Possessive Psychopath Husband

Possessive Psychopath Husband
•P.P.H-Bab28-•



Alice terdiam begitu mendengar bahwa dirinya saat ini tengah mengandung. Baru saja merasa lega karena pertikaian antara suami dan Daddy nya telah usai.


Tetapi begitu mendengar kabar kehamilan nya, entah kenapa ada perasaan gundah dalam hati Alice, namun bukan berarti wanita itu tidak senang.


“Kenapa?” Tanya singkat Theo yang melihat keterdiaman Alice.


Alice menggeleng pelan dan tersenyum tipis.


“Aku lelah” Ujar Alice seraya berbaring dan menarik selimut menutupi tubuhnya.


Tentunya hal ini membuat tatapan antusias Theo berubah menjadi tatapan datar dan perasaan nya pun tak menentu.


“Sayang?..” Panggil Theo kala tak melihat pergerakan Alice.


“Tidur Theo, sudah terlalu malam untuk berbicara” Gumam Alice.


“Berbalik, aku tidak suka di belakangi seperti ini” Ucap dingin Theo menatap punggung Alice.


Alice menurut dan berbalik, sejenak wanita itu menatap Theo hingga tangannya menarik pelan lengan Theo agar pria itu berbaring.


“Kenapa? Kamu tidak senang mendengar berita membahagiakan seperti ini?” Tanya Theo setelah berbaring dan mengunci tatapan sang istri.


Alice menggeleng pelan. “Aku bahagia, tentu bahagia” Jawab nya.


“Lalu jika bahagia kenapa sikap mu tiba-tiba berubah seakan-akan tidak bahagia dan sedang menyesal?”


Ekspresi Theo saat ini tidak bisa dibilang biasa saja, pasalnya tatapan pria itu mengisyaratkan bahwa dirinya sedang kesal bercampur marah.


Alice menarik hidung mancung milik suaminya saat merasa suanasa mulai tidak terkendali, lantas wanita itu terkekeh pelan.


“Kamu tidak boleh asal menyimpulkan seperti ini!” Ucap gemas Alice.


Alis Theo terangkat, tatapan nya semakin tidak santai.


“Sudah aku bilang, aku bahagia. Tetapi aku merasa ada yang mengganjal”


“Kamu ragu?”


Alice mengangguk lalu menggeleng karena sebenarnya ia pun bingung.


“Apa dokter tidak salah memeriksa, secara kita baru--”


“Besok kita periksa ke rumah sakit agar kamu percaya, dan kamu seorang perempuan seharusnya mengerti siklus subur atau siklus lain nya” Potong Theo mencubit pipi chubby Alice.


Alice terkekeh pelan. Entah lah bukan hal ini yang sebenarnya mengganjal di hatinya, tetapi tentang masa lalu Theo hingga pria itu tidak bisa membedakan bahwa Alice adalah orang yang berbeda dari masa lalu nya.


Theo menarik tubuh Alice ke dalam pelukan nya lalu melayangkan kecupan hangat pada kening sang istri.


“Terimakasih..”


Alice mendongak dan menatap wajah Theo. “Untuk apa lagi?”


“Terimakasih untuk hari ini, jika kamu tidak berbohong mungkin aku akan kehilangan kamu dan anak kita. Lalu terimakasih karena telah menerima benih ku dengan baik”


Saat mendengar penuturan terakhir Theo, refleks kepala Alice langsung menunduk dan berhadapan langsung dengan dada bidang pria itu.


“Sudah aku bilang, aku akan menepati janji ku dan.. Aku harap kamu melupakan semua kenangan buruk di masa lalu mu”


Theo memejamkan matanya dan mengatur napas nya.


“Aku selalu mencoba untuk melupakan nya, tetapi..”


.


.


“Daddy kecewa pada mu..” Ujar Brandon penuh kekecewaan pada pria yang berdiri di belakang nya.


“Tidak Pi, Alice berbohong. Mereka berbohong!” Sentak pria itu.


“Berbohong apa lagi hah?!” Bentak Brandon. “Sudah jelas-jelas kamu yang berbohong dan berniat merusak rumah tangga mereka 'kan?!”


Pria itu menggeleng dan meraih tangan Brandon untuk digenggam nya, namun yang terjadi Brandon malah menghempaskan tangan nya dan berbalik menatap tajam pria muda di hadapan nya.


“Kamu menyukai Alice 'kan?”


Pria itu terdiam, namun kepalanya menggeleng kecil dengan tangan yang terkepal erat.


“Daddy tau kamu menyukai Alice, Dom!” Nada tinggi itu berhasil memenuhi gedung tua yang berada tak jauh dari kota.


Dom menatap lamat wajah Brandon lalu terkekeh sinis.


“Daddy tau itu, tetapi kenapa Daddy malah menjodohkan Alice dengan pria brengsek itu hah!”


“Kamu yang brengsek! Harusnya kamu sadar karena mereka kami jodohkan sejak Alice masih berada di dalam kandungan Mommy!”


“Egois. Kalian egois!”


Brandon lantas menarik kerah kemeja pria dihadapan nya yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri. Namun hari ini Dom sangat mengecewakan nya.


“Apa yang kamu katakan barusan hah!”


“Egois! Kalian tidak memikirkan apa Alice akan bahagia atau tidak, dan kalian tidak memikirkan apa Alice terpaksa atau tidak!”


Bugh!


Satu bogeman mentah berhasil melayang pada rahang tegas Dom hingga membuat sudut bibir pria itu berdarah.


“Alice bahagia! Theo sangat mencintainya dan menjaga nya. Bahkan Theo lah yang menyelamatkan nyawa Alice malam itu!”


“Cih, rupanya ancaman Theo kali ini benar-benar ampuh hingga membuat Alice berbohong seperti ini” Kekehan sinis Dom semakin menjadi.


Brandon langsung menghempaskan tubuh Dom begitu saja dan menatap penuh kecewa pria itu.


“Daddy akan melupakan masalah ini dan Daddy pastikan Alice tidak akan mengetahui bahwa hal kebohongan ini Daddy dapat dari mu” Ujar Brandon seraya melangkah.


“Oh iya satu lagi” Brandon menghentikan langkah nya dan kembali menatap Dom.


“Alice sedang hamil, Daddy harap kamu bisa menjaga nya seperti biasa. Jangan pernah berniat untuk merusak hubungan mereka lagi” Ucap Brandon penuh penekanan.


Setelah nya pria setengah baya itu langsung pergi meninggalkan Dom yang tengah mengepalkan tangan nya seerat mungkin.


“Brengsek!” Teriak frustasi Dom memukul angin.


“Secepatnya akan aku buktikan kebohongan ini akan terbongkar!” Lanjutnya.


...****************...


-Terimakasih kakak-kakak atas vote dan gift yang sudah kalian lemparkan🤭