
rendi sangat menyesal telah mempercayai sovia ia terus saja melontar kan kata maaf yg tak henti henti nya, tapi tentu saja kata maaf nya tidak berguna. semua nya telah terjadi, sekarang yg paling penting adalah bagaimana cara ia membebas kan aira.
setelah berfikir dengan matang rendi akhir nya memutus kan untuk memberi tahu dirga bahwa sebenar nya aira di culik oleh sovia.
Rendi pergi ke rumah dirga menggunakan alamat yg telah di beri kan aira kepada nya dulu.
'tok tok tok'
"permisi" rendi menunggu beberapa saat.
"cari siapa pak?" tanya bi eli
'pak? apa penampilan ku seperti bapak bapak?. ahh itu tidak penting sekarang' batin rendi.
"maaf bu, bisa saya bertemu pak dirga?"
nah ini baru pantas di panggil pak, karena usia nya.
"silahkan masuk" bi eli mempersilahkan kan rendi untuk masuk .
"duduk dulu pak, akan saya panggil kan tuan dirga". rendi mengangguk lalu duduk di sofa ruang tamu. sambil menunggu dirga,rendi melihat lihat rumah dirga dengan kagum.
*
*
*
sementara di tempat ini aira sedang berhadapan dengan pria tua yg tak di kenal nya sama sekali.dengan mata yg sedikit terbuka aira melihat ke arah pria tersebut.
aira bingung, ingin bertanya tapi di urung kan nya karena ia ingin mendengar kan dulu apa yg akan di katakan pria tersebut.
"AIRA PUTRI NAJWA putri dari zakcky dan sintya. apa kau mengingat ku?"
aira menggeleng pelan, laki laki tersebut mensejajarkan tinggi nya dengan aira lalu mengeluar kan pisau kecil yg sangat tajam. ia menggores kan nya di legan aira.
karena ketajaman pisau tersebut,pisau itu dapat melukai aira walau pun aira memakai baju tebal berlengan panjang.
aira meringis menahan sakit.
ia tak berdaya lagi karena sudah beberapa ia tidak di beri makan oleh sovia.
"apa kau sungguh tidak mengingat ku?" tanya pria itu lagi. aira kembali menggeleng kan kepala nya pelan.
pria tersebut melukai aira kembali dengan pisau nya.
"dasar pembunuh!, berani berani nya kau hidup tanpa ada rasa bersalah sedikit pun". kembali menggores bagian tubuh aira yg lain.
"kau tau kau telah membunuh anak ku?".
"akhhhhh!" laki laki itu berteriak marah.
ia mengantukkan kepala aira ke dinding,
setelah melihat dari keluar dari kepala aira laki laki itu keluar dari ruangan itu.
pria itu tidak menyangka nya ternyata sudah ada polisi berdiri di depan pintu, dengan rendi dan dirga di belakang.
polisi langsung menangkap pria itu.
sementara dirga berlari kedalam menghampiri aira di ikuti rendi di belakang.
dirga melihat darah di mana mana.
"sayang!" dirga memeluk aira.
"sayang bangun" tidak ada pergerakan sedikit pun dari aira.
dirga menggendong aira bergegas berlari menuju ke rumah sakit terdekat.
sesampai nya di rumah sakit aira langsung di tangani oleh dokter.
flash back on
"ada apa kau datang kemari?" tanya dirga dingin.
"ini tentang aira" rendi menunduk.
"kau tahu di mana dia!?" tanya dirga excited.
rendi mengangguk, ia menceritakan yg sebenarnya terjadi.
"tolong bawa aku ke sana"kata dirga
"tapi sebelum itu, kita harus memberi tahu polisi untuk berjaga jaga jika di sana ada pelaku nya polisi bisa menangkap nya langsung".
dirga membenarkan saran rendi. dirga mengambil kunci mobil nya bergegas pergi.
***flash back off.
happy reading
semoga kalian suka part ini
jangan lupa like,vote, and komenš„°***