Queen Mafia

Queen Mafia
Bab 43



Drama di mulai


...----------------...


( Mereka kelihatan nya sangat bahagia tanpaku , buktinya baru kali ini aku melihat mereka berdua tertawa lepas , apa mereka sangat membenciku ?) batin Roy


( gue pengen sekali berada di tengah-tengah antara mereka berdua untuk bercanda dan saling tertawa bersama , tapi gue sulit sekali untuk mendekati mereka berdua , bahkan saat di sekolah mereka seperti tidak mengenali gue , lebih tepatnya pura-pura tidak memiliki hubungan dengan gue , padahal gue adek mereka ya walaupun tiri tapi kan gue pengen dapat perhatian nya mereka berdua ) batin Sinta.


Diana yang melihat suami dan anaknya lagi melamun pun membuyarkan lamunan mereka.


" Mas , Sinta kalian kenapa pada bengong "?. tanya Diana yang pura pura polos di hadapan Roy sehingga membuat Kenzo dan kenzi yang memperhatikan mereka dari atas merasa jengah.


" Ah tidak apa-apa sayang ". jawab Roy


" Aku cuman lagi mikirin acara lomba yang akan di adakan sekolah mah ". ucap Sinta berbohong


" Oh begitu , yasudah kita masuk saja dulu mas ". ucap Diana


" Mas langsung ke kamar aja ya sayang , mau langsung bersih-bersih dulu ". pamit Roy kepada Diana.


" Aku juga ya mah , aku ke kamar dulu mau mandi soalnya gerah banget ". pamit Sinta


" Iya ". jawab Nadia mengangguk


Kenzo dan kenzi yang melihat mereka sebentar lagi akan berkumpul untuk makan siang pun mulai bersiap-siap , mereka sudah memikirkan matang-matang untuk pergi dari rumah tanpa membawa mobil , ATM serta kartu-kartu yang Roy berikan kepada mereka berdua.


Lama mereka menunggu akhirnya Roy , Diana dan Sinta sudah berkumpul di meja makan.


Kenzo dan kenzi pun menuruni anak tangga.


Mereka berdua sudah berpakaian rapi , saat mereka melewati meja makan langkah mereka terhenti saat mendengar Diana berbicara.


" Kenzo Kenzi , sini makan siang dulu mamah sudah memasak kan makanan kesukaan kalian ". ucap Diana lembut


Kenzo dan kenzi tidak menjawab perkataan Diana , mereka hanya menatap datar ke arah Diana.


Roy yang melihat kelakuan kedua anak nya seperti itu menjadi marah.


" Kalian berdua itu kalo mamah kalian lagi ngomong di dengarin , lagian mamah kalian juga nawarin kalian untuk makan bersama ". marah Roy kepada kedua putranya.


Roy tidak menyangka kalo kenzi dan kenzo tidak lagi memanggil nya dengan sebutan Dedy , bahkan cara bicara mereka berdua sangat formal seprti bukan anak dan ayah.


" Kalian sopan lah jika berbicara dengan yang lebih tua dari kalian , apalagi dengan orang tua ". ucap Roy lagi yang sedang menahan amarahnya.


" Maaf tuan , kami sudah berbicara sopan kepada anda , namun anda saja yang sangat berlebihan ". jawab Kenzo datar


" Kenzi , kenzo ,bersikap sopan lah kepada Dedy kalian ". ucap Diana yang juga ikut bicara kepada mereka berdua.


" Maaf nyonya , tapi kami sudah tidak memiliki Dedy lagi semenjak dia mengusir adek kami ". jawab Kenzi dingin


" Jaga ucapan mu kenzi, Dedy mengusir dia karena dia telah membunuh momy kalian ". bentak Roy


" Apakah anda sudah menyelidiki nya "?. tanya Kenzo


" Anda tidak pantas di panggil Dedy karena anda tidak becus menjaga dan melindungi anak anda sendiri , pesan saya anda jangan pernah menyesal telah membuang berlian hanya demi mata ikan , CAMKAN tuan alexander ". ucap kenzo sinis


" Dan satu lagi saya Kenzo Jovanka alexander dan saudara kembar saya Kenzo Jovanka Alexander melepas marga alexander dari nama belakang kami , karena kamu bukan anak dari alexander , karena orang tua kami sudah lama meninggal ". ucap kenzo lagi


Roy mematung mendengar semua yang di ucapkan kenzo dan kenzi.


.


.


.


.


.


.


.


.


{ Bersambung }