
Setelah meninggalkan lapangan Nancy tidak berminat untuk balik ke kelas ia pun menuju rooftop , berbeda dengan Devan cs yang mencari Nancy sedari tadi karena mereka mengira Nancy sudah balik ke kelasnya
Nathan : ih Nancy kemana lagi" ucap Nathan kesal karena sedari ia mencari namun tidak menemukan Nancy
Devan : kalian balik aja ke kelas gue periksa rooftop siapa tau Nancy ada di sana , ntar kalau kita semua gak masuk kelas bikin orang curiga lagi " ucap Devan mengusulkan Nathan pun mengangguk
Setelah Nathan , Riko , dan Angga pergi Devan pun menuju rooftop , Devan tau sifat dan sikap Nancy kalau ia lagi badmood ia pasti mencari tempat yang tenang , benar saja apa yang di pikirkan oleh Devan ia melihat Nancy duduk di rooftop sendirian
Devano: woy " panggil Devan agar Nancy tau keberadaan nya Nancy pun menoleh ke arah suara
Nancy: eh Devan lo gapain ke sini , emang Lo gak masuk kelas ? " Tanya Nancy
Devan: pergiin lo lah orang dari tdi cari eh tau nya Lo nya di sini enak duduk gak tau apa kita pusing cari lo sedari tadi" ucap Devan kesal
Nancy: hehehe , gue lagi badmood makanya malas masuk kelas " ucap Nancy cengengesan sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal
Sedangkan Devano hanya menggeleng kepala dan mengusap rambut Nancy lembut
Devan : makanya lain kali tu bilang kalau mau ke mana , jadikan kita gak pusing carinya" ucap Devano , Nancy hanya mengangguk
Nancy : Lo gak balik ke kelas ? " Tanya Nancy
Devan: balik kok , yuk kita balik bareng ntar kalau kena hukum kita barengan " ucap Devan sambil tertawa kecil karena mereka sudah pasti di hukum karena terlambat masuk kelas
Nancy : oh ya udah Ayuk " ucap Nancy sambil gandeng tangan Devan
Skip Sampai kelas
Tok tok (CKLEK)
Ibu guru : habis dari mana kalian " tanya Bu guru dengan nada marah , semua murid-murid yang ada di kelas pun melihat ke arah Nancy dan Devan yang masih gandengan tangan , kelas menjadi ricuh saat melihat Nancy mengandeng tangan Devan bagaimana tidak tadi pas di kantin Nancy di cium monswanted sekarang Nancy gandengan tangan dengan Devan
"Eh gila semua cowok di gepetnya semua"
" Aduh baby kok Devan di gandeng harusnya aku dong yang kamu gandeng bukan dia"
" Dasar ****** "
Banyak masih ocehan yang di dengar nancy dan devan namun mereka tak menggubris nya
Nancy: kita dari rooftop Bu" ucap Nancy dengan nada dingin
Bu guru : bagus ya pas di jam pelajaran kalian bolos , sekarang kalian berdua keliling lapangan 12 putaran!!" Ucap Bu guru berteriak Nancy dan Devan pun keluar kelas menuju lapangan dengan Devan yang mengandeng tangan Nancy
Skip di lapangan
Nancy: Van gimana kalau kita taruhan " ucap Nancy mengusulkan
Devan: Oky gue setuju siapa kalah dia yang teraktir di kantin nanti " ucap Devan setuju
Nancy: Oky deal , siapa yang deluan selesai 12 putaran dia pemenang nya " ucap Nancy Devan pun mengangguk
Mereka pun menuju tempat star
1
2
3
Setelah hitungan ke tiga mereka berdua pun berlomba - lomba dengan di pimpin Devan . Nancy yang punya pikiran jail pun mengerjai Devan setelah Nancy di dekat Devan , nancy pun memukul kepala Devan yang membuat Devan berhenti berlari dan mengelus kepala nya yang di pukul oleh Nancy
Devan : aw nancy kenapa lo pukul kepala gue kan sakit " ucap Devan meringkis
Nancy: wlek gue deluan yah bay " ucap Nancy mengejek Devan dengan mengeluarkan lidahnya , setelah itu nancy pun meninggalkan Devan
Setelah nancy sudah jauh baru lah Devan sadar ternyata nancy mengerjainya , Devan pun mengejar Nancy agar dapat membalas
Raka : Vid itu bukannya Nancy sama Devan ya kok mereka keliling lapangan " ucap Raka heran karena mereka keliling lapangan namun sambil tertawa
David : eh iya kenapa tu dua anak keliling lapangan " ucap David heran kalau Nancy dan Devan kena hukuman tapi kenapa mereka saling mengejar dan tertawa
David cs pun terus memperhatikan Nancy dan Devan yang sedang tertawa di tengah lapangan
*Back nancy dan Devan*
Devan pun terus mengejar nancy setelah dekat Devan pun menahan tubuh Nancy dan menjungkir balik kan tiduh nancy ke lapangan dengan pelan Nancy yang tidak siap pun tidak bisa menghindar
Devan : hahaha makanya jangan kerjain gue kan lo kena imbasnya sendiri " ucap Devan tertawa setelah itu dia meninggal kan nancy yang masih terbaring di tengah lapangan selama mereka berkejar - kejaran mereka tidak sadar mereka menjadi tatapan para siswa karena sudah jam istirahat para murid tertegun melihat tawa Nancy dan Devan yang saling menahan tubuh agar bisa menang dan makan gratis mereka tak memikirkan tatapan siswa yang melihat mereka Nancy yang lebih fokus untuk mengejar Devan yang ada di depannya karena ini putaran terakhir , setelah dekat Nancy menahan tubuh Devan setelah berhasil membuat Devan berhenti berlari nancy langsung mendorong tubuh Devan dengan pelan agar Devan tidak terluka ,
Setelah Devan terjatuh nancy pun berlari menuju garis perbatasan setelah ia sampai nancy pun menunggu Devan yang sedang berjalan ke arahnya dengan napas yang tidak beraturan sama seperti dirinya
Para siswa pun teriak histeris melihat Nancy dan Devan yang berkeringat menambah kesan seksi mereka
Baju yang di kenakan Nancy pun basah memperlihatkan baju dalamannya Devan pun pergi ke pinggir lapangan mengambil Hoodie nya lalu mengenakan ke nancy agar menutupi baju dalamannya
Devan yang baju nya juga basah karena keringat pun memperlihatkan otot perut nya yang membuat para siswi tergoda
Nancy : eh kenapa lo kasih jaket Lo ke gue " ucap nancy karena ia tidak tau kalau baju nya tembus
Devan : udah pakai aja " ucap Devan karena melihat Nancy yang ingin melepas jaketnya
Nancy : lo kira gue babu lo apa , yuk kita ke kantin pergi makan ingat lo terakhir gue " ucap Nancy dan ingin melepas jaket yang Devan kenakan untuk nya
Devan : iya bawel banget sih , gue kasih Lo jaket karena baju dalaman Lo tembus ****" ucap Devan yang sudah mulai kesal
Nancy: oh bilang dong ,hehehe" ucap nancy sambil cengengesan dan kembali mengenakan jaket Devan yang kebesaran di tubuh mungilnya
Nancy: ni jaket besar banget sih " ucap Nancy kesal karena sedari tadi ia mencari ujung tangan Hoodie Devan namun tidak ia temukan Devan yang melihat nya pun membantu nancy untuk mengenakan Hoodie Devan yang kebesaran di tubuh Nancy yang mungil
Devan: sini gue bantu lama banget sih ntar gak sempat makan lagi " ucap Devan
Setelah selesai membantu nancy mengenakan Hoodie Devan yang kebesaran di tubuhnya membuat tangan hilang di Hoodie Devan yang membuat nya tambah gemas
Devan pun mengenakan topi Hoodie nya ke kepala nancy yang membuat nancy tak bisa melihat Devan pun sudah kabur karena tidak ingin terkena pukulan dari Nancy
Nancy : DEVAN!!! " Teriak nancy kesal setelah itu ia mengejar Devan setelah ia menemukan Devan ia pun memukul punggung Devan dengan tertubi - tubi membuat Devan meringkis
Devan : aduh nancy iya ampun gak lagi gue kerjain lo udah yah jangan pukul lagi " ucap Devan memohon dan menahan tangan nancy agar tidak memukul nya lagi
Nancy: oky gue maafkan Lo tpi dengan satu syarat ? Ucap nancy tersenyum licik membuat Devan takut
Devan : syarat ? Apa syaratnya ? Tanya Devan yang penasaran
Nancy : Lo harus gendong gue " ucap Nancy
Devan : Oky sini naik ke punggung gue " ucap Devan sambil menunjuk punggungnya nya nancy pun mengangguk setelah itu ia pun naik ke punggung Devan mereka pun menuju ke kantin
David : Nat , Nancy sama Devan kemana " tanya David karena ia tidak melihat ke dua orang tersebut , David mengira Devan dan nancy sudah ke kantin deluan makanya mereka tidak kelapangan
Nathan : tu dua anak mau ke sini " sambil menunjuk Devan yang sedang menggendong Nancy sambil tertawa karena kejailan Nancy yang menarik dan menggigit telinga Devan yang membuat telinga Devan merah Devan hanya bisa meringis kesakitan Nancy yang tertawa melihat kedua telinga Devan yang memerah
Setelah sampai di tempat duduk David cs dan Nathan cs yang masih melihat mereka penuh tanda tanya
Devan pun menurunkan nancy dengan lembut di bangku dekat David setelah itu ia duduk di sebelah Nancy
Setelah mereka duduk , Nancy pun menyuruh Devan untuk memesankan makanan untuknya
Nancy : Oky sesuai kesepakatan kita tadi siapa yang kalah teraktir , karena Lo yang kalah pesankan makanan kesukaan gue seterah lo terus sama minumannya juga Oky " ucap nancy sambil tersenyum mengejek ke arah Devan , Devan yang kesal pun menarik hidung nancy yang membuat hidung Nancy merah
Nancy : Vano ih sakit " ucap Nancy sambil memukul tangan Devan yang menarik hidungnya
Devan : iya iya , hahaha rasain lo siapa suruh bikin telinga gue merah itu pembalasan nya " setelah mengucapkan itu Devano pun pergi untuk memesan makanan untuknya dan Nancy dari pada kena Omelan Nancy
Nancy : liat aja lo Avan gue balas lo, hehehe" ucap Nancy sambil tersenyum jail sambil mengusap hidungnya yang merah setelah itu ia melihat ke arah David cs dan Nathan cs yang masih menatap nya penuh tanda tanya
Nancy : lo semua kenapa natap gue kayak gitu bikin gue risih tau gak " ucap nancy
David : kamu kenapa lari di lapangan tadi sama si Devan " tanya David mewakilkan para sahabatnya yang penasaran kecuali Nathan cs yang sudah mengetahui nya
Nancy : aku lari di lapangan karena lagi lomba sama si Avan , ya kena hukum lah ya kali akyu mau lari di lapangan sama Vano di lapangan yang luas dan hari yang panas bikin aku keringatan aja " ucap Nancy kesal ,
Nancy : eh Nat ntar lo tinggalin aja si Avan gue mau balas gerjain tu anak " ucap nancy Nathan hanya mengangguk karena ia tau apa yang di lakukan oleh nancy tidak akan berbahaya cuma membuat orang kesal
Mereka yang ingin menanyakan penyebab kenapa mereka bisa kena hukuman tapi terpotong karena Devan yang datang membawa makanan untuknya dan Nancy
Devan : ni Cy makanan kesukaan lo , udah lunas kan " ucap Devan kesal menaruh nasi goreng dan es cappucino makanan dan minuman kesukaan Nancy
Nancy : thanks Vano , em Mungkin " ucap Nancy sambil mengangkat bahunya
David : Baby kamu kok bisa kena hukum ? Tanya David yang sedari tadi penasaran
Nancy: oh itu tadi pas pergi dari lapangan aku mau ke kelas eh taunya aku gak ada minat balik ke kelas jadi aku ke rooftop aja pas agak lama diam di situ ada si Vano datang , terus kita balik ke kelas Bu guru suruh kita berdua Vano keliling lapangan 12 putaran jadi kita pergi ke lapangan , terus kita bikin taruhan siapa kalah dia yang teraktir , ya gini deh jadinya " ucap Nancy menjelaskan
Angga : jadi Devan lo kalah sama Nancy hahaha" tawa Angga mengejek Devan
Devan : ye sebenarnya gue yang menang eh pas dekat lagi sampai Nancy nahan gue terus dia dorong gue sampai gue jatuh untung gue gak kenapa-napa " ucap Devan sambil menatap sinis ke arah nancy yang masih sibuk dengan makanan nya
Nancy yang merasa di tatap pun melihat ke arah Devan yang menatapnya dengan tatapan sinis
Nancy : lo kenapa Van geliat gue kayak orang gila , oh iya lo pulang sama gue yah Van " ucap Nancy dengan nada jail
Devan yang tau pun menolaknya
Devan : gak gue sama Nathan " ucap Devan menolak ajakan Nancy
Nancy : oh ya udah , liat aja lo ntar nyesal " ucap nancy sambil tersenyum licik
Nancy: ih Hoodie gerepotin banget sih " ucap nancy kesal karena lengan Hoodie menutupi tangan nya Devan yang melihat pun melipat nya
Devan : sini gue bantu " tawar Devan nancy pun memberi tangannya , Devan pun melipat nya
David : loh baby bukannya kamu tadi pagi gak pakai Hoodie ya ini Hoodie siapa " tanya David yang baru sadar kalau Nancy mengenakan Hoodie yang lebih besar dari tubuh mungilnya
Nancy : oh ini Hoodie nya Vano " ucap nancy dan melanjutkan makannya karena lengan Hoodie yang sudah di gulung oleh Devan
Riko : emang nya kenapa lo pakai Hoodie ? Tanya Riko
Devan : baju dalamannya tembus pandang makanya gue pinjaman Hoodie gue " ucap Devan mereka pun mengangguk
Angga : eh Van telinga lo kenapa tu kayak bekas di gigit " tanya Angga yang tak sengaja melihat telinga Devan yang masih agak merah dan ada bekas gigitan mereka yang lain pun melihat ke arah telinga Devan kecuali nancy yang masih sibuk dengan makanan nya
Devan : oh ini ada orang gila yang gigit telinga gue " ucap Devan membuat mereka bingung bagaimana caranya orang gila masuk ke sekolah sedangkan gerbang di jaga , Nancy yang mendengar ucapan Devan pun tersedak
Uhuk uhuk
Devan pun memberi minuman nancy ke nancy , nancy pun menerima nya dan meminumnya
David : baby kamu gak papa kok bisa sambil keselek sih " ucap David dengan nada khawatir yang mengusap bibir nancy yang ada sisa minumannya
Nancy : aku gak papa kok baby " ucap nancy dan tersenyum
Nancy : what apa lo bilang orang gila , lo itu orang gila gendong orang gak baik - baik makanya gue gigit telinga lo " lanjut nancy dengan nada kesal karena tidak di terima di sebut orang gila
Devan : siapa suruh lo mukul - mukul gue ya gue balas lah " ucap Devan
Nathan : sudah - sudah , oh iya Van kayaknya gue pulang gak bisa Bawak Lo deh , soalnya gue ada urusan ucap Nathan karena sudah di beri kode oleh Nancy
Devan : oh ya udah , woy Riko gue pulang ikut Lo yah " ucap Devan
Riko : gue ada urusan sama Angga " ucap Riko
Devan : kok ada urusan semua sih , Cy gue pulang ikut lo yah " ucap Devan
Nancy : Oky Lo bisa pulang ikut gue , dengan 1 syarat " ucap nancy
Devan : Lo mah gitu terus pasti pakai syarat"
Nancy : mau gak? , ya udah kalau gak mau " ucap nancy
Devan : iya deh apa syratnya ?
Nancy: lo teraktir gue ntar malam nonton bioskop film kesukaan gue terus hari Sabtu lo kerumah gue Bawak Snack kesukaan gue yang banyak dan Bawak film horor kita begadang di dalam kamar gue " ucap nancy
Devan : oky deal
Raka cs yang mendengar itu pun pikiran negatif mereka keluar karena mereka mengira Nancy hanya membawa Devan, dan juga Nancy membawa Devan bergadang di dalam kamarnya .
Raka: lo mau buat apa bergadang di dalam kamar sama Devan " ucap Raka , sontak Devan cs , David dan Nancy tertawa . Semua di kantin pun melihat ke arah mereka karena suara ketawa mereka yang sangat nyaring.
Fares: kalian kenapa pada ketawa gak ada yang lucu " ucap Fares bingung begitu juga dengan Ray, Raka.
Angga: aduh kalian ini kalau ada Devan berarti ada kita juga" ucap Angga sambil memegang perutnya dan menghapus air mata nya yang keluar
Raka cs: oh" ucap Raka cs mereka pun cengengesan karena salah paham .
bersambung
bagus gak ceritanya?
kasih vote,komen,like,and favorit 🙃❤️