
Perubahan kenzi dan kenzo
...----------------...
Saat mereka berdua telah sampai di mansion .
mereka berdua melihat Dedy , Diana dan Sinta yang berada di ruang keluarga sedang menonton tv , kenzi dan kenzo melewatinya begitu saja tanpa mempedulikan mereka bertiga .
( kenapa semakin hari anak anakku semakin dingin kepada ku , bahkan mereka tidak ingin melihat ku ) batin Roy
( gue harus bisa naklukin hati bang kenzi dan bang kenzo ) batin Sinta
( aku harus bisa mengambil hati kenzi dan kenzo sepaya mereka manganggap ku momy nya , dan disaat anak sialan itu datang maka tidak akan ada yang membelanya ) batin diana .
kenzi dan kenzo telah sampai di kamar mereka masing masing , mereka membersihkan diri mereka , setelah itu mereka turun ke bawah untuk sarapan , tetapi mereka tidak duduk di meja makan melainkan di dapur bersama para pelayan .
Dedy nya yang melihat mereka berdua seperti itu pun menjadi sedih , karena dia sarapan sendiri di meja makan , sedangkan diana pergi shopping .
" kenzi , Kenzo Dedy mau bicara dengan kalian ". ucap Roy tegas , hanya dibalas anggukan oleh mereka tanpa melihat dedy nya .
setelah selesai makan kenzi dan kenzo pergi ke ruang kerja dedynya .
setelah sampai di ruang kerja dedy nya mereka tidak mengetok pintunya dan langsung masuk , mereka melihat dedy nya yang sedang menatap fhoto Adelia , mereka berdua hanya diam tanpa berbicara .
Roy yang merasa ada orang pun langsung membalikkan badannya dan ternyata anak anak nya sudah berada di belakangnya .
" to the point ". ucap kenzo dingin
" kenapa kalian jadi dingin seperti ini , bahkan lebih dingin dari biasanya , apakah Dedy mempunyai kesalahan sama kalian sehingga kalian marah dan mendiami Dedy , bahkan kalian tidak ingin melihat wajah Dedy "?. tanya Roy sendu
kenzi dan kenzo hanya diam tanpa menjawab dan melihat wajah Dedy nya.
" jika Dedy mempunyai kesalahan sama kalian tolong maafkan Dedy , Dedy tidak tau kesalahan apa yang telah Dedy buat sehingga kalian menjadi seperti ini "?. tanya Roy kembali
" Dedy tidak pernah mempunyai kesalahan kepada kami , tetapi kami kecewa sama Dedy
" Dedy tau kesalahan Dedy dengan siapa "?. tanya Kenzo
" kesalahan Dedy dengan princes kami , Dedy mengusirnya tanpa mencari bukti yang sesungguhnya , apakah benar princes yang membunuh momy apa bukan ? tapi ternyata Dedy sangat bodoh , Dedy malah mengusirnya dan menamparnya , dan Dedy tega mengatakan bahwa dia bukan anak Dedy , Dedy melakukan kesalahan besar , Dedy malah mempercayai orang baru yang masuk ke keluarga kita dibandingkan darah daging Dady sendiri , bahkan Dedy tidak pernah mencari keberadaan princes ". ucap kenzo panjang lebar dengan kecewa
" Asal Dedy tau ya , princes selama ini sangat lah menderita , dia kehujanan , kedinginan , kelaparan bahkan terluka diluar sana , Dedy malah enak enakan manjain istri Dedy dan anak kesayangan Dedy itu ". ucap kenzi dengan emosi meluap luap
" jika tidak karena kami darah daging dedy kami sudah lama akan meninggalkan Dedy dari mansion ini , dan Dedy rasakan siapa yang benar-benar tulus menyayangi Dedy atau yang hanya memanfaatkan Dedy ". ucap kenzo
Dan pesan kami berdua untuk Dedy
( semoga Dedy tidak menyesal di kemudian hari jika Dedy mengetahui kebenaran yang sesungguhnya , dan semoga Dedy mendapatkan maaf dari princes , kesempatan tidak datang dua kalinya , karena princes sudah mengatakan yang sesungguhnya namun Dedy tidak mempercayai nya ) ucap kenzo panjang lebar
sebelum mereka keluar dari ruang kerja dedy nya , kenzi mengatakan sesuatu tanpa menoleh ke belakang .
" kami sangat kecewa dengan Dedy , jangan pernah Dedy anggap kami anak Dedy , karena Dedy tidak pantas untuk kami sebut Dedy , Dedy hanya pantas disebut Dedy dengan Diana istri kesayangan Dedy dan Sinta anak kesayangan Dedy ". ucap kenzi dingin
Roy hanya diam mematung karena mendengarkan semua ucapan Kenzo dan kenzi , hatinya sakit dan seakan gagal menjadi seorang ayah yang seharusnya melindungi keluarganya bukan mengusir anaknya .
Roy pun menangis sejadi-jadinya di ruang kerjanya , kenzi dan kenzo pun yang belom jauh dari pintu ruang kerja Roy mendengar isakan tangis Roy , tetapi mereka hanya acuh saja .
.
.
.
.
.
.
{ Bersambung }