
mengingat semuanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
( Gue gak boleh sedih , gue juga gak boleh lemah , gue harus kuat demi momy dan gue juga harus kuat demi abang-abang , Kakak dan sahabat-sahabat gue , gue gak boleh nangis seperti ini , dan gue harus yakin bahwa kebahagiaan pasti akan menghampiri gue , walaupun gue tidak tau itu kapan itu akan terjadi , selama ini yang gue jalanin hanya kesedihan , kekecwaan , kebencian dan dendam , huff gue harus semangat dan jangan sampai gue mengecewakan semua orang-orang yang berada di dekat gue ) batin Queena.
Saat Queena sadar dari lamunannya dia menghapus air matanya , saat dia sedang menghapus air mata nya , dia merasakan ada cairan yang keluar dari hidungnya , Queena penasaran dan di lihatnya, ternyata yang keluar dari hidung nya darah.
( Darah ) batin Queena sendu melihat darah yang berada di jarinya.
" Gue harap ini adalah darah terakhir yang keluar dari hidung gue ". gumam Queena sedih.
Queena menghapus darah yang keluar dari hidung nya , tetapi darah nya masih saja keluar.
" Oh shitt , bagaimana ini , gue gak ada bawa tissue lagi , di sini juga mana ada orang jualan tissue ". gumam Queena kesal dan terus menghapus darah yang keluar dari hidung nya.
" Ambil ". ucap seseorang menyodorkan air mineral dan sapu tangan.
Queena mengangkat kepalanya dia kaget ternyata yang berada di depannya sekarang adalah Arkan , Queena ragu untuk mengambil sapu tangan dari Arkan.
" Ambil Lo perlu sapu tangan ini ". ucap Arkan datar.
Queena akhirnya mengambil sapu tangan dari tangannya Arkan.
" Dan ini air mineral buat cuci tangan Lo , Lo cuci aja tangan Lo pakai air mineral ini ". ucap Arkan lagi.
Queena mengangguk dan mengambil air mineral dari Arkan , Queena membersih kan tangannya yang penuh dengan darah mimisan.
" Thanks ". ucap Queena tulus.
" Hmm ". jawab Arkan datar.
" Gue duluan ". pamit Queena pada arkan dan berlalu pergi dari hadapan Arkan.
" Kenapa dia kelihatan sangat terpukul dan sangat sedih sekali , sebenarnya apa yang sedang dia fikirkan , dan kenapa hidung nya mengeluarkan darah "?. gumam arkan khawatir.
" Kenapa gue jadi khawatir gini , dan kenapa dia sangat dingin dengan gue ? apa dia masih marah dengan gue karena kejadian waktu itu ". gumam arkan lagi
Arkan POV
gue lagi nenangin fikiran gue tentang Queena , karena gue ngerasa bersalah dengan dia saat kejadian waktu itu , gue juga gak tau kenapa gue jadi ngelakuin semua itu , saat gue lagi sibuk dengan fikiran gue , gue melihat perempuan yang baru saja datang ke danau tempat gue sekarang berada , gue terus memperhatikan dia dari jarak jauh tanpa dia sadari , dan gue lihat dia duduk di pinggir danau dan dia menatap lurus ke depan.
Gue lihat dia sedang melamun dan pandangan nya kosong , lama gue lihat dia melamun , dan gue lihat dia lagi menghapus air matanya , entah kenapa hati gue sakit saat melihat dia menangis , gue juga lihat betapa rapuhnya dia.
Dan tidak hanya itu yang gue lihat , gue kaget saat dia menghapus sesuatu dari hidungnya , pas gue perhatiin ternyata darah , gue sempat syok karena melihat dia mimisan , tanpa berfikir panjang gue mencari sapu tangan yang selalu gue bawa kemana mana dan gue menghampiri dia untuk memberikan sapu tangan gue dan air mineral untuk membersihkan tangannya.
.
.
.
.
.
{ Bersambung }
🤗 Vote sebanyak banyaknya guys
🤗 Jangan lupa like , komen dan rute bintang lima
tunggu update selanjutnya ya guys 📥