
Drama di mulai
...----------------...
( Mereka kelihatan nya sangat bahagia tanpaku , buktinya baru kali ini aku melihat mereka berdua tertawa lepas , apa mereka sangat membenciku ?) batin Roy
( gue pengen sekali berada di tengah-tengah antara mereka berdua untuk bercanda dan saling tertawa bersama , tapi gue sulit sekali untuk mendekati mereka berdua , bahkan saat di sekolah mereka seperti tidak mengenali gue , lebih tepatnya pura-pura tidak memiliki hubungan dengan gue , padahal gue adek mereka ya walaupun tiri tapi kan gue pengen dapat perhatian nya mereka berdua ) batin Sinta.
Diana yang melihat suami dan anaknya lagi melamun pun membuyarkan lamunan mereka.
" Mas , Sinta kalian kenapa pada bengong "?. tanya Diana yang pura pura polos di hadapan Roy sehingga membuat Kenzo dan kenzi yang memperhatikan mereka dari atas merasa jengah.
" Ah tidak apa-apa sayang ". jawab Roy
" Aku cuman lagi mikirin acara lomba yang akan di adakan sekolah mah ". ucap Sinta berbohong
" Oh begitu , yasudah kita masuk saja dulu mas ". ucap Diana
" Mas langsung ke kamar aja ya sayang , mau langsung bersih-bersih dulu ". pamit Roy kepada Diana.
" Aku juga ya mah , aku ke kamar dulu mau mandi soalnya gerah banget ". pamit Sinta
" Iya ". jawab Nadia mengangguk
Kenzo dan kenzi yang melihat mereka sebentar lagi akan berkumpul untuk makan siang pun mulai bersiap-siap , mereka sudah memikirkan matang-matang untuk pergi dari rumah tanpa membawa mobil , ATM serta kartu-kartu yang Roy berikan kepada mereka berdua.
Lama mereka menunggu akhirnya Roy , Diana dan Sinta sudah berkumpul di meja makan.
Kenzo dan kenzi pun menuruni anak tangga.
Mereka berdua sudah berpakaian rapi , saat mereka melewati meja makan langkah mereka terhenti saat mendengar Diana berbicara.
" Kenzo Kenzi , sini makan siang dulu mamah sudah memasak kan makanan kesukaan kalian ". ucap Diana lembut
Kenzo dan kenzi tidak menjawab perkataan Diana , mereka hanya menatap datar ke arah Diana.
Roy yang melihat kelakuan kedua anak nya seperti itu menjadi marah.
" Kalian berdua itu kalo mamah kalian lagi ngomong di dengarin , lagian mamah kalian juga nawarin kalian untuk makan bersama ". marah Roy kepada kedua putranya.
Roy tidak menyangka kalo kenzi dan kenzo tidak lagi memanggil nya dengan sebutan Dedy , bahkan cara bicara mereka berdua sangat formal seprti bukan anak dan ayah.
" Kalian sopan lah jika berbicara dengan yang lebih tua dari kalian , apalagi dengan orang tua ". ucap Roy lagi yang sedang menahan amarahnya.
" Maaf tuan , kami sudah berbicara sopan kepada anda , namun anda saja yang sangat berlebihan ". jawab Kenzo datar
" Kenzi , kenzo ,bersikap sopan lah kepada Dedy kalian ". ucap Diana yang juga ikut bicara kepada mereka berdua.
" Maaf nyonya , tapi kami sudah tidak memiliki Dedy lagi semenjak dia mengusir adek kami ". jawab Kenzi dingin
" Jaga ucapan mu kenzi, Dedy mengusir dia karena dia telah membunuh momy kalian ". bentak Roy
" Apakah anda sudah menyelidiki nya "?. tanya Kenzo
" Anda tidak pantas di panggil Dedy karena anda tidak becus menjaga dan melindungi anak anda sendiri , pesan saya anda jangan pernah menyesal telah membuang berlian hanya demi mata ikan , CAMKAN tuan alexander ". ucap kenzo sinis
" Dan satu lagi saya Kenzo Jovanka alexander dan saudara kembar saya Kenzo Jovanka Alexander melepas marga alexander dari nama belakang kami , karena kamu bukan anak dari alexander , karena orang tua kami sudah lama meninggal ". ucap kenzo lagi
Roy mematung mendengar semua yang di ucapkan kenzo dan kenzi.
.
.
.
.
.
.
.
.
{ Bersambung }