
Rumah sakit
...----------------...
Queena terbangun dari tidur nyenyak nya , Queena membuka kedua matanya untuk menyesuaikan sinar matahari pagi yang begitu cerah.
Setelah Queena sadar sepenuhnya dia melihat ke samping , dan dia menemukan Kevin dan Kelvin yang masih tertidur pulas, dia tidak tega membangunkan Kelvin dan Kevin.
Queena pun melepaskan selang infusnya yang berada di tangan kirinya , setelah terlepas darah mengalir dari tangan Queena , tetapi dia tidak merasakan sakit ataupun perih , Queena bangun dari tidurnya dan berdiri dari brankar , dia berjalan ke arah kamar mandi , untuk membersihkan diri.
Kevin dan Kelvin terbangun karena mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi , dan karena silau yang mengarah ke arah mereka.
Setelah Kevin dan Kelvin bangun sepenuhnya dan menyesuaikan cahaya yang mengenai wajah mereka , mereka melihat ke arah brankar , dan betapa tekejutnya mereka berdua tidak menemukan Queena yang berada di atas brankar , serta darah yang berceceran.
Kevin dan Kelvin mengikuti darah yang menetes , sampai pada akhirnya mereka berhenti di depan pintu kamar mandi , mereka berdua sangat yakin , kalo yang mereka lihat adalah darah dari tangan Queena yang selang infusnya pasti di lepas.
Lama mereka menunggu di depan kamar mandi dengan muka kesal dan marah.
Beberapa menit kemudian Queena keluar dari kamar mandi , setelah hampir dua jam Kevin dan Kelvin menunggu nya di depan pintu kamar mandi.
" Eh kalian ". kaget Queena saat membuka pintu kamar mandi
" Kalian berdua ngapain di depan pintu kamar mandi gue "?. tanya Queena heran , namun tidak ada jawaban dari Kevin maupun Kelvin , mereka berdua menatap Queena dengan tatapan yang berbeda beda.
" Abang kevin dan Abang Kelvin kenapa sih "?. tanya Queena kesal.
" Kenapa kamu gak bngunin Abang Kalo mau ke kamar mandi "?. tanya Kevin datar.
" Dan kenapa juga kamu lepas selang infusnya "?.
tanya Kelvin dingin.
" Gue nggak mau ngerepotin kalian lagi , dan gua gak mau ganggu tidur kalian , karena kalian tidur nya sangat nyenyak ". jawab Queena
" Kata siapa kamu merepotkan kami "?. tanya Kelvin dingin.
" Bukan siapa-siapa , tapi itu kata ku sendiri , karena aku melihat kalian seperti sangat kelelahan gara-gara menjaga ku seharian ". jawab Queena sendu.
" Maaf ". cicit Queena
" Tidak apa-apa , kalo begitu kamu istirahat dulu , Abang dan bang Kelvin mau mandi dulu , setelah itu kita sarapan , selesai sarapan baru Abang tanyakan ke dokter apakah kamu sudah bisa pulang ". ucap Kevin
" Terimakasih banyak Abang ". ucap Queena tersenyum.
" Tidak masalah , karena kamu adalah berlian Abang satu-satunya yang harus Abang rawat dan Abang jaga ". jawab Kevin lagi.
" Abang mandi dulu ya , nanti kamu makannya biar Abang yang suapin ". ucap kelvin
" hmm ". jawab Queena mengangguk dan tersenyum ke arah Kelvin.
" Abang juga mau mandi ya sayang , kamu tunggu sebentar ya ". ucap Kevin di balas anggukan kepala dari Queena.
Kevin dan Kelvin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.
Queena yang melihat mereka berdua hanya tersenyum.
( Terimakasih banyak tu6han engkau mengirimkan orang-orang yang sangat menyayangi ku , bahkan di saat keluarga kandung ku tidak ada di samping ku , engkau mengirimkan mereka semua yang sangat menyayangi dan menjaga ku , sekali lagi aku ucapkan terimakasih Tuhan ) batin Queena tersenyum.
.
.
.
.
.
.
{ Bersambung }