
Pesta telah usai, Langit segera membawa Arletta ke salah satu kamar hotel itu untuk beristirahat. Menyapa para tamu undangan yang tidaklah sedikit membuat kedua pengantin itu kelelahan. Lewat pesta itu, pernikahan mereka sudah di publikasikan. Arletta sudah dikenal sebagai istri dari Raj Malhotra. Begitu pun sebaliknya, Raj Malhotra sudah berganti status sebagai seorang suami dari Arletta.
"Ini malam pertama kita." Langit melirik ranjang yang penuh dengan kelompok bunga. Fasilitas yang memang di berikan dari hotel untuk sepasang pengantin baru, meski pernikahan mereka tak baru lagi.
"Bukan malam pertama! kita udah berulang kali melakukannya kak." ucap Arletta. Wanita yang telah resmi menjadi nyonya Malhotra itu sibuk melepaskan aksesoris yang menempel di kepala serta gaun pengantinnya.
Langit terkekeh, membenarkan ucapan Arletta. "Aku bantu." Langit mendekat, membantu melepaskan gaun pengantin Arletta. "Meski bukan untuk yang pertama, tapi suasana tetep kaya pengantin baru." ucapnya. Punggung mulus Arletta yang terpangpang nyata di depannya menggerakan Langit untuk mencummbunya
"Aku mandi dulu kak." ucap Arletta. Tubuhnya terasa lengket, tidak percaya diri jika sang suami menyantapnya dalam keadaan tidak segar dan wangi.
"Mandi bareng." Langit segera menggendong Arletta, membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Arletta tidak menolak permintaan suaminya.
"Aku mau gaya baru. Pasti luar biasa." Langit membawa tubuh Arletta ke dalam bathtub beserta dirinya, berendam di air hangat. Tubuh polos sang istri menjadi santapan lezat bagi pria yang tak pernah puas menjamah tubuh itu.
Sentuhan Langit membuat Arletta mendessah nikmat. "Kak.." Kedua tangannya meremmas kepala suaminya yang terbenam di dadanya, menikmati squishy yang makin hari semakin berkembang karena ulahnya.
"Kamu di atas." tubuh Arletta terangkat dan didudukan di atas pahanya.
"Aku gak bisa kak." ucapnya malu-malu. Meski sering kali bercinta dengan suaminya, Arletta belum pernah memimpin permainan.
"Di coba dulu, pasti bisa." Langit mengarahkan intinya untuk menerobos masuk ke dalam. Arletta tercekik ketika tubuh bagian bawahnya terasa sangat penuh.
"Mulai bergoyang!" perintah Langit. Kedua matanya terpejam menikmati permainan Arletta. Perlahan gerakan yang kaku menjadi liar ketika Arletta menemukan titik kenikmatan. Keduanya mengeram bersamaan saat mencapai pelepasan.
"Kamu semakin pintar." pujian keluar dari bibir Langit untuk permainan pertama istrinya yang berakhir luar biasa.
"Kamu kedinginan, kita lanjut di ranjang saja."
"Belum puas juga?"
Langit menggeleng. " Belum. Tiga kali baru puas."
***
Sebelum berangkat ke India untuk merayakan pesta selanjutnya. Arletta meminta Soraya menemaninya bertemu dengan wanita yang bernama Alesya. Wanita yang sudah berani menggoda suaminya.
"Elu ngapain kesini?" tanya Soraya yang melihat kedatangan Arletta di rumahnya. Soraya pikir, Arletta akan menghabiskan waktu bersama suaminya.
"Kita samperin cewek yang lu bilang itu! gue mau kasih perhitungan!" ucap Arletta menggebu.
Seusai sarapan pagi, Arletta memutuskan untuk menemui Soraya. Alasan yang bagus untuk menghindari Langit, agar terbebas dari terkaman suaminya.
"Gue masih ngantuk Let." ucap Soraya.
"Ini udah siang Ra!"
"Besok aja napa kita ngelabrak cewek itu." Soraya.
"Besok gak ada waktu, gue mau cabut ke India."
"Ck! yaudah deh tunggu. Gue mandi dulu."
Soraya sudah rapi dengan pakaian santainya. Mereka berdua akan mendatangi Alesya di lokasi shooting yang kebetulan dekat, tidak berada di luar kota.
Kedatangan Arletta dan Soraya menjadi pusat perhatian semua crew. Siapa yang tak mengenal Arletta dan Soraya?
Arletta adalah putri dari artis lawas terkenal di negri ini. Serta statusnya yang saat ini sudah menjadi istri produser muda yang terkenal di negri Bollywood, Raj Malhotra. Soraya, salah satu cucu pemilik rumah produksi Haidar Productions.
Sutradara yang mengenal mereka menghampiri, menanyakan maksud kedatangan mereka ke lokasi shooting. Soraya menanggapi sutradara itu, sedangkan Arletta menghampiri Alesya yang tengah duduk sembari di rias.
Wanita itu terkejut dengan kedatangan Arletta, istri dari pria yang akan menjadi targetnya. Mendapati kenyataan Langit sudah mempunyai istri, tidak mengurungkan niat Alesya untuk mendekati pria mapan itu.
"Iya." jawab Alesya santai.
"Gue kasih peringatan sama elu ya! jangan deketin laki gue."
"Kenapa? elu takut, pak Raj berpaling ama gue?" bukannya takut, Alesya malah sebaliknya, terdengar menantang.
"Cih! laki gue gak bakal tertarik ama elu."
"Terus?" Alesya.
Arletta tersenyum miring, lalu mendekat dan berbisik. "Gue cuma gak mau ada batu krikil gangguin rumah tangga gue. Kalo elu masih tetep nekad ganjen ama laki gue. Udah gue pastiin, lu bakal di depak dari dunia entertainment." ancam Arletta.
Semalam seusia kegiatannya bercinta dengan Langit, Alesya mengirim pesan video tak senonoh pada ponsel suaminya. Bukan hanya itu, Alesya terang-terangan bersedia menawarkan diri menjadi simpanan Langit. Untung saja Arletta yang membuka pesan itu. Arletta pun harus segera bertindak cepat agar Alesya enyah dari kehidupan suaminya.
"Liat aja besok, berita buruk bakal elu dengar!" wajah Alesya pucat pasi mendengar ucapan Arletta yang terdengar seperti sebuah ancaman.
***
Tiba di India, Langit dan Arletta di sambut dengan meriah oleh sanak keluarga besar Malhotra. Arletta memakai kain saree yang sangat indah. Perut dan bahu mulusnya terekspos, menambah kecantikan Arletta.
Bunga-bunga bertaburan seiring langkah Langit dan Arletta memasuki mansion keluarga Malhotra. Tarian dan nyanyian meramaikan acara penyambutan pengantin baru itu.
Sebuah kendi berisikan beras harus Arletta sentuh dengan kakinya sembari melangkah masuk lebih dalam ke mansion. Tak lupa Langit menyematkan Sindoor di kening istrinya.
Arletta begitu terpana dengan pesta penyambutan kedatangannya. Benar-benar nyata, seperti apa yang ia lihat di film Bollywood.
Semua mulut memuji kecantikan Arletta, sangat pantas menjadi menantu keluarga Malhotra. Arletta hanya bisa menebar senyum sembari menunduk, ketika semua orang bergantian mengitari kepalanya dengan lembaran Rupee yang tidaklah sedikit. Lehernya pun sudah di penuhi dengan kalung bunga, membuatnya susah menengokan kepalanya.
"Kak, berat" keluh Arletta pada suaminya.
Langit terkekeh, lalu menyingkirkan kalung bunga dari leher sang istri, menyisakan hanya satu. "Kamu suka? apa bosen? " tanya Langit.
"Aku suka. Seru banget."
"Sebentar lagi selsai, sabar ya." Langit mengelus punggung tangan Arletta.
"Kak --" belum selesai bicara, Arletta sudah di tarik untuk ikut menari bersama. Awalnya Arletta canggung, gugup, tidak mengerti. Namun perlahan ia memperhatikan orang dan meniru tariannya. Tawa lepas menghiasi wajah cantik Arletta. Terlihat sangat bahagia.
"Ya ampun kak, bagus banget." Lagi-lagi Arletta terkagum dengan keindahan kamar mereka yang sudah di hias sangat indah. "Kayak di film film yang aku tonton." Ranjang yang di hiasi bunga dan kain kelambu yang mengitarinya. "Romantis banget." Bukan hanya itu, balok kamar yang sangat luas di hiasi dengan lilin-lilin. Jendela besar yang terbuka membuat angin sepoi-sepoi membelah kain gorden hingga melambai-lambai kesana kemari.
"Kita bakal masuk angin nih kalo jendelanya di buka terus." ucap Arletta. Pemandangan Langit yang di penuhi bintang menemani sepasang pengantin itu.
"Yaudah di tutup aja." Langit.
"Jangan, justru itu yang bikin suasana gimana gitu.. hihi.." Arletta terkikik geli.
Langit mendekat, lalu berbisik. "Bagaimana kalo kita bercinta di balkon."
"Ish.. nanti ada yang liat."
"Gak bakal! Tuh.. liat.." Langit menunjuk sofa besar yang ada di balkon. Ada sebuah kain seperti tenda yang mengelilingi dan mempercantik nya. Arletta tersenyum malu-malu, lalu mengangguk setuju.
"Papa sangat bisa di andalkan!"
Bersambung...