
“Kamu apa-apaan sih, kenapa jadi kasar gini hah!”
“Kasar?” Alice terkekeh, tangan nya melipat di depan dada dengan tatapan kecewanya. “Jadi dia? Dia wanita itu?”
Theo terdiam menatap tidak suka perilaku Alice, terlebih lagi saat wanita itu memanggil security dan menyuruh untuk menyeret Jane keluar.
Plak!
Satu tamparan kecil Alice layangkan pada pipi Theo.
“Bangun lah suami ku..”
Plak!!
Tamparan cukup kuat kembali Alice layangkan.
“Teguhkan hati mu, kamu sudah mencintaiku dan melupakan nya 'bukan?”
PLAKK!!
Tamparan ketiga sekaligus tamparan terkuat hingga menimbulkan bunyi yang cukup nyaring lagi-lagi mendarat di pipi Theo.
“Jangan sampai aku kembali mengeluarkan kata-kata yang sedari awal ingin aku lontarkan agar jauh dari mu!” Teriak nyaring Alice dengan air mata yang mulai berjatuhan.
Theo hanya diam. Diam menatap tetasan air mata yang berjatuhan di lantai, diam merenungi hal yang baru saja terjadi, dan diam karena tak ingin kehilangan istri kecil nya.
“Jawab Theo, jawab hikss..!”
Tanpa berkata-kata lagi Theo langsung menarik tubuh Alice ke dalam pelukan erat nya, sangat erat seperti biasa saat pria itu takut ditinggalkan oleh Alice.
“No baby. Maafkan aku..” Lirih Theo.
Tangis Alice semakin menjadi-jadi begitu mendengar ucapan Theo. Hati nya sangat sakit saat melihat suami nya tengah berpelukan dengan seorang wanita, bahkan suami nya sendiri membela wanita itu yang ternyata adalah masa lalu-nya.
Tidak ada lagi kata yang keluar dari bibir kedua nya, yang terdengar hanya isak tangis Alice dan hembusan napas berat Theo yang terus menghirup aroma menenangkan dari tubuh Alice.
“Aku hanya kaget, terlebih lagi saat aku memasuki ruangan tiba-tiba dia sudah ada di sini” Theo mengurai pelukan nya dan menyeka air mata Alice.
“Aku hanya milik mu, dan kamu hanya milik ku. Oke?”
Alice hanya diam, menatap segala arah menahan sesak di dada nya. Sejujurnya Alice sudah menduga bahwa hal seperti ini akan terjadi.
Dimana ia harus bersiap menerima kedatangan masa lalu Theo, masa lalu yang sangat di cintai suami nya ini. Dan bersiap untuk meneguhkan hatinya untuk keadaan seperti sekarang.
“Aku tidak masalah jika kamu ingin kembali padanya, tetapi jangan harap bisa bertemu anak mu nanti”
Alice melepaskan rangkulan Theo dan bersiap meninggalkan pria itu, tetapi dengan cepat Theo menarik tubuhnya dan kembali memeluknya begitu erat.
“Tidak, tidak. Aku tidak akan kembali bersama wanita ular sepertinya. Aku memiliki mu dan anak kita yang jauh lebih berharga”
“Aku tidak yakin dengan ucapan mu”
“Tetap bersamaku, dan temani aku setiap waktunya. Aku hanya mencintai mu”
.
.
“Arghhh brengsek! Sialan!” Teriak marah seorang wanita yang sedang memukul-mukul setir mobil nya.
“Wanita sialan, berani-berani nya dia mengusir ku layaknya seorang gembel!” Napas nya memburu, menatap emosi gedung menjulang di samping nya.
“Akan aku pastikan, Bastian akan kembali jatuh ke tangan ku bersama dengan kekayaan nya dan kamu? Kamu akan terhempas wanita sialan!” Hardik penuh keegoisan Jane.
Brakk! Dugh!
Tiba-tiba saja dari belakang sana mobil Jane di tabrak orang seseorang membuat kening wanita itu terbentur setir mobil nya.
Cukup lama wanita itu menahan rasa berdenyut pada kening nya hingga akhirnya terdengar suara ketukan dari kaca mobilnya membuat Jane langsung membuka nya.
“Apa yang kau lakukan sialan, kau ingin membunuhku hah!” Maki marah Jane menatap tajam wajah pria di depan nya.
“Jane?” Bukan nya meminta maaf, tetapi nama wanita itulah yang di sebut oleh pria yang saat ini menatap tidak percaya Jane.
Jane terdiam sesaat mengingat siapa pria dihadapan nya ini.
“Dasar bodoh, aku adik mu!” Kesal Aldo seraya memukul kening Jane yang baru saja terbentur setir mobil.
“Arghh sakit brengsek!” Erang kesakitan Jane memukul kepala Aldo.
“Ahiya maafkan aku, tadi aku mau memarkirkan mobil tetapi mobil kecil mu tidak terlihat”
“Apa matamu sudah buta! Mobil sebesar ini tidak terlihat?!”
Aldo terkekeh pelan menggaruk tengkuk lehernya, hingga akhirnya pria itu tersadar akan sesuatu.
“Kapan kamu pulang? Kenapa tidak pulang ke rumah dan kenapa kamu ada di sini?” Cecar Aldo penuh selidik.
“Dimana sopan kamu hah? Aku kakak mu Aldo Shy Xyrin” Tekan gemas Jane menjambak pelan rambut sang adik.
“Aww!” Rintih kesakitan Aldo. “Aku tidak mau memanggil mu dengan sebutan kakak lagi. Aku sudah lebih tinggi darimu!”
Mata Jane melotot tidak suka. “Jadi kamu menghina kakak mu ini pendek hah!”
Aldo melepaskan jambakan rambut Jane lalu menggeleng cepat. “Tidak-tidak bukan seperti itu, tapi--”
“Tunggu, ngapain kamu di sini? Ini 'kan tempat parkir perusahaan Bastian” Potong Jane.
“Aku bekerja di sini dan yang seharusnya bertanya seperti itu adalah aku. Ngapain kamu di sini, di kantor mantan kekasih mu?”
Jane cukup tercengang mendengar bahwa adik semata wayang nya yang sangat ia sayangi ternyata bekerja di perusahaan Theo, tetapi tak lama kemudian sebuah seringai licik terbit di bibirnya.
“Kamu tidak lupa 'bukan siapa Bastian? CEO sekaligus pemilik perusahaan ini?”
Aldo mengangguk malas dan menyandarkan punggung nya pada mobil sport keluaran terbaru milik Jane, sang kakak.
“Dasar nakal! Kenapa tidak memberitahu kakak kalau kamu kerja di sini?!” Gemas kesal Jane memukul bahu Aldo. Pria yang dulu nya sangat kecil dan pendek namun kini malah terlihat begitu tinggi dan gagah.
“Untuk apa? Lagi pula Mr.Theo sudah bahagia bersama istrinya, wanita yang aku cintai” Lirih Aldo diakhir perkataan nya.
Mata Jane membola sempurna mendengar perkataan lirih sang akhir. Jane tentu mengetahui tentang hal ini tetapi ia tidak tahu bahwa wanita itu adalah istri dari Theo.
“Kamu bodoh?” Tanya tak percaya Jane. “Masih banyak wanita cantik di luar sana, dan kenapa kamu malah mencintai wanita sialan itu!”
“Jane!” Bentak tak terima Aldo. “Jika aku bodoh, lalu bagaimana dengan mu hah?!”
“Aku tidak bodoh, aku hanya sedikit lebih cerdik dari mu”
Aldo terkekeh sinis mendengar penuturan Jane. Jelas Aldo tau seperti apa watak sang kakak.
“Alice juga bukan wanita sembarangan, Jane. Dia anak dari Mr.Brandon sekaligus pewaris tunggal kekayaan Adonios”
Jane terbelalak tak menyangka, sungguh sangat banyak kejutan hari ini. Dan tentunya Jane tau seberapa besar kekayaan keluarga Adonios yang jelas-jelas hampir menandingi keluarga Theo.
“Jangan bilang kamu tidak melihat berita saat mereka menikah hingga tidak tau siapa Alice?”
Jane mengangguk pelan dan ikut menyandarkan punggung nya. “Aku tidak perlu melihat berita tidak penting seperti itu” Sahutnya malas.
“Sekarang lebih baik buka matamu lebar-lebar, Jane. Berhenti merusak rumah tangga mereka dan cari pria lain” Peringat Aldo tetapi langsung mengundang kekehan dari Jane.
“Dari pada seperti itu, lebih baik kita bekerja sama. Aku bisa mendapatkan Bastian bersama kekayaan nya, dan kamu bisa mendapatkan Alice. Wanita yang kamu cintai, adik ku..”
...****************...