Queen Mafia

Queen Mafia
Bab 74



Permainan ke 3


...----------------...


" Jangan sekarang , mungkin mereka juga di suruh Queena. untuk tidak memberitahu kalian berdua ". ucap Arkan datar dan meninggalkan ke empat sahabat nya , bejalan keluar kelas dan menuju parkiran.


Kenzo ddk pun menyusul Arkan yang berjalan terlebih dahulu , sesampainya mereka di parkiran.


" Perasaan gue ternyata benar , memang ada yang mereka tutupin dari kita berdua bang ". ucap kenzi


" Abang juga tau itu ". ucap Kenzo


" Kenapa Queena tega tidak mengatakan nya kepada kita ". ucap Kenzi frustasi.


" Kalian yang sabar , mungkin nanti akan ada waktunya Queena sendiri lah yang akan mengatakan nya kepada kalian ". ucap Ardan menenangkan sahabatnya itu.


" Gue berharap juga gitu ". ucap kenzi sendu.


" Tapi gue dengar tadi , Queena masuk rumah sakit dan sempat di rawat rumah sakit , ya walaupun satu hari kan juga termasuk dalam kategori masuk rumah sakit dan menginap kan ". ucap Faruk polos


Arkan ddk memutar bola mata mereka karena kepolosan Faruk.


" Pulang ". ucap Arkan datar.


" Hmm ". Jawab Kenzi , Kenzo , Ardan dan Faruk yang tak kalah datar dari Arkan , membuat Arkan tersentak kaget.


( hahahaha , lucu bngeut mukanya kalo lagi kaget gitu ) batin Ardan tertawa dalam hati.


( emang dia doang yang bisa datar , gue juga bisa kali ) batin Faruk yang berusaha untuk menahan tawanya.


( gak tau apa gue lebih datar darinya , apalagi princess ) batin Kenzo menyergai.


( Emang Lo doang yang bisa datar ) batin Kenzi sinis.


" kalian pada ngebatin "?. tanya Arkan dingin.


" Gak ". jawab mereka berempat serentak.


Sesaat kemudian hening , dan terdengar lah suara teriakan seseorang , yang sangat membuat Arkan ddk yang mendengar nya merasa jijik.


" Arkan belom pulang yah , pasti nungguin aku kan ". ucap Sinta PD


" Ah Kenzo kamu swet bnget sih , kamu nggak usah repot-repot nungguin aku ". ucap Agnes genit.


" Kenzi kamu mau antar aku pulang yah "?. ucap Bella yang manja.


" Ar... ". ucap Aurel terpotong karena.


" Kok mereka tega benget sih ". ucap Felly cemberut.


" Kenapa mereka pergi sih ". ucap Agnes kesel.


" Ini lagi badan bau bnget , siapa sih yang ngerjain kita gini , mana gak ada yang bantuin kita lagi , malah kita berlima jadi bahan tawaan satu sekolah , dan parahnya lagi guru-guru pada gak ada , dan malah semua siswa dan siswi juga pada pulang cepat , kesel banget gue ". ucap Agnes jengkel.


" Kalian sadar gak kalo ini semua kebetulan apa memang di sengaja "?. tanya Bella yang sadari tadi mendengarkan semua ocehan Agnes.


" Maksudnya ". tanya Felly


" Kalian sadar gak sih ? seharusnya dari awal bel itu kelas kita akan belajar fisika , sedangkan ibu Mia kan sadari tadi di kantor ,tidak mungkin kan dia tidak masuk ke kelas kita , karena ibu Mia itu wali kelas kita , dan saat kita masuk kelas , malah kita ketumpahan tepung dan telor , terus yang kedua saat kita ke kamar mandi , tiba-tiba aja di sepanjang jalan menuju kamar mandi ada minyak goreng yang seperti itu , ada orang yang sengaja menumpahkan nya dan memberi kelereng-kelereng terus saat kita jatoh dan teriak , guru-guru pada gak ada yang nolongin kita , terus saat kita berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi , tiba-tiba kita ketumpahan air kotor itu ihh jijik gue ". ucap Bella


" Bella benar ". ucap Sinta menyimpulkan semua cerita Bella dan Agnes.


" Itu benar , pasti ada yang sengaja ngerjain kita "?. tebak fely


" Betul ". jawab Sinta ddk.


" Tapi siapa "?. tanya fely


" Angel ddk ". jawab Sinta.


" Mereka lagi , mereka lagi , pokoknya kita harus balas mereka ". ucap Agnes geram.


" Kita atur strategi untuk membalas perbuatan , mereka yang sudah mempermalukan kita ". ucap Sinta menyerigai.


" Setuju ". jawab Agnes , bella , fely dan Aurel.


" pulang ". ucap Sinta dan di angguki yang lain , mereka berlima pun melesat meninggalkan sekolah dan menuju ke mansion mereka masing-masing .


.


.


.


.


.


.


{ Bersambung }