Queen Mafia

Queen Mafia
Bab 41



...----------------...


Rencana Kenzo dan kenzi


" Sebelum kita keluar dari rumah kita harus memastikan keadaan aman, dan kita juga harus sembunyiin semua berkas-berkas serta sesuatu yang penting dari rumah itu karena gue ngak mau mereka berdua menikmati harta keluarga alexander ". ucap kenzo sinis


" Gue setuju bang ,bagaimana besok pagi setelah kita pulang dari sini kita lihat keadaan mansion dulu , jika sudah keliahatan sepi kita cari semua berkas-berkas penting dan barang-barang yang berada di mansion tapi jangan sampai ketahuan dan berantakan setelah itu kita langsung pergi dari mansion dan gak usah bawa barang , yang perlu kita bawah hanya baju seragam sekolah saja , gmna bang ". usul kenzi menyergai


" Bagus juga ide Lo ". puji Kenzo yang juga


mnyergai


" Kita lihat saja sebahagia apa Dedy setelah kehilangan semua anaknya ". ucap kenzo lagi


Cukup lama mereka berbincang² dan akhirnya makanan mereka datang , mereka berdua pun makan dengan lahap karena sadari siang belom makan.


Setelah selesai makan mereka tertidur di sofa.


.


.


.


.


Di kediaman samudra


Arkan yang berada di balkon kamarnya sedang memikirkan Queena.


Dia bingun kenapa dia selalu memikirkan Queena.


"Sebenarnya Lo itu siapa ? gue tau Lo keluarga alexander putri semata wayang di keluarga alexander , tetapi gue bingung dari maksud lo di usir dan di fitnah , terus tentang balas dendam atas kematian nyokap Lo , yang gue tau dari Kenzo dan kenzi nyokap nya meninggal karena kecelakaan , terus kenapa juga Lo sangat membenci Sinta dan juga nyokap nya , dan Lo juga dingin bnget ke semua orang terkecuali dengan Abang angkat Lo , kakak angkat Lo dan juga sahabat Lo.


Gue yakin sepertinya beban hidup Lo sangat berat , sampai-sampai Lo kelihatan nya sangat frustasi tetapi Lo tutupi dengan wajah datar lo.


" Apakah ada yang Lo embunyiin ? gue ngerasa lo seperti perempuan misterius yang banyak sekali menyimpan rahasia". batin Arkan


Setelah lama dia larut dalam fikiran Queena , dia pun merasa ngantuk dan menutup jendela.


Tak berapa lama dia sudah tertidur.


.


.


.


.


Di kediaman alexander


" Mah aku punya kabar bahagia ". ucap Sinta girang kepada mamanya.


" Kabar apa itu sayang ? Sampai membuat kamu sangat senang sekali "?. tanya Diana


" Perempuan yang bernama Queena itu mah, aku dengar dari sahabat-sahabat nya di telpon seseorang terus mereka pada nangis mah , setelah aku perhatiin ternyata aku dengar , katanya Queena itu masuk rumah sakit mah ". ucap Sinta girang karna sangat bahagia.


" Benar mah , mamah tau gak perempuan itu masuk rumah sakit karena apa "?. tanya Sinta kepada mamah nya.


" Kenapa memangnya sayang "?. tanya Diana yang sudah mulai penasaran.


" Dia ketembak mah ". teriak Sinta yang snagat girang


" Apa ketembak "?. tanya Diana


" Hmm ". jawab Sinta mengangguk


" Huh semoga saja dia tidak selamat ". ucap Diana tersenyum miring.


" Aku juga berharap seperti itu mah ". jawab Sinta yang juga tersenyum miring.


" Apakah kamu tau dia di rawat dimana sayang ". tanya Diana


" Aku belum tau mah , dia di rawat di rumah sakit mana ". jawab Sinta


" Siapa yang di rawat "?. tanya Roy tiba-tiba yang membuat Sinta dan Diana gelagapan.


" Hmm , anu dad , teman aku yang di rawat dad , yah teman aku ". jawab Sinta gugup


" Iya mas , teman nya Sinta yang lagi di rawat , tapi Sinta masih belum tau dia di rawat di mana ". ucap Diana menimpali


( Huh yang benar aja dia teman gue ,gak sudi banget gue temanan sama tu perempuan **** ) batin Sinta


" Iya kan sayang "?. tanya Diana mengedipkan sebelah mata nya ke arah Sinta .


" Ah iya dad , mamah benar ". ucap Sinta membenarkan ucapan diana.


" Oh kalo begitu dad mandi dulu ya ". ucap Roy kepada Diana dan sinta.


" Iya mas , nanti sekalian aku siapin mas untuk makan malam ". ucap diana


Di dalam kamar Roy melamun , karena sadari tadi perasaan nya tidak enak , namun dia tidak tau apa yang membuatnya sehingga membuat perasaanya tidak enak.


( Apa ada terjadi sesuatu dengan keluarga ku? tapi siapa ? sedangkan kenzi dan kenzo sedang baik-baik saja , mereka bilang mereka lagi nginap di rumah temannya , lalu siapa ? apakah Adelia ? ) batin Roy


.


.


.


.


.


.


.


{ Bersambung }