
seperti yg lusi katakan aira sekarang berada di kantor dirga dia ingin memberikan dirga surprise mungkin saja dengan dia memberi tahu dirga,dirga akan bahagia dan hubungan mereka membaik.
'YaAllah semoga saja abg senang' batin aira.
ia melangkah gugup menaiki lift menuju ruangan dirga.
ini kali pertama nya menginjakkan kaki nya di kantor dirga sebelum nya ia tidak pernah ke sini selain tidak pernah di ajak oleh dirga dia juga tidak mempunyai alasan untuk datang kemari.
lift berhenti aira keluar dari lift dan ia melihat seseorang berjalan di depan nya.
"maaf pak" panggil nya.
"iya ada apa buk?".
"saya mau ke ruangan pak dirga di mana yaa pak" tanya aira.
"ibu siapa nya pak dirga?" tanya orang tersebut.
"saya istri nya pak." jawab aira.
"ooo ibu aira,kenal kan saya edo sekretaris nya pak dirga" kata edo,sambil mengenal kan diri.
"mari saya antar buk" edo mempersilahkan kan aira untuk berjalan di depan.
aira tersenyum canggung dan kemudian berjalan di depan dengan edo di belakang.
setelah melewati beberapa ruangan akhir nya mereka sampai.
"silahkan bu" edo membuka pintu.
saat pintu terbuka aira terkejut melihat dirga.beberapa detik kemudian air mata nya mengalir deras.
edo yg melihat aira pun terkejut, edo kemudian mengikuti arah pandang aira, dan edo sungguh tak habis pikir bisa bisa nya dirga seperti itu.
dirga sedang berciuman mesra dengan seorang perempuan yg aira ketahui itu adalah sovia.
dengan langkah gontai dan air mata yg terus mengalir aira berjalan mendekati dirga yg masih saja berciuman.
dirga tidak menyadari kedatangan aira karena posisi mereka berciuman dengan Sovia yg duduk di atas meja dan dirga yg membelakangi pintu.
tepat aira berada di belakang dirga,aira menyentuh bahu dirga.
"abg.." lirih nya sambil terus menangis.
kemudian dirga menoleh ke belakang.
"aira!" dirga terkejut.
"gini cara abg buat aira cinta sama abg?" tanya aira.dari nada bicara nya dirga tau kalau aira benar benar sakit hati terhadap nya.
"ga gitu aira, abg hilaf. maafin abg,abg janji ga ngelakuin ini lagi" kata dirga sambil memegang tangan aira.
aira menghempas kan tangan dirga.dirga tercengang, aira yg biasa nya sangat lembut kenapa sekarang begitu kasar.
"maaf, aira belum bisa jadi istri yg baik buat abg, maaf kalau aira belum bisa jadi seperti Sovia, maaf kalau aira menghancurkan rencana abg untuk menikahi Sovia cinta pertama abg,maaf telah masuk ke dalam hidup abg,,maafin aira karena cinta sama abg, maafin aira karena udah sayang sama abg,maafin aira untuk semua kesalahan yg aira lakukan,,maafin aira karena kesulitan yg abg lalui, maafin aira..hiks hiks..maafin aira" setelah mengatakan itu aira berbalik arah hendak meninggal kan dirga.
tapi dirga menahan nya dan untuk yg kedua kali nya aira menghempas kan tangan dirga dengan kasar.
"semoga abg ga nyesal udah lakuin ini" kata terakhir aira untuk dirga.
aira berjalan secepat mungkin,meninggal kan ruangan dirga.
dirga mencoba mengejar aira tapi Sovia menarik tangan nya.
Sovia pergi dari ruangan dirga.edo yg sedari tadi berdiri di pintu masuk menghampiri dirga.
" bener bener ya lo,istri cantik gitu juga masih aja lo selingkuhin" kata edo.
"buka gue yg mau,dia yg nyosor duluan" kata dirga menyangkal.
"tapi lo juga nikmatin kan" kata edo.dirga tidak bisa menyangkal nya karena memang benar dia menikmati itu semua tadi.
dan sekarang ia malah menyesal telah melakukan itu.
"mendingan lo susul dulu istri lo,takut ntar dia kenapa kenapa di jalan" lanjut edo.
dirga berlari mengejar aira sampai di halaman depan kantor,tapi aira sudah tidak ada di sana.
sedangkan aira sekarang berada di dalam taksi yg tadi mengantar nya ke kantor dirga.
dia terus menangis sampai supir taksi enggan hendak menanyakan tujuan nya kepada aira,karena ke tidak enakan supir tersebut maka terjadi lah supir tersebut membawa aira berkeliling kota hingga aira merasa membaik dan mengatakan tujuan nya.
dirga kini berada di rumah ia berteriak ke seluruh ruangan mencari aira.
"aira!!!..aira!!" panggil nya dengan keras.
lusi yg mendengar dirga berteriak bergegas menghampiri dirga.
"ada apa sih kok teriak teriak" tanya lusi.
"ma aira mana?" tanya dirga memegang bahu mama nya.
"tadi aira ke kantor kamu" jawab lusi.
" tadi dia udah pulang." kata dirga penuh penyesalan.
"terus sekarang dia kemana,,kamu cari dia sekarang. mama takut dia kenapa kenapa karena dia sekarang lagi hamil anak kamu" kata lusi.lusi menangis,baru saja ia bahagia karena aira hamil sekarang ia menangis karena keterkejutan nya kalau aira hilang.
"apa ma?" tanya dirga tidak percaya.
"dia lagi hamil dirga!!.." jawab lusi dengan berteriak.lusi memukul mukul dada dirga.
dirga memegang tangan lusi.
"ma percaya dirga akan bawa aira pulang" kata dirga menatap dalam mata lusi.
kemudian dirga berlari menuju ke arah mobil.
sepanjang jalan dirga sibuk melafalkan maaf nya kepada aira.
"sayang maafin abg,,abg janji ga gitu lagi".
"sayang kamu dimana". kata dirga.ia memukul stir mobil karena kesal akan dirinya sendiri
ia sudah berusaha menelepon aira tapi aira tidak menjawab nya.
***happy reading
semoga kalian suka🥰🥰
jangan lupa vote and like.
jika ada kesalahan pengetikan mohon di beritahu kan kepada author,author akan berusaha memperbaiki nya.
terima kasih🥰🥰***