Queen Mafia

Queen Mafia
Bab 16



Kelvin dan para mafioso pun membereskan manyat-manyat serta satu orang yang masih hidup .


Sedangkan Queena pergi duluan ke markas nya , ia mengerutu kesal karena tidak jadi pergi ke supermarket dengan keadaan bajunya penuh dengan bercak darah serta penampilannya sekarang terlihat sangat lusuh .


Sesampainya Queena di markas dia sudah disambut oleh para mafioso.


" selamat datang Queen ". ucap para mafioso serentak dan menunduk


Queena hanya menunduk dan berjalan ke arah Kelvin .


" bagaimana "?. tanya Queena dingin


" dia belum sadar Queen ". ucap Kelvin


" cih menyusahkan ". ucap Queena datar


Queena pun berjalan ke ruang penyiksaan diikuti Kelvin di belakangnya .


" siram dia ". suruh Queena pada Kelvin


" baik Queen ". jawab Kelvin


Byurrrrrrrrr


Orang tersebut bangun dan berteriak .


" heh lepaskan saya , saya tidak ada urusan dengan anda ". ucap orang tersebut


" Benarkah ". ucap Queena tersenyum miring di balik maskernya


" siapa kalian , dan apa salah saya dengan kalian "?. tanya orang tersebut


Queena pun membalikkan badannya menunjukkan tulisan yang berada di jubah kebesarannya .


seketika orang tersebut terkejut .


" sa saya tidak ada masalah dengan anda ". ucap orang tersebut gagap


" Benarkah tuan "?. tanya Queena dingin dan melepaskan maskernya yang menbuat orang tersebut semakin terkejut .


" siapa yang menyuruh anda "?. tanya Queena dingin


" saya tidak akan mengatakannya ". jawab orang tersebut


Queena pun berjalan mendekatinya dengan 🗡️ pisau lipat ditangan nya .


" mau ngomong atau gue yang akan membuat Lo ngomong "?. tanya Queena tersenyum devil .


" saya tidak akan mengatakannya ". bentak orang itu


Queena yang dibentak pun jadi marah .


ia pun mengoresi mukanya serta mengutili kukunya dan memotong jari jari orang itu .


SREK


SREK


SREK


suara goresan pisau yang ia goreskan ke muka orang tersebut .


SRIT


SRIT


SRIT


SRIT


SRIT


Suara kuku yang di lepas , sehingga wajah dan jari jarinya mengeluarkan darah segar.


" masih tidak ingin bicara "?. tanya Queena


" Titi ti da k ". ucapnya gemetar karena menahan sakit


" baiklah ". jawab queena


TAK


TAK


TAK


TAK


TAK


TAK


TAK


TAK


TAK


TAK


TAK


suara jari jari yang dipotong oleh Queena


" Aws ss s a ki t , k a u i b l i s ". teriak orang itu


" ya gue memang iblis , dan anda telah membangunkan iblis ". ucap queena tertawa


" apa anda masih tidak ingin mengatakan nya ". tanya Queena lagi


" Baiklah , Kelvin kasih liat kepadanya ". perintah Queena


" Baik queen ". jawab Kelvin serta memberikan foto anak-anak dan istrinya .


" tolong jangan sakiti istri dan anak-anak saya , mereka tidak tau apa apa ". ucap orang tersebut memohon


" mereka akan gue lepaskan dengan syarat anda beri tau gue , siapa yang menyuruh anda ". tanya Queena dingin


" b a baik saya akan katakan , tapi tolong jangan sakiti mereka ". mohon orang tersebut


" semua jawabannya ada di tangan anda ". jawab Queena


" yang menyuruh kami membunuh Anda adalah Sinta alexander dan teman-temannya , mereka menginginkan nyawa anda serta teman-teman anda ". jawabnya


" oky terimakasih infonya ". jawab queena


Dorr


Seketika orang itu meninggal karena Queena menembaknya pas di bagian jantungnya .


" bereskan ". ucap Queena dan berlalu pergi dari ruang penyiksaan .


Queena pun pergi meninggalkan markasnya dan pulang ke mansion karena dia sudah merasakan lelah di seluruh tubuhnya .


Di kediaman Alexander


" mah aku udah ngerencanain pembunuhan nya Adelia ". ucap Sinta


" hah Adelia , maksud kamu dia ada disini sayang "?. tanya Diana tak percaya


" aku nggak yakin sih mah , tapi dia itu mirip bnget dengan Adelia , namanya Queena mah ". ucap Sinta


" kalo itu memang benaran dia , kita harus hati hati sayang , jangan sampai dia ngerebut apa yang sudah kita miliki ". ucap Diana khawatir


" mamah nggak usah khawatir , aku udah membayar pembunuh bayaran kok agar membunuhnya ". jawab Sinta tersenyum semirk


" tapi untuk apa kamu membunuh nya sayang". tanya Diana heran


" karena , semenjak kedatangan dia di sekolah , semua siswa siswi dan guru-guru selalu memujinya dan yang aku benci banget dengan dia bang kenzi dan bang kenzo memperhatikannya , aku nggak mau mereka berdua memperhatikan orang lain selain aku , apalagi Arkan cowok yang aku sukai akhir akhir ini selalu memperhatikan gerak gerik nya mah , aku benci banget ". curhat Sinta


" kamu tenang aja sayang , semoga pembunuh bayaran itu berhasil membunuh dia ". ucap Diana


Sedangkan di depan pintu kenzo dan kenzi menguping semua pembicaraan Sinta dan Diana .


mereka berdua bergegas kekamar untuk menghubungi Queena , sesampainya mereka di atas mereka mengambil handphone nya masing-masing .


" biar gue aja yang hubungin princes ". ucap keduanya barengan


" gue aja kenzi ". ucap kenzo yang langsung menelpon Queena


Sudah 3 kali panggilan tidak diangkat , itu membuat mereka berdua semakin khawatir.


" angkat princess Abang khawatir dengan kamu ". ucap kenzo khawatir


" jika terjadi sesuatu sama princess , gue sendiri yang akan ngehabisin mereka ". ucap kenzi marah


panggilan ke 4 akhirnya diangkat.


📞 " hallo " ucap Queena disebrang sana


📞 " hallo Queena kamu nggak knpa napa kan ? kamu nggak ada yang luka kan ? kamu baik baik aja kan ? kamu sekarang berada dimana ? apakah ada yang menyakiti kamu ? tanya kenzo berturut-turut setelah panggilan di angkat .


📞 " maaf ini siapa ya ". tanya Queena bingung


📞 " oh maaf , ini aku kenzo ". ucap kenzo


📞 " ohh , gue nggak kenapa napa ". ucap queena dingin


📞 " syukurlah kalo begitu , selamat malam ". ucap kenzo mematikan telponnya .


(kenzi dan kenzo jika ngomong dengan princes mereka akan menggunakan kamu bukan lo ).


" gimana bang "?. tanya kenzi


" Alhamdulillah dia nggak knpa napa ". jawab Kenzo bernafas lega .


" yaudah kita tidur yuk ". ajak kenzo


" bang , besok kan libur , gimana kalo kita joging ketaman besok ". ajak kenzi


" oky , bangunin gue besok ya ". ucap kenzo


" siap ". jawab kenzi berlalu pergi menuju kamarnya .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


{ Bersambung }