Queen Mafia

Queen Mafia
Bab 45



Meninggalkan mansion Alexander


...---------------...


Sedangkan kenzi dan kenzo sudah pergi meninggalkan mansion Alexander.


Mereka berdua pergi ke mansion yang mereka beli bersama sahabat mereka berdua.


Sesampai nya mereka berdua di mansion , mereka sudah di sambut oleh para sahabat mereka.


" Wah Kalian berdua udah pada datang "?. tanya Ardan bersemangat.


" Sini kalian masuk dan duduk dulu , pasti kalian capek ". ucap Faruk


" Apa kabar dengan Queena "?. tanya Arkan kepada Kenzo dan kenzi


" Wah tumben banget lo nanyain cewek Arkan ? ada apa dengan lo"?. tanya Kenzo mengejek


" Hmm ". jawab Arkan datar


" Keadaannya masih sama , dan sampai sekarang masih belom sadar , padahal udah 3 hari lamanya , tapi dia belom juga sadar ". kata Kenzi sedih


" Lo nggak usah sedih kenzi , berdoa saja semoga Queena cepat sadar , gue yakin dia pasti sadar ". ucap Ardan menghibur kenzi


" Thanks kalian selalu ada buat gue ". ucap kenzi tulus


" Tidak perlu berterimakasih ". ucap Ardan


" Btw kalian berdua yakin akan tinggal di sini bareng kita ? apa kalian tidak di cariin dengan Om Roy "?. tanya Faruk


" Kami yakin , dan akan kami pastikan tidak akan ada yang mencari kami , karena ya dia lebih bahagia bersama istri dan anak kesayangan nya dari pada kami berdua , jadi kita berdua tidak ingin menganggu waktu kebersamaan dan kebahagiaan mereka bertiga , makanya kami pergi dari sana ". jawab kenzi acuh


" Tapi , apa kalian tidak takut kalo mereka melakukan sesuatu , atau memanfaatkan om Roy "?. tanya Ardan khawatir


" Sebaiknya kalian berdua fikirkan lagi tentang keputusan kalian berdua ". ucap Arkan dingin


" Kami berdua sudah memikirkan nya dan kami berdua juga sudah mempersiapkan segalanya sebelum kami keluar dari mansion Alexander , tidak mungkin kami berdua pergi meninggalkan mansion Alexander tanpa kemauan ". ucap kenzo menjelaskan kepada mereka bahwa dia dan saudara nya sudah lama memikirkan keputusan mereka berdua untuk meninggalkan mansion Alexander.


" Kami berdua juga sudah menyembunyikan semua berkas-berkas penting yang ada di mansion Alexander , karena gue yakin mereka berdua pasti akan mengincar nya ". ucap kenzi dingin


" Terus kalian berdua tidak membawa apa-apa "?. tanya Faruk penasaran karena dia tidak melihat apa-apa di tangan kenzi dan kenzo.


" Terus bagaimana kalian akan berganti pakaian dan bagaimana kalian sekolah nanti"?. tanya Ardan yang juga penasaran dengan jalan fikir kenzi dan kenzo.


" Kita berdua cuma bawa baju seragam dan beberapa baju santai , karena kita tidak ingin terlalu banyak membawa pakaian kami juga kesini naik taxi ". ucap kenzi santai


" Apa "!. ucap Ardan dan Faruk kaget


" Terus bagaimana kalian pergi sekolah , apakah kalian gila "?. marah Ardan


" Kita tidak ingin membawa barang-barang dari mansion Alexander ". ucap kenzo dingin


" Untuk pergi ke sekolah kalian tidak perlu khawatir , kalian bisa berangkat bareng gue ". ucap Arkan datar


" Dan untuk pakaian ,gue udah beliin kalian beberapa pakaian , karena gue udah nebak kalo kalian pasti tidak membawa pakaian bnyak ". ucap arkan lagi


" Dan untuk bayar sekolah dan uang jajan kalian , kalian bisa sementara menggunakan uang cafe yang kita bangun bersama , karena cafe itu kan juga milik kalian berdua ". ucap Ardan yang ikut menimpali


" Sekali lagi terimakasih , kalian udah baik bnget ke kami berdua ". ucap kenzo terharu


" Kalian tidak perlu berterimakasih , karena kita dari kecil sudah bersama-sama dan sudah sewajarnya saling membantu , lagian juga kan cafe itu usulan kalian berdua untuk membangun agar kita berlima punya penghasilan sendiri , jadi tidak terlalu merepotkan orang tua kita ". ucap Faruk bijak


Setelah perbincangan selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.


.


.


.


.


.


.


.


.


{ Bersambung }