Queen Mafia

Queen Mafia
Bab 44



Drama berakhir


...----------------...


Sedangkan diana sangat bahagia , karena dia bisa menguasai harta Alexander tanpa ada anak-anak Roy Martin Alexander pikir Diana.


" Kenapa anda diam anda ? apakah anda telah menyesali perbuatan anda hm ? saya rasa anda tidak menyesal dan tidak akan pernah menyesal atas perbuatan anda yang telah mengusir princes kami tanpa anda selidiki terlebih dahulu , apakah dia bersalah atau tidak ". ucap kenzo sinis


" kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya , apalagi waktu itu princes sudah berusaha menjelaskan namun tidak di dengarkan bahkan di tampar dan lebih parahnya di usir, saya rasa anda tidak akan pernah mendapatkan maaf dari princes bahkan anda tidak pantas di panggil Dedy oleh princes ". ucap kenzi mengejek


" Jangan pernah menganggap kami ada tuan Alexander , karena anda sangat bahagia bersama istri anda dan putri kesayangan anda ,kami berdua tidak ingin menganggu kebahgiaan kalian bertiga , jadi kami berdua memutuskan untuk pergi dari rumah ini , dan tuan tenang saja , kami pergi tidak membawa apa-apa , hanya baju yang di badan saja , untuk kunci mobil , ATM serta yang lain lainnya sudah kami tarok di atas nakas samping tempat tidur kami , dan ah ya kamar kami juga tidak kami kunci , jadi anda bisa melihat semuanya ". ucap kenzo


" Kalo tidak ada lagi hal yang penting , saya dan saudara saya pamit keluar tuan , nyonya dan nona Alexander, jika ada apa-apa kalian tak perlu menghubungi kami , karena kami sidah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan anda tuan alexander , selamat menikmati hari-hari yang sangat indah bersama istri dan anak tercinta anda tuan Alexander ". pamit Kenzo


" Permisi ". ucap kenzo dan kenzi


( Baguslah kalo mereka sudah pergi dari rumah ini , jadi aku tidak perlu jaga image ku di hadapan mereka , dan aku bebas berbuat apa-apa di rumah ini , huh sangat menyenangkan ) batin Diana yang sangat senang akan kepergian si kembar dari rumah.


( Belum sempat gue mengambil hati mereka berdua , mereka berdua malah pergi dari sini ,bagaimana gue bisa mendapat kasih sayang serta perhatian mereka ke gue , gue kan mau pamer ke teman-teman kalo gue adalah adek kesayangan mereka berdua , tapi mereka berdua susah sekali untuk di dekatin , sangat menyebalkan , tapi walaupun mereka berdua sudah pergi dari rumah ini , gue nggak boleh putus asa , gue akan mencari perhatian nya saat di sekolah , walaupun mereka sudah tidak tinggal di sini lagi , tapi kan gue masih bisa ketemu mereka berdua di sekolah tidak mungkin kan mereka berdua juga pindah sekolah ) batin Sinta.


( Apa benar yang di ucapkan mereka ? aku tidak pantas di sebut Dedy ?) batin Roy


( *Kalo gak karena harta kamu Roy ,gak akan aku berdrama terus menerus seperti ini , huft sabar Diana , sedikit lagi kamu pasti bisa mengambil semua yang kamu inginkan ) batin Diana menyemangatkan dirinya sendiri.


( Untuk sekarang gue fokus cari perhatian Dedy saja , biar dia semakin sayang sama gue dan melupakan kasih sayang nya kepada anak-anaknya , ini kesempatan gue untuk mendapatkan kasih sayang Dedy seutuhnya ) batin Sinta menyerigai*.


.


.


.


.


.


.


{ Bersambung }