Raj Malhotra, I Love You!

Raj Malhotra, I Love You!
Hadirnya keturunan - TAMAT -



Pesta perayaan pernikahan berlangsung sangat meriah, lebih meriah berkali-kali lipat ketika penyambutan kedatangan Arletta sebagai menantu di keluarga itu. Ratusan tamu undangan hadir di tempatkan secara khusus, tempat yang sudah di sediakan untuk para tamu VVIP. Terutama keluarga dekat dan rekan kerja Ardiansyah dan Langit.


Sedangkan kalangan menengah ke bawah ikut meramaikan pesta itu di tempat lainnya. Tentu hal itu sudah biasa bagi masyarakat sekitar, apalagi sebagian keluarga besar Langit masih menjunjung tinggi perbedaan kasta. Meski sebenarnya Ardiansyah pun tak mempermasalahkan jika semua kalangan bergabung dalam satu gedung yang sama tanpa ada batasan di antara mereka. Namun Ardiansyah menghormati keputusan keluarga besar. Di keluarga besarnya, hanya Ardiansyah dan Langit yang memeluk agama Islam. Selebihnya mereka menganut agama yang mayoritas masyarakat India anut.


Tidak sedikit artis Bollywood yang datang. Pesta itu benar-benar meriah. Entah berapa Rupee yang Ardiansyah keluarkan untuk mewujudkan pesta putra tunggalnya yang sangat spektakuler.


"Mas, besan kita kaya raya juga ya.. gak nyangka aku." Clara terlihat sangat cantik malam ini menggunakan pakaian khas India. Bastian pun tak kalah tampan meski umurnya sudah tua, terlihat masih gagah bersanding dengan istrinya.


"Aku juga kaya! kamu meremehkan kekayaan ku?" Bastian.


"Ish, tapi kamu gak bikin pesta semeriah ini pas nikahin aku dulu." ucap Clara.


Bastian menghela. "Apa perlu kita mengulangi pesta pernikahan kita? akan aku buktikan!" Bastian tak Terima jika sang istri mempertanyakan seberapa kaya dirinya.


"Gak perlu, udah tua gak usah neko-neko!" ketusnya. "Nanti saja kalau putra kita menikah. Kita bikinin pesta yang meriah kayak gini." ujar Clara.


"Iya. Terserah kamu aja. Aku ngikut." Bastian.


Langit dan Arletta menyambut hangat para tamu undangan yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Tak terkecuali Neelam yang memang di undang oleh Ardiansyah. Wanita yang beberapa bulan lalu melakukan sandiwara dengan Langit, menjadi sepasang kekasih, hingga ke pertunangan yang mengakibatkan Arletta terguncang jiwanya.


"Dia cantik ya?" tanya Arletta pada Langit selepas kepergian Neelam.


"Iya, dia kan artis. Tapi masih cantikan kamu sayang." ucap Langit.


"Gak nyesel nih milih aku dari pada dia."


"Kamu ngomong apa sih." Langit membelai kedua pipi Arletta. "Mana mungkin aku nyesel. Dapetin kamu adalah impian ku sejak kecil."


Arletta tersenyum puas mendengar jawaban Langit. Seharusnya dia percaya pada suaminya, yang tidak memandang wanita lain selain dirinya. "Terimakasih udah mencintai ku kak."


Langit tersenyum. "Terimakasih juga kamu udah mau menjadi istri ku." kecupan singkat mendarat di bibir Arletta.


"Ngomong-ngomong kakak tambah ganteng pake baju koko ini." ucap Arletta.


Langit terkekeh. "Ini namanya Sherwani, bukan baju koko. Pake baju apapun aku tetap tampan."


"Iya, kak Langit memang selalu tampan di mata ku." Arletta memeluk suaminya begitu erat. Tidak peduli dengan banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. "Kalo gak tampan, aku gak bakal cinta."


Langit membalas pelukan Arletta. "Bukan tampan aja, aku ini baik hati, cinta mati sama kamu."


"Iya, aku beruntung." Arletta.


"Aku yang beruntung mendapatkan mu. Kita akan bersama sampai tua nanti." ucap Langit.


Arletta mendongak, menatap wajah suaminya. "Tapi jangan kayak papa ya, pake kumis tebal kalau udah tua."


Langit tergelak. "Emang kenapa?"


"Kaya tuan Takur. Serem!"


***


Keesokan harinya kedua sejoli yang semalam menjadi raja dan ratu, belum menunjukkan batang hidungnya. Padahal hari sudah semakin siang. Nyatanya dalam keadaan lelah pun, kegiatan yang selalu rutin di lakukan setiap malam tetap berlangsung. Membuat pasangan muda-mudi dalam ikatan sah itu kelelahan.


"Raj, tega sekali kamu membuat menantu cantik ku kelelahan." sembur Ardiansyah pada putranya. "Sudah siang, belum di kasih makan."


"Iya pah, ini juga mau makan." ucap Langit.


"Arletta, jangan mau kalau si Langit ini ngajakin begadang mulu tiap malem. Sekali-kali tolak aja." kata Ardiansyah pada Arletta. Tentu saja membuat Arletta tersenyum kikuk, malu dengan ucapan papa mertuanya.


"Papa ini gimana! katanya pengen dapetin cucu. Ya harus rajin lah bikinnya." sela Langit.


"Iya, tapi liat sikon dulu dong. Liat, menantu papa sampe pucat begitu." wajah Arletta memang terlihat sedikit pucat.


"Gak kok, cuma lemes aja." jawab Arletta.


"Makan yang banyak biar seger lagi." Ardiansyah memanggil salah satu pelayannya untuk menghidangkan makan sehat serta buah-buahan sebagai pelengkapnya.


"O iya, kapan berangkat ke Kashmir?" tanya Ardiansyah yang tahu jika putra dan menantunya akan pergi bulan madu ke Kashmir.


"Besok pah." jawab Langit.


"Gak pengin ke Maldives? papa siapkan kalau mau." dengan senang hati Ardiansyah memberikan paket bulan madu anaknya.


"Nanti aja pah, kerjaan Langit banyak, Arlet juga masih kuliah." kata Langit.


"Loh.. bukannya Arlet udah cuti?" Ardiansyah.


"Belum pah, ngabisin semester ini dulu, tanggung." Arletta.


"Oh.. yaudah tunggu kalian punya banyak waktu. Nanti bilang aja ke papa.. kalian mau pergi ke mana. Biar papa yang siapin. Apa mau papa beliin private Jet kaya Bastian? biar gampang kalau mau pergi-pergi." umurnya sudah semakin tua, apapun akan ia lakukan untuk menyenangkan anak dan menantunya.


"Gak usah pah, kami belum butuh. Terimakasih papa udah baik sama Arletta." tolak Arletta secara halus.


"Gitu ya?" Ardiansyah mengangguk anggukan kepalanya. "Iya deh, belinya nanti aja kalo kalian udah ngasih cucu ke papa."


"Kak aku mau ke toilet bentar." pamit Arletta.


"Makanannya gak di abisin?" Langit.


"Udah kenyang kak." baru saja tiga langkah, tubuh Arletta limbung. Untung saja Langit dengan cepat menangkapnya, sehingga tubuh sang istri tidak terjatuh ke lantai.


"Arletta!!"


Arletta kehilangan kesadaran, tubuhnya begitu lemas. Mengetahui itu, Langit merasa bersalah karena telah membuat Arletta kelelahan. Bahkan semalam ia meminta jatah tanpa peduli jika Arletta kelelahan. Nafssu menghilang akal sehatnya.


Dokter pribadi keluarga Malhotra di datangkan untuk memeriksa kesehatan Arletta. Ucapan syukur terdengar ketika dokter Akhas mengatakan jika Arletta kemungkinan tengah mengandung.


"Akhirnya aku punya cucu." tentu saja kabar itu membuat hati Ardiansyah berbahagia. Pria tua itu sampai menyuruh pegawainya untuk membagikan uang pada orang yang membutuhkannya, sebagai tanda rasa syukur.


"Pah, kita harus memeriksa Arletta ke dokter kandungan dulu biar pasti." ucap Langit.


"Prediksi dokter Akhas selalu akurat. Pasti benar, Arletta mengandung cucu ku."


Langit memandang wajah Arletta. "Terimakasih sayang, mudah-mudahan anak kita beneran ada di sini." Langit mengusap perut rata Arletta.


Arletta tersadar. "Aku kenapa kak?" tanya Arletta.


"Arlet, terimakasih menantu.. kamu udah ngasih cucu ke papa." sela Ardiansyah yang bersemangat memberitahu kabar gembira itu.


"Ikh! papa nih.. harus nya aku yang kasih tau. Aku kan suaminya." gerutu Langit.


"Maaf, papa terlalu bersemangat."


"Beneran kak?" tanya Arletta.


Langit mengangguk, lalu memeluk erat tubuh istrinya. "Terimakasih sayang, kita akan punya baby." tak lupa Langit memberikan ribuan kecupan di wajah istrinya. Arletta menangis haru mendengar kabar gembira itu. Sebentar lagi, ada seorang anak yang akan hadir di kehidupan mereka, menambah kebahagiaan dalam rumah tangga yang baru mereka jalani.


- TAMAT -


...Selanjutnya mari kita ikuti kisah King Haidar yang akan segera launching. Terimakasih atas dukungan kalian....


...🙏🙏🙏🙏...