau langsung masuk di larang! nanya gak boleh! ' gerutu Arletta sedikit kesal, karena tidak biasanya di persulit untuk bisa masuk ke dalam.
" Emm.. aku mau ketemu ama pacar aku mbak. Dia ada di sini? mbak kenal kan ama Raj Malhotra yang terkenal itu? " ucap Arletta penuh percaya diri.
Resepsionis itu menggeleng, tidak kenal dengan nama yang barusan Arletta sebut. Tentu saja tidak kenal, karena Raj Malhotra bukanlah artis Bollywood ataupun seseorang yang di kenal masyarakat awam. Raj Malhotra akan di kenal oleh orang yang berkecimpung di dunia entertainment saja, terutama si negara nya, India.
Resepsionis itu terlihat mengecek sesuatu di komputernya. " Maaf Bu, nama yang tadi ibu sebut udah Checkout satu jam yang lalu. "
" Loh.. bukannya belum lama dia check-in nya? " Arletta.
" Betul bu, tapi memang beliau sudah checkout menurut data kami. Mungkin ada urusan penting. "
" Oh.. gitu ya? yaudah deh.. " tubuh Arletta lemas seketika. Ia pikir akan segera bertemu dengan pria idamannya, namun keberuntungan belum menyertainya.
Di perjalanan pulang, Arletta yang masih sangat ingin bertemu dengan Langit berfikir untuk mengunjungi rumah lama Langit. Berharap laki-laki itu ada di sana.
" Semoga gue bisa ketemu ama kak Langit. " harapnya.
Satu jam setengah perjalanan menuju rumah Langit, jalanan mulai macet membuat Arletta menghabiskan waktu lama meski jarak untuk ke rumah Langit tidaklah jauh.
Mobil Arletta berhenti di pintu gerbang rumah mewah yang masih terawat meski pemilik tidak menempatinya. Seorang security yang bertugas berjaga menghampiri mobil Arletta.
" Non Arlet ya? " ucap Pak Selamet ketika kaca jendela mobil terbuka.
Arletta tersenyum. " Iya Pak, masih kenal aja. " ujar Arletta. Lama tidak berkunjung ternyata pak Selamet masih mengenalinya.
" Iya lah.. wong non Arlet mirip ama Clara artis itu. Hehe.. " ucap pak Selamet. " Apa kabar non? lama gak main ke sini. "
" Baik Pak. Mau main gimana? kak Langit nya juga gak ada! " Arletta.
" Hehe.. iya juga si.. " Pak Selamet menggaruk kepalanya. " Sekarang ke sini karena den Langit udah pulang ya? " tebalnya.
" Iya.. Kak Langit ada di dalem kan? " tanya Arletta. Pandangan matanya mengitari sekeliling, mencari sesuatu petunjuk tentang keberadaan Langit di sana.
" Ada non, belum lama dateng sama asisten nya. " ujar Pak Selamet. " Mari masuk non. " Pak Selamet membuka pintu gerbang dengan lebar agar mobil Arletta bisa masuk ke dalam.
Arletta mengikuti arah yang di tunjukkan pak Selamet " Oh.. iya, Arlet masuk dulu ya pak. " pamitnya.
Arletta masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, gadis itu hanya mengucapkan salam.
" Hai? " sapa Arletta ketika bertemu dengan wanita yang di tunjuk oleh pak Selamet, memberitahu jika wanita itu adalah asisten dari Langit. " Kak Langit ada? "
" Kamu siapa? " ucapnya begitu sinis. " Cari siapa? " tanyanya kembali.
" Em.. aku cari kak Langit. Ada kan? " Arletta hendak masuk ke dalam mencari Langit. Namun langkah nya di hentikan oleh wanita berwajah khas India.
" Tidak ada yang namanya Langit di sini! Lebih baik pergi dari sini! "
" Emm.. masksud aku.. aku cari Raj.. Raj Malhotra. " Arletta meralat nama Langit. Mungkin saja wanita itu tidak kenal dengan nama panggilan Langit.
" Siapa kamu? tuan Raj tidak bisa di ganggu! " tegasnya.
" Tapi, aku hanya ingin bertemu sebentar. "
Wanita yang bernama Kalpana itu tidak suka dengan kedatangan Arletta. " Sudah saya bilang, tuan Raj tidak bisa di ganggu! "
Kalpana Nigam, asisten Raj Malhotra yang sangat pandai berbahasa. Wanita asli asal India itu menguasai empat bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Membuat Langit mempekerjakan nya sebagai seorang asisten. Kepintarannya dapat mempermudah pekerjaan Raj Malhotra. Sudah bertahun-tahun Kalpana bekerja dengan Raj Malhotra.
Arletta kesal menerima perlakuan Kalpana, yang tidak memperbolehkan masuk untuk mencari Langit. Padahal dulu dia sering masuk ke dalam tanpa harus ijin terlebih dahulu, ayah dari Langit pun tak mempermasalahkannya.
Kalpana menyuruh Arletta untuk menunggu di ruang tamu, karena Arletta kekeh ingin menunggu Langit. Meski sudah di usir oleh Kalpana.
" Nyebelin banget tuh orang! " gerutu Arletta. Gadis itu duduk di sofa menunggu Langit. Kalpana mengatakan akan memberitahu kedatangan nya pada Langit, setelah pekerjaan Langit selesai tentunya.
Lama menunggu membuat Arletta mengantuk. Gadis itu pun tertidur di sofa begitu nyenyak. Hingga dua jam berlalu, tidak ada tanda-tanda kehadiran Kalpana ataupun Langit.
Arletta terbangun dari tidurnya. Gadis itu terkesiap, lalu tersenyum-senyum sendiri. " Ya ampun! gue ampe ngimpi! segitunya banget pengin ketemu kak Langit.. hihi.. " Arletta tertawa cekikikan, jemarinya meraba bibirnya. Arletta bermimpi mendapatkan ciuman pertama nya dari Langit. " Sayangnya cuma mimpi! " kesalnya.
" Tapi kok.. kaya nyata ya? " ciuman di dalam mimpi itu masih membekas, terasa nyata.
" Kamu masih di sini! " seru Kalpana, dia pikir gadis yang ingin bertemu dengan tuannya sudah pergi.
" Tapi aku mau Ketemu sama -- " belum selesai mengatakan. Suara Kalpana sudah menggema di ruangan itu.
" Pergi! tuan Raj tidak ada di sini! dia sudah pergi bertemu dengan teman lamanya! "
" Teman siapa? kak Key? " tebak Arletta.
" Iya! " Kalpana asal menjawab, padahal dia tidak tau siapa itu Key. Kalpana hanya ingin mengusir Arletta yang kehadiran nya sangat menganggu.
Bersambung...