Queen Mafia

Queen Mafia
Bab 65



Apa dia marah


...----------------...


Setelah kepergian Sinta ddk semua siswa siswi juga melanjutkan makan , terkecuali Queena yang sedang berdiri ingin pergi dari kantin karena dia sudah tidak bernafsu lagi untuk makan.


Queena yang hendak berdiri pun di cegah oleh Arkan.


" Mau kemana lo "?. tanya arkan


" Bukan urusan Lo ". bentak Queena melepas lengan Arkan dari lengannya , dan pergi meninggalkan kantin.


( apa dia marah sama gue ? gue juga nggk tau kenapa gue melakukan itu kepadanya ) batin Arkan frustasi


" Lo keterlaluan Arkan ". ucap kenzo yang juga berdiri dan pergi dari kantin.


" Perlakuan lo seperti itu terhadap princes gue , sama aja lo secara tidak langsung melecehkan nya secara perlahan , gue gak nyangka sama Lo Arkan , lo yang dingin dan cuek ternyata bisa melakukan yang tidak sewajarnya dilakukan lo ". ucap Kenzi pedas dan juga pergi meninggalkan kantin menyusul kenzo.


" Lo kenapa melakukan itu Arkan , lihat Kenzo dan kenzi kecewa dengan lo , bukan cuma mereka berdua yang kecewa , gue juga kecewa dengan lo ". ucap Ardan dingin.


" Perempuan harusnya di jaga bukan untuk di rusak , camkan Arkan ". ucap Faruk datar


Ardan dan Faruk pergi meninggalkan arkan yang termenung di kantin.


Aninda dan fanesa yang melihat raut kekecewaan di wajah Ardan dan Faruk pergi menyusul mereka.


Begitupun juga dengan Angel dan dan Farah yang sudah dari tadi menyusul kenzo dan kenzi.


" Jangan pernah lo sentuh baby kami lagi ". ucap Tian dan Dian yang juga meninggalkan arkan.


Kini tinggallah Arkan sendiri yang berada di kantin merenungi kesalahan nya , dia juga bingung dengan dirinya sendiri , kenapa dia marah saat Queena di rendahkan oleh Sinta , dan kenapa dia tidak rela Queena berhubungan dengan lelaki lain , dia juga tidak menyangka kenapa dia mengatakan bahwa Queena adalah wanitanya , dan dengan beraninya mencium Queena di hadapan semua orang.


" Kenapa gue jadi seperti ini ? kenapa gue melakukan hal yang tidak pernah gue bayangkan sebelumnya "?. frustasi Arkan


" Gue harus minta maaf dengannya ". gumam arkan dan pergi dari kantin untuk mencari Queena.


Sedangkan Queena sudah tidak berada di sekolah lagi , dia pergi meninggalkan sekolah dengan di jemput oleh Angga , karena dia yang menelpon Angga untuk menjemputnya.


Mereka semua masih mengelilingi sekolah untuk mencari keberadaan Queena, sesekali mereka bertanya kepada siswa lain , sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk melihat ke parkiran apakah mobil Queena masih ada , dan ternyata mobilnya masih berada di parkiran , terus kemana Queena pergi fikir mereka.


" Ngapain lo "?. tanya Kenzo sinis


" Ga ". jawab Arkan datar


" Ini semua gara-gara lo , kalo bukan karena lo , gak mungkin princes gue menghilang "!. bentak kenzo yang ingin menghajar Arkan namun di tahan oleh Angel.


" Sudah bang kenzo lo jangan emosi , emosi tidak akan menyelesaikan masalah , lagian juga pasti bang Arkan gak sengaja melakukan karena rifleks ". ucap Angel menenangkan kenzo.


" Gak sengaja apaan , jelas-jelas dia sengaja melakukan nya ". jawab Kenzi yang juga sangat emosi.


" Kalian kenapa sih , jangan seperti anak kecil coba , kalo ada masalah itu di selesaikan dengan baik dan kepala dingin , kalian gak malu semua orang menatap kalian hah ! kalian itu sahabat seharusnya kalian saling memahami satu sama lain apa yang sedang diperbuat sahabat kita , jika dia salah tegur , begitu juga dengan bang Arkan , bang Arkan pasti mempunyai alasan tersendiri kenapa dia melakukan itu , jika kalian seperti ini malah membuat kalian saling bermusuhan dan pastinya Queena akan membenci kalian , terutama bang kenzo dan bang kenzi , kalian berdua sudah mendapatkan kepercayaan nya , jangan sampai kalian mengecewakan nya lagi ". ucap Farah panjang lebar membuat mereka terunggun dengan perkataan Farah yang sangat dewasa.


" Gue minta maaf Arkan ". ucap kenzi dan kenzo mengalah.


" gak , kalian gak salah , gue yang salah ". jawab Arkan


" kita juga minta maaf Arkan ". ucap mereka serentak.


" tapi Lo jangan ulangin lagi ". ucap Ardan


" Apa alasan Lo jadi ngelakuin itu kepada baby "?. tanya Tian dingin.


" Gue ...


.


.


.


.


.


.


{ Bersambung }