
sekarang dirga berada di luar ruang ganti,ia tidak ingin lagi berada di dalam ruang ganti karena ia tidak akan bisa menahan diri jika harus melihat aira dengan pakaian minim.
jadi aira tidak lagi memilih pakaian dalam yg cocok ia pakai untuk tubuhnya,ia hanya memilih yg pas saja dan sedikit tertutup.lalu ia keluar dari ruang ganti dengan wajah yg merah padam karena teringat akan kegiatan yg beberapa saat lalu mereka lakukan.
"sudah?" tanya dirga.aira hanya mengangguk.
dirga membawanya menuju kasir dan menyerah kan kredit card nya.
"akan diambil oleh supirku nanti".
"baik tuan".
*
*
*
sekarang mereka akan ke store baju sehari hari.aira masih mengenakan sarung yg tadi ia pakai dari rumah.
setelah berjalan kaki beberapa menit dari store pakaian dalam barulah mereka sampai.dan masih sama seperti tadi mereka di sambut dengan ramah oleh karyawan toko.
tapi sepertinya karyawan toko kali ini sedikit kecentilan,lihat saja dari dia berbicara dan bersikap.
"mas ada yg bisa saya bantu?" tanya karyawan toko sambil mencoba memegang lengan dirga.
aira melirik tidak suka.
'dia suamikuuuu!' batin aira kesal.
walaupun dia tidak mencintai dirga tetap saja dirga adalah suaminya,miliknya,ia tidak ingin miliknya diambil orang lain.
karena dirga melihat lirikan tidak suka dari aira,dirga sedikit menampilkan senyum tipisnya lalu berbicara
"bersikaplah sopan!".kata dirga dingin.
dan refleks karyawan toko melepaskan tangan dirga karena melihat tapapan dirga yg dingin dan menusuk,tatapannya seakan akan mengatakan 'lepaskan atau kau akan tau akibatnya'
karyawan toko tersebut mundur 2 langkah kebelakang dan mulai bersikap seperti pada pengunjung biasa nya.
"silahkan tuan. nyonya ". memberi bow
dirga menggandeng tangan aira dan duduk di sofa yg tersedia.
"keluarkan pakaian tercantik dan termahal di toko ini." perintah dirga.
dan dengan cepat karyawan karyawan toko tersebut mengeluarkan pakaian sesuai dengan permintaan dirga dan apaa yg terjadi ?.
jadi karena mall tersebut merupakan pusat perbelanjaan terbesar dan letaknya pun di tengah tengah kota dan juga karena sedikitnya orang orang yg memakai hijab,jadi karyawan toko mengeluarkan pakaian minim atau biasa di sebut dengan dress.
mungkin bagi orang orang di sini pakaian pakaian tersebut tidak lah masalah tapi bagi aira ini merupakan masalah besar.bagai mana dia bisa mengenakan dress.bisa saja tetapi yg pasti harus ada bawahannya yg panjang sampai ke ujung kaki atau setidaknya sampai ke mata kaki.
"abg bajunya terlalu pendek dan ketat". kata aira sambil menggoyang kan lengan dirga.
dirga bangun melihat lihat baju yg di bawakan oleh karyawan toko.
" bawakan yg tertutup jangan yg seperti ini".perintah dirga lagi,karyawan toko mengangguk dan bergegas mengambil pakaian yg di minta dirga.
"pilih lah sesuai dengan yg kamu suka."kata dirga.
aira memilih pakaian yg dia suka tanpa melihat harga.
sementara itu dirga juga memilih pakaian yg ketat dan seksi yg tadinya di bawakan karyawan toko.ia ingin melihat aira menggunakan nya.
setelah selesai memilih aira mengenakan salah satu baju agar dia tidak lagi susah menggunakan sarung dan kemeja dirga dan setelah selesai dirga menggandeng tangan aira menuju kasir.
"Ditunggu sebentar tuan".sambil tersenyum ramah.
"totalnya semua pakaiannya 367.000.000 tuan." kata karyawan toko.
Dirga menyerah kan kredit card nya.
"abg ituu terlalu mahal.kita bisa membelinya di pasar saja,di pasar bajunya juga cukup bagus." berbisik di telinga dirga.
'pakaian saja harganya segini,apalagi di tambah pakaian dalam dan barang barang lainnya' lanjut batin aira.
"uang ku masih lebih dari cukup jika hanya 300 juta."kata dirga balik berbisik.
setelah mendengar penuturan dirga aira tidak lagi mempermasalahkan nya,ia hanya ikut apa saja yg dikatakan dirga.
setelah seharian berbelanja mulai dari pakaian dalam,baju baju set,tas, sepatu, alat make up dan yg lainnya.mereka pulang disertai dengan lelah๐.
didalam mobil yg penuh dengan belanjaan di bagasi nya. dirga duduk bersandar di bahu aira sambil memeluk aira dari samping sangking lelahnya ia.dan tidak butuh waktu lama dirga sudah terlelap.
aira tidak mempermasalahkan lagi jika dirga memeluknya, walaupun mereka baru satu hari menikah.
aira ingin membiasakan diri berada di dekat dirga,di peluk,di cium,di manja,atau apapun itu.karena memang dirga adalah suaminya,dan pahala baginya jika menyenangkan suami mau dengan cara apa pun itu.
sesampainya mereka di kediaman Rahardian.aira langsung membangunkan dirga.
"abg." menggoyang kan lengan dirga.
"abg...abg... bangun kita sudah sampai".
beberapa saat dirga membuka matanya melihat keluar kaca mobil.
'ahh sudah sampai,sangat nyaman tidur dengan nya,aku rasanya tidak ingin bangun.' batin dirga
"ayo turun".ajak dirga.
mereka turun bersama di sambut oleh mama dirga yg sedari tadi menunggu di depan pintu.
Lusy melirik aira dengan sinis.
"apa kau sudah makan sayang?" tanya lusi kepada dirga.
"kami sudah makan ma tadi" jawab dirga sambil tersenyum.
"aku sangat lelah aku ke kamar dulu ya ma."pamit dirga.
aira berjalan di belakang dirga ingin menyusul dirga,tiba tiba lusi menarik tangan aira.dirga menoleh.
"mama pinjam istri kamu yaa sebentar." duhh senyum nya sangat tulus seakan akan menggambarkan sikap mertua yg sangat sayang menantunya.
dirga mengangguk.
"jangan lama lama ya ma, aira juga pasti kelelahan".kata dirga dan berlalu pergi ke kamarnya.
setelah melihat dirga masuk ke kamar,lusi menghempas kan tangan aira dengan kasar.
"besok besok kalau mau pergi itu,pergi sendiri jangan manja.dirga itu suami kamu bukan pengawal kamu.dasar tidak tau di untung." memandang marah ke arah aira.sebenarnya lusi cemburu pada aira,karena lusi yg ibu kandungnya saja dirga tidak pernah menemaninya ke mall,bahkan untuk menghabiskan waktu di ruang keluarga saja dirga tidak bisa karena ia sangat sibuk bekerja.waktu nya berkumpul dengan keluarga hanya pada saat jam makan saja,bahkan di hari libur saja dirga terkadang masih berkerja.
"maaf ma." sambil menunduk.
"jangan panggil aku dengan sebutan itu,panggil aku nyonya." kata lusi matanya melotot seakan akan keluar,membuat aira takut.
melihat aira ketakutan lusi tersenyum senang.
"pergilah.dirga pasti menunggumu,layani dia dengan baik." perintah lusi,membuat aira merasa seakan akan ia adalah pembantu di rumah ini.
"baik nyonya." aira memberi bow setelah itu ia berlalu pergi dengan kepala menunduk.
Happy reading
jangan lupa vote and komen
karena sesungguhnya vote dari kalian lah yg membuat saya semakin semangat ๐