
Kemarahan sahabat Queena
...----------------...
Setelah 40 menit mereka di perjalanan melaju dengan kencang ke arah rumah sakit tempat queena di rawat akhirnya Arkan ddk sampai di tempat tujuan.
Sahabat Queena bergegas turun dari mobil dan langsung berlari untuk segera sampai di ruangan Queena.
Bahkan mereka tidak menghiraukan arkan ddk terhadap mereka karena mereka tidak menanyakan ruangan Queena di rawat , Arkan ddk hanya saling pandang dan terus mengikuti angel ddk.
Samapi pada akhirnya pandangan angel ddk jatuh kepada empat orang yang sedang gusar di depan pintu operasi yaitu kevin , Kelvin , Liza dan Vera.
Angel , aninda , fanesa dan Farah langsung berlari ke arah mereka berempat masih dengan keadaan menangis.
Sedangkan Vera dan Liza yang melihat sahabat Queena sudah sampai langsung memeluk mereka berempat dan menangis.
" Kak bagaimana dengan keadaan Queena kak "?. tanya angel kepada Liza dan Vera
" Queena tidak kenapa-kenapa kan kak "?. tanya aninda
" Kami belom mendapatkan informasi dek, dokter yang mengoperasi Queena masih belom keluar dari ruangan operasi queena berada ". jawab Vera
Sedangkan Liza tidak bisa berkata apa-apa lagi dia hanya bisa menangis.
" Kalian tenang lah dan berdoa saja semoga Queena baik-baik saja ". ucap Kevin yang emosinya sudah mereda.
Angel ddk yang mendengar suara Kevin pun seketika melepas pelukannya pada Liza dan Vera dan beralih menatap Kevin dan Kelvin dengan tatapan penjelasan.
" Jelasin ke kami bang , bagaimana ini bisa terjadi ada sahabat kami "?. tanya angel yang sudah mulai emosi
" Kalian laki-laki kenapa kalian tidak bisa menjaganya hah ! bukannya waktu itu kalian bilang kalo kalian bakalan jagain Queena dengan nyawa kalian sendiri , tapi apa , bahkan kalian sama sekali tidak terluka dan bahkan sekarang Queena berada di sini ". bentak aninda yang sudah mulai marah.
" Kalian tidak bisa menyalahkan bang kevin dan bang Kelvin , karena kelalaian ini kesalahan Abang , Abang yang sudah lalai menjaga Queena , padahal sedikit lagi masalah akan selesai tetapi Abang keburu mengangkat telpon dan ternyata Queena juga lengah dan pada akhirnya dia tertembak". ucap Angga yang menyalahkan dirinya atas kelalaian menjaga Queena.
" APA !! Abang mengangkat telpon ". ucap Angel ddk serempak menatap tajam ke arah Kelvin.
Kevin yang di tatap tajam oleh angel ddk hanya bisa pasrah karena memang kesalahannya , tetapi itu juga karena dia sedang khawatir dengan queena yang mendadak pulang.
" Oky gue ngaku gue salah , tapi itu juga karena gue khawatir dengan keadaan Queena , setelah gue dengar dari ketua kelas kalian kalo Queena pulang duluan setelah mengangkat telpon ". jawab kevin frustasi
"Siapa yang ngelakuin ini semua hah "!. bentak angel
" DARAH DI BAYAR DENGAN DARAH DAN NYAWA DI BAYAR DENGAN NYAWA ". teriak aninda mengeluarkan aura dendam.
" Lo nggak boleh ngomong seperti itu aninda". bentak kenzi yang sadari tadi hanya diam mendengarkan percakapan mereka.
" Kenapa hah !! kenapa gue nggak boleh ngomong gitu ! kenapa ". bentak aninda
" Lo nggak sadar dengan omongan lo ". ucap kenzi bertanya kepada aninda
" Gue sadar dengan omongan gue , asal Lo tau Queena seperti ini gara-gara kalian berdua , gara-gara kalian berdua tidak menjaga nya bahkan kalian berdua membiarkan nya pergi dari rumah kalian dan pergi dari negara ini , jika selama ini kalian menjaganya dengan kasih sayang pasti dia tidak akan seperti ini ". bentak aninda menunjuk ke arah kenzi dan kenzo
" Maksudnya apa ini "?. tanya ardan
" Maksudnya adalah jika selama ini sahabat Lo yang berdua itu menjaga dan menyayangi Queena , dia tidak akan masuk......". ucap aninda menunjuk ke arah kenzi dan kenzo , dan ucapannya di berhentikan nya karena dia hampir saja membongkar identitas Queena.
" Masuk "?. tanya Ardan bingung
" Sudah lah lupakan ". jawab aninda sinis
" Selang beberapa jam , dokter pun keluar dari ruang operasi queena.
.
.
.
.
.
.
.
{ Bersambung }