
“Kalian..!!” Alice menutup mulut nya tidak percaya menatap sepasang kekasih yang kini berada di hadapan nya.
Dengan selembar surat undangan bermotif mewah namun terlihat sangat elegan, sepasang kekasih itu hanya bisa tersenyum kaku begitu mendapat pelototan dari para keluarga.
“Kami harap kalian bisa datang” Ujar Steven seraya menyodorkan surat undangan pernikahan nya bersama Carlotta.
“Carlo!” Pekik gemas Alice yang langsung bangun dan menghampiri wanita itu.
“Aaww sakit Alice..” Rengek pelan Carlotta begitu Alice menjewer telinga nya.
“Astaga sayang, jangan seperti ini” Ricuh Theo menarik pelan tangan Alice agar melepaskan jeweran nya.
Jeweran pun terlepas berganti dengan kedua tangan wanita dengan perut besarnya yang kini bersedekap dada.
“Sejak kapan kalian menjalin hubungan? Kenapa kamu tidak cerita padaku? Apa aku sudah tidak penting lagi dalam hidup mu, Carlotta?!”
Jika terlihat mungkin saat ini kepala Alice sudah di hiasi tanduk berwarna merah. Wanita itu sangat kesal begitu mendengar kabar sahabatnya dan asisten suami nya akan menikah.
“Emm.. Saat itu aku cerita di ruangan Mr.Theo” Cicit pelan Carlotta. “Aku sudah menjalin hubungan dengan Steven, tapi aku memilih untuk merahasiakan nya”
“Carlo--”
“Sudah sayang sudah, tidak baik jika kamu terus mengomel seperti ini untuk anak kita” Potong Theo seraya mengusap perut besar Alice.
“Kamu juga!” Alice menatap Theo begitu tajam. “Pasti kamu sudah tau 'kan?!”
Theo menggeleng begitu cepat, memang nyatanya ia belum mengetahuinya. “Sumpah deh aku gak tau apa-apa” Sahutnya dengan nada memelas.
“Jelaskan Stev” Gumam Carlotta menyenggol lengan sang kekasih yang sedari tadi hanya tertawa.
“Hahaha baiklah dengarkan penjelasan ku” Ujar Steven dengan tawanya. Alhasil tawa itu mengundang tatapan tajam dari Theo.
“Theo memang tidak mengetahui apa-apa, Alice. Dan sebenarnya aku ingin pamer seperti sepasang kekasih lain nya tetapi sahabat mu ini selalu melarang dan mengancam ku”
“Heh!” Carlotta melotot tidak setuju, karena memang ini sudah kesepakatan kedua nya dan kenapa harus ia yang di salahkan?.
“Alice, duduk sayang. Mommy ingin menegur anak nakal itu juga” Ujar Giselle tak kalah gemas.
.
Kini suasana Kembali seperti biasa walaupun beberapa kali Alice terus menyindir Carlotta seakan dirinya tidak penting.
“Apa keponakan tante marah juga hmm?” Goda Carlotta mengelus perut besar sahabatnya.
“Gak tau!” Ketus Alice mengundang tawa para keluarga.
“Jadi bagaimana dengan persiapan nya. Apa perlu Papa bantu, Stev?” Tawar Jhon yang langsung mendapat gelengan dari Steven.
“Tidak perlu, Pa. Semuanya sudah siap hanya tinggal beberapa langkah lagi” Jhon mengangguk-angguk mengerti, memang Steven terlalu mandiri dan tidak pernah merepotkan siapa pun.
“Bagaimana dengan keamanan nya?” Tanya Theo mulai membuka suara.
“Untuk itu sepertinya aku harus meminta bantuan pada mu, boss” Ujar Steven di iringi kekehan pelan nya
Theo menggeleng-gelengkan kepalanya begitu mendengar penuturan Steven. “Tenang saja asisten ku. Boss mu ini akan memberikan keamanan terbaik untuk pesta kalian” Ujarnya dengan nada sombong.
“Aku percayakan itu pada mu, boss”
Tawa kembali mengisi luasnya ruang keluarga di kediaman Adonios, beberapa bulan ini baik Jhon ataupun Jinny sering sekali berkunjung.
“Ngomong-ngomong, kapan kamu lahiran?” Tanya Carlotta menatap serius wajah Alice. “Bulan ini usia kandungan kamu sudah memasuki bulan ke sembilan 'kan?”
Alice mengangguk pelan dan mengusap perut besarnya. “Mungkin beberapa hari lagi” Sahut nya yang langsung membuat mata Carlotta melotot.
“Kalau gitu kamu gak bisa datang ke acara pernikahan aku dong?”
Tuk!
Alice menyentil kening sang sahabat yang masih membuat dirinya kesal. “Beberapa hari itu belum tentu seminggu ke depan, bisa aja dua minggu atau entahlah”
“Tuh kan kamu aja gak tau, nanti kalau kamu--”
“Carlotta, baby. Jangan memikirkan hal seperti itu, yang harus kita pikirkan sekarang semoga acara kita ataupun Alice dan anak nya akan berjalan lancar serta baik-baik saja” Potong Steven mengusap surai sang kekasih.
“Emm.. Betul juga” Gumam Carlotta menyadari kebodohan nya. “Semoga saat persalinan nanti, kalian baik-baik aja dan tante janji akan memberikan kado yang besar untuk mu” Lanjutnya tepat di depan perut Alice.
...****************...