
Kemarahan Sinta
...----------------...
Sinta yang sudah sangat malu pun semakin benci kepada Queena , Sinta pun menumpahkan air jeruk ke kepala Queena dan menampar kedua pipi Queena.
Plakk
Plakk
" Ini pasti gara gara lo kan ? lo yang udah ngerebut Abang gue dari gue , dan gara gara lo juga gue di bikin malu dengan Abang gue , mau lo itu apa hah "!. bentak sinta menunjuk ke arah Queena.
" Lo apa-apaan sih Sinta , main nampar-nampar orang aja , lo itu hanya anak tiri gak usah belagu ". ucap angel pedas
" Lo nggak usah ikut campur "!. bentak sinta menunjuk angel
" Asal kalian tau biarpun gue hanya anak tiri , tapi gue punya segalanya , Dedy Roy aja sangat menyayangi gue , dan apapun yang gue inginkan akan diberikan dia , gue minta kalian di keluarin dari sekolah ini pun juga bisa ". bentak sinta
" Anak angkat aja belagu lo mau ngeluarin kita , Kita gak masalah , malahan kita dengan senang hati keluar dari sekolah ini karena kita gak liat muka cabe cabe an lo pada , dan oh ya lo mau ngeluarin kami kan ? coba aja kalo bisa , secarakan walaupun kamu bad girl tapi kami jenius mana mungkin guru-guru dan kepala sekolah mau ngeluarin kita , yang ada lo pada yang di hampas nya jauh-jauh , soalnya lo pada punya otak pas pas an sok lagi ". ucap Aninda tak kalah pedas.
" Pedas amat neng mulutnya ".celetuk Ardan
" Diam lo ". sinis Aninda
" Dan lo gak usah sok berkuasa , karena di atas langit masih ada langit , lagian itu juga harta Dedy lo , ups maksudnya Dedy tiri lo aja bangga , yang seharusnya lo bangain itu harta hasil jerih payah nya lo sendiri bukan hasil jerih payah orang lain , itu pun lo masih gak bersyukur malah masih ******** di club malam ". sinis fanesa
Sinta sudah sangat geram karena di permalukan berkali kali lipat.
Dia pun ingin menampar Queena lagi namun tangannya di cekal oleh Arkan.
" Jauhin tangan kotor lo dari dia ". ucap Arkan dingin dan menghempas tangannya , setelah itu Arkan membersihkan tangannya dengan tissue.
oh gue tau , nyokap lo pasti gak ngajarin lo sopan santun kan , makanya lo jadi anak pembawa sial". teriak Sinta
Sudah cukup Queena bersabar , dan kini kesabaran nya sudah habis , apalagi ini menyangkut tentang momy nya yang di jelek-jelek kan , Kenzo dan kenzi sebenarnya juga sangat marah dengan omongan Sinta yang menjelekkan momy mereka.
Queena memejamkan matanya dan setelah itu dia membuka matanya , matanya berubah menjadi warna merah darah altar ego Queena ( Lia ) keluar dan menguasai tubuh Queena.
Queena maju ke arah Sinta dengan tatapan Yang sangat tajam dan mengeluarkan aura seperti aura yang sudah siap menerkam musuhnya.
Atmosfer kantin pun kini berubah menjadi sangat menyeramkan , siswa dan siswi pun merinding , mereka semua yang melihat mata Queena menjadi bungkam , dan tidak ingin mengusik ketenangan Queena ddk jika tidak ingin kenak masalah begitulah pikir mereka.
Queena semakin berjalan ke arah Sinta , sedangkan Sinta terus mundur karena merasa ketakutan dengan aura yang di keluarkan Queena.
Queena pun sampai di hadapan Sinta dann ......
.
.
.
.
.
.
.
{ Bersambung }