Queen Mafia

Queen Mafia
Bab 20



Pingsan


...----------------...


keesokan paginya Queena telah bangun pagi-pagi sekali , karena ia tidak ingin terlambat dan ingin bersantai sebentar di kelas nya .


Queena yang lagi sendiri memutuskan untuk pergi ke taman sekolah , dia duduk di bangku yang berada di taman , Queena hanyut dalam pemikirannya dia bingung dari mana dia akan memulai balas dendam nya , tetapi dia juga bingung setelah membalaskan dendam nya apakah dia akan memaafkan Dedy nya yang sudah mengusirnya dari rumah .


Queena terus berfikir bagaimana dia akan memulai dan bagaimana kehidupannya selanjut nya , hingga akhirnya Queena yang udah pusing pun berteriak sekeras-kerasnya agar beban di fikirannya sedikit berkurang .


" Kenapa hidup gue begini banget ya Tuhan !


gue sayang sama keluarga gue , tapi gue benci dengan Dedy gue , gue kecewa dengannya yang tidak percaya dengan omongan gue dan lebih percaya dengan wanita ular itu , gue benci sama hidup gue sekarang , gue ingin bahagia , apakah tidak pantes gue hidup bahagia "!. teriak queena meneteskan air matanya


" momy Queena ingin menyusul momy , Queena lelah momy , Queena letih , Queena benci dengan dunia Queena mom "!. teriak queena histeris


setelah lelah berteriak dan sedikit lega dia pun berlari ke arah kamar mandi untuk membersihkan mukanya .


Queena tidak menyadari sadari tadi ada sepasang mata yang mendengarkan semua teriakan Queena , dia berada di atas pohon tepat di atas queena , tetapi Queena tidak menyadari nya .


( segitu rapuhnya lo , gue nggak nyangka ) batin Arkan


Tidak jauh dari tempat Queena berteriak tadi , ada juga dua pasang mata yang mendengarkan semua teriakan Queena , siapa lagi kalau bukan kenzi dan kenzo .


Beberapa jam kemudian bel masuk berbunyi


Queena memasuki kelas dan sudah banyak murid-murid yang duduk di bangku nya masing-masing , diapun berjalan ke arah bangku nya dengan muka sedikit pucat .


( kenapa mukanya pucat banget ) batin Arkan


memperhatikan Queena yang duduk tepat di samping Queena .


Tidak lama kemudian guru yang mengajar pun masuk .


Queena yang kepalanya pusing pun tidak memperhatikan guru yang di depan , beberapa detik kemudian Queena pingsan .


Semua yang ada di dalam kelas serta guru yang mengajar pun kaget .


Arkan yang berada disamping nya reflek langsung menggendong Queena ala bridal stayle.


" silahkan Arkan ". ucap guru memberi izin


Arkan pun membawa queena ke UKS dan memanggil petugas kesehatan .


" bagaimana keadaanya "?. tanya Arkan yang khawatir akan keadaan Queena sehingga membuat petugas kesehatan jadi bingung dan bertanya-tanya , pasalnya Arkan tidak pernah peduli dengan sekitar apalagi masalah mengenai wanita .


" badannya lemas karena dia belum makan dari kemaren , dan dia juga lagi banyak pikiran sehingga membuat keadaan dia drop". jawab petugas kesehatan


" jika dia sudah sadar nanti segera lah suruh dia sarapan ". ucap petugas kesehatan itu lagi


" hmm terimakasih ". jawab Arkan


Petugas kesehatan pun pergi meninggalkan arkan dan Queena yang berada di UKS .


Arkan berjalan menghampiri Queena dan duduk disamping nya , Arkan memperhatikan Queena yang belom sadar dari pingsan nya .


" apa yang sebenarnya terjadi dengan lo , gue khawatir dengan lo , pliss Lo cepat sadar ". ucap Arkan yang tanpa sadar mengelus rambut Queena dengan lembut.


Arkan pun menghubungi kenzi dan kenzo untuk membeli makanan di kantin dan membawakan ke UKS.


sedangkan sahabat Queena yang berada di kelas sangat khawatir dengan keadaanya , karena mereka berempat tidak di izinkan untuk menyusul queena ke UKS sebelum jam pelajaran berakhir .


.


.


.


.


.


.


.


{ Bersambung }