
Kemarahan Queena
...----------------...
" Lo hina gue Queena , gue gak masalah ! tapi kalo lo bawa bawa nyokap Queena , lo gak akan gue maafin "!. bentak Lia altar ego Queena
*Plakk
plakk*
Dua tamparan yang di berikan Queena kepada Sinta dan mengenai kedua pipi Sinta membuat sudut bibir nya berdarah.
" Heh lo apa an hah "!. bentak Agnes tidak terima Sinta di tampar oleh Queena.
" Kenapa , lo gak rela teman lo gue tampar "?. ucap Lia menatap tajam Agnes
" Kalo lo gak terima gue bisa ngasih tamparan buat lo ". ucap Lia menyergai dan membuat Agnes meneguk salivanya.
" Jangan ikut campur kalo kalian ingin aman ". ucap Queena
" Dasar ****** , lo bukan Queena , lo iblis ". maki Sinta
" Oh , perkenalkan nama gue Lia dan nyawa lo udah di ambang kematian , lo masih aja sombong , lo nggak nyadar sebenarnya lo itu hanya seorang benalu yang hinggap di keluarga alexander , dan sebenarnya lo itu gak punya apa-apa tapi lo dengan PD nya menyombongkan semua yang tidak lo milikin sama sekali ". sinis Lia
" Dan lo tadi menghina nyokap nya Queena ***** kan ?
" Kalo nyokap Queena seorang ****** terus apa kabarnya dengan Diana yang seorang pembunuh hanya karena ingin menjadi nyonya Alexander dan merampas semua harta kekayaan keluarga Alexander ". ucap Lia mengejek
" Lo itu hak jauh beda dari sampah "!. bentak Queena lagi
" Dan ah ya , lo bilang gue iblis kan ? gue memang iblis dan lo udah bangunin iblis ". ucap lia menyergai
" Dasar anak pembawa sial Lo , nyokap Lo mati karena Lo ****** , bahkan nyokap Lo aja udah lebih ****** dari Lo main percaya sama orang luar , jadi bukan kesalahan gue dan nyokap gue dong , kalo kami tinggal di mansion Alexander ". ucap Sinta soambong.
" Jadi benar Lo hanya anak tiri Sinta "?. tanya Agnes
" Gue kira Lo memang anak dari tuan Alexander ". ucap fely
" Berarti selama ini kita semua Lo bohongin Sinta ". bentak Bella
" Gue gak mau temanan sama anak orang pembunuh ". ucap Aurel
" Lo semua apa apaan hah ! gue ini teman lo "!. bentak sinta
" Lo bukan teman kita , Lo hanya seorang anak pembunuh dan pantes aja Lo nge****** karena nyokap Lo aja ****** pasti Lo gak tau bokap lo siapa dan pantesan aja nyokap Lo membunuh nyonya Alexander karena mungkin nyokap Lo udah bosan nge****** ". bentak Bella
" Heh kalian sadar dong , kalian juga ****** ". maki Sinta balik
" Udah DRAMA nya "?. tanya lia dingin
" Mau apa lagi Lo hah ! belum luas Lo udah nampar dan bikin gue malu "!. bentak sinta
" Karena yang Lo alamin sekarang ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit hatinya Queena dan nyokap nya selama ini , jadi Lo dan nyokap Lo harus ngerasain balasan yang setimpal bahkan lebih dari apa yang Queena dan nyokap nya rasain selama ini "!. bentak Lia dingin
Queena / Lia mengambil pisau lipat dari balik kantong rok nya dan dia mengoreskan nya di lengan Sinta.
" Tangan ini bakal gue ukir dengan indah karena udah nampar Queena ". ucap Lia menyergai
Lia pun mulai menggoreskan pisau lipatnya di lengan Sinta , Sinta hanya bisa meringis dan meminta tolong , tetapi tidak ada yang berniat menolongnya karena mereka gak ada yang suka dengan Sinta , bahkan teman Sinta pun hanya diam tanpa berniat membantu Sinta.
Setelah menggoreskan pisau nya Lia menampar sinta berkali kali dan memukulnya tanpa ampun bahkan kedua tangan dan kedua kaki Sinta sudah patah karena perbuatan Lia , semua orang yang melihat bergedik ngeri.
" Bagaimana ini kalo queena benaran bunuh Sinta di sini , nanti yang ada dia akan dapat masalah". ucap Angel khawatir
" Gue gak bisa bantuin Queena , karena sekarang Lia yang nguasain tubuh Queena ". ucap Farah yang juga khawatir
" Bagaimana ini ". khawatir Aninda
" Keren banget Queena , rasa liat pertunjukan Ironman yang lagi bertarung gue ". celetuk Ardan ngelawak
" Eh bocah , lo tu ya orang keadaan lagi ganting gini masih sempat sempatnya lo ngelawak ". ucap Faruk menatap tajam Ardan.
" Queena hentikan pliss , nanti kamu kenak masalah sayang ". teriak Kenzo
" Pliss hentikan Queena ". teriak Kenzi
" Kalian jangan ikut campur ". ucap Lia dingin tanpa menoleh ke arah mereka.
Arkan yang sadari tadi diam dan melihat semua yang dilakukan Queena pun menjadi takut dan khawatir dengan keadaan Queena dan khawatir Queena akan dapat masalah.
Arkan berjalan menghampiri Queena.
" Lo mau kemana Arkan ? jangan aneh aneh lo , kita berempat aja gak bisa nenangin Queena kalo sudah altar ego nya keluar apalagi lo ". ucap Angel
Arkan tidak menghiraukan ucapan Angel dan masih berjalan ke arah Queena , saat sudah sampai di belakang Queena dan .......
.
.
.
.
.
.
.
{ Bersambung }