Raj Malhotra, I Love You!

Raj Malhotra, I Love You!
Usaha Langit



Seminggu sudah Arletta mendapatkan perawatan di rumah. Bastian mendatangkan psikiater terbaik untuk membantu menyembuhkan putrinya. Namun kondisi Arletta masih sama. Tidak mau membuka suara atau bergerak sedikit pun.


"Sus, apa Arlet sudah mau makan?" Clara menanyakan keadaan putrinya pada suster yang bertugas merawat Arletta.


"Hanya mau makan sedikit bu." jawab suster. Clara mengangguk. Lalu mendekat ke putrinya yang duduk di kursi roda.


"Sayang.." Clara membelai rambut Arletta. "Sampai kapan kamu mau begini, kembalilah nak, mami merindukan mu." Clara menitihkan air matanya. Kondisi putrinya benar-benar memprihatinkan. Raganya ada bersama mereka, lengkap tidak kurang suatu apapun, tapi jiwanya seolah terkunci rapat di dalam sana.


"Baju mu basah, mami gantiin ya.."


Clara membuka baju yang di kenakan Arletta, menggantinya dengan yang bersih. Tidak lupa menyisir rambut putrinya, lalu mengoleskan lipbalm pada bibir yang selalu terlihat pucat. "Anak mami harus selalu terlihat cantik." ucapnya.


"Sayang.." Bastian menghampiri istrinya.


"Mas.." Clara menoleh. "Kapan Arlet sembuh mas?" Kedua mata Clara sudah berkaca-kaca, tak kuasa melihat keterpurukan putrinya.


Bastian memberikan pelukan erat pada sang istri, memberikan ketenangan. Bastian sudah mengusahakan yang terbaik untuk putrinya, mendatangkan psikiater terbaik dari Singapore. Namun jika Arletta sendiri tidak menginginkan untuk kembali, semua akan sulit.


"Putri kita pasti akan sembuh.. tenanglah.." Bastian.


***


"Ijinkan aku menemui Arlet." sudah berulang kali Langit meminta ijin pada Kenzo untuk menemui Arletta.


Kenzo tersenyum sinis."Untuk apa kamu menemui adikku! semua itu karena ulah mu!" Kenzo tak menyangka jika Langit penyebab keadaan Arletta saat ini. Hubungan yang semula baik-baik saja di antara keduanya menjadi renggang. "Tega sekali menyakiti adik ku, kalau emang gak cinta, gak punya rasa, jangan memberi harapan palsu." sungut Kenzo.


"Sudah ku bilang, semua itu gak bener. Kalian salah paham." sela Langit.


"Bener atau gak, semua udah terjadi! Arlet tersakiti karena mu!" tidak mau berdebat lebih panjang lagi dengan Langit, Kenzo memilih pergi meninggalkan pria itu.


Langit hanya bisa menghela nafasnya panjang, ia pikir meminta bantuan pada Kenzo akan mempermudah dirinya masuk ke dalam rumah itu, dan menemui Arletta. Langit kesulitan untuk bisa masuk ke dalam kediaman Alexander, beberapa pengawal di perintahkan untuk menghalau pria yang bernama Langit atau Raj Malhotra masuk ke dalam rumah itu.


Tidak mau menyerah begitu saja, Langit menemui Soraya untuk membantu dirinya. Awalnya Soraya menolak untuk bertemu dengan nya, tapi dengan segala permohonan dan bujukkannya, Soraya mau menemuinya.


"Untuk apa kakak ingin bertemu dengan Arlet?" Soraya masih kecewa dengan Langit yang ternyata sudah bertunangan dengan wanita lain dan membohongi Arletta.


"Aku ingin tahu keadaan Arletta. Apa dia baik-baik saja? bantu aku menemuinya." tanya Langit dengan cemas.


"Keadaan Arlet semakin memburuk dan itu semua karena kakak!" Soraya.


"Aku akan bertanggung jawab, bantulah aku menemuinya."


"Itu sulit kak, ada kak Benz dan uncle Bastian, kakak harus minta ijin dulu pada mereka. Aku gak bisa bantu kakak." ucap Soraya.


"Benzema terlalu marah pada ku." Langit berulang kali menemui Benzema untuk meminta maaf dan meminta ijin untuk menemui Arletta, jangankan memberi ijin, menemuinya saja tidak. Kedatangan Langit di abaikan oleh Benzema.


"Temui uncle Bastian." saran Soraya.


"Iya, aku akan menemui uncle Bastian meski rasanya mustahil dia memberi ijin pada ku. Tapi aku akan mencobanya." Langit sedikit tahu sifat dari Bastian yang sama persis seperti Benzema. Tidak mudah menaklukkan pria paruh baya itu.


"Ide bagus, secepatnya aku akan temui Onti Clara." ucap Langit bersemangat.


"Nanti akan ku usahakan. Tunggu kabar dari ku kak." Soraya akan mengusahakan mempertemukan Langit dan Clara.


"Terima kasih banyak Sora.."


***


Sesuai dengan info yang ia dapatkan dari Soraya, jika Clara sedang berada di luar, tepatnya di sebuah cafe. Clara bertemu dengan kawan lama, yang dulu pernah mengalami kondisi seperti Arletta. Clara menanyakan apa saja yang harus di lakukan agar Arletta segera pulih.


" Onti!" panggil Langit, rasanya canggung bila harus memanggil Clara dengan sebutan mami seperti dulu. Clara menghentikan langkahnya yang hendak keluar dari cafe, urusan dengan temannya sudah selesai.


"Langit." satu nama yang terucap mengingatkan jika pria itu adalah penyebab segalanya yang menimpa putrinya.


"Bisa kita bicara sebentar? onti.."


Clara mengangguk, lalu kembali duduk. Clara ingin memberi kesempatan pada Langit untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Maafkan saya onti. Karena saya, Arlet-- "


"Jelaskan saja! gak perlu basa-basi." ada rasa kesal pada pria yang sudah membuat hati putrinya hancur.


Langit menghirup nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya perlahan sebelum menceritakan semuanya. Langit berbicara sejujur-jujurnya, tidak ada yang kurang ataupun dilebihi. Langit berharap Clara akan mengerti, memaafkan, dan memberinya kesempatan untuk menemui Arletta.


"Saya menyesal, dan ingin memperbaikinya."


Mendengar penjelasan dari Langit, membuat Clara mengerti. Bagaimanapun juga dia sudah lama bergelut di dunia entertainment. Jadi tidak heran lagi kalau ada skenario yang memang di butuhkan untuk menunjang karirnya.


"Jangan khawatir, saya sudah menyelesaikan hubungan dengannya. Sandiwara itu sudah berakhir. " meski harus rugi milyaran rupee, Langit memutuskan hubungan pertunangannya dengan Neelam. Dan memberitahu pada awak media jika hubungan itu adalah kepalsuan.


"Apa kata-katamu bisa di percaya?" Clara.


Langit mengangguk dengan cepat."Iya."


"Apa kamu benar-benar mencintai putri ku? kalau hanya sekedar kasihan, sebaiknya jangan memberi harapan palsu, karena itu sangat menyakitkan."


"Saya sangat mencintai Arletta, dan cinta saya bukan kebohongan belaka."


"Onti pegang kata-kata mu! onti akan usahakan kamu menemui Arlet."


Langit tersenyum, secercah harapan menghampirinya. "Arlet kita akan bertemu.."


Bersambung...


gusy.. maaf baru bisa up. Beberapa hari ini otor lagi gak enak badan. Meriang, batuk, pilek.. jadi gak bisa nulis. di atas kalau ada typo atau ada kalimat susah dimengerti di maklumi ya.. otor maksa nulisnya😁jadi kalo belum up, brarti otor masih ngringkuk di kasur.