
akhir nya keluarga kecil dirga telah lengkap dengan datang nya malaikat kecil yg melengkapi kebahagiaan mereka.
suara tangisan bayi yg merdu membuat aira meneteskan air mata bahagia nya dan durga tidak henti henti nya mengucap kan kata terima kasih kepada istri nya tak lupa kata cinta yg terus ia lontar kan.
"selamat pak bayi nya perempuan"
dokter menyerah kab bayi tersebut kepada dirga, dirga mengadzani putri kecil nya.
setelah di adzan kan baru lah di letak kan di dada aira.
semua nya telah selesai para keluarga pun sudah di perboleh kan masuk untuk melihat.
"duh mantu mama udah jadi orang tua aja"
mengelus kepala aira.
"jangan manja lagi, udah tua" kata tia sambil tersenyum.
"sini cucu mama" meminta nya pada dirga.
"ga mau ini anak dirga"
"tapi itu cucu mama, sini in ga?"
"abg,," memberi kode, menyuruh dirga mengalah.
"huh. nih" memberi nya dengan wajah cemberut.
"nama nya udah ada kan?" tanya tia.
"udah bu. Alara alishba.gimana sayang?" kata dirga.
"iyaa bagus"
*
*
*
tidak rosa dan risa juga datang menjenguk, entah siapa yg memberi tahu mereka tiba tiba saja mereka datang memberi kejutan kepada aira. aira sangat senang,ia jga sudah sangat lama merindu kan sahabat nya.
setalah beberapa hari di rumah sakit akhir nya aira di izin kan pulang hari ini.
setelah mengurus semua nya dirga kemudian menjemput istri nya untuk membawa nya pulang.
mereka berada di kamar
"mana anak mommy??.. ini diaaa"
"mana anak mommy??... ini diaa"
begitu lah aira mengulang kata kata nya, bercanda dengan putri nya.
sedang kan di tempat lain ada yg sudah lama merencanakan sesuatu untuk merusak kebahagiaan rumah tangga dirga.
dia sudah mencari informasi terkait aira dengan detail sampai sampai ia tau alasan perjodohan aira dengan dirga yg bahkan aira sendiri saja tidak tahu.
ia juga menjumpai rendi untuk melancarkan rencana nya.
"kau mantan aira?" tanya orang tersebut.
"tidak, bukan. kami hanya berteman" jawab rendi.
"tapi seperti yg aku tau kau cinta pada nya".
"itu dulu, sekarang aku sudah mengikhlaskan nya, asal kan dia bahagia".
"hahahaha cinta mu sangat bodoh, apa kau fikir dengan dia bahagia kau juga akan bahagia?"
"tentu saja aku bahagia, itu lah cinta sebenar nya"
"yang benar itu, kau akan bahagia jika bersama nya bukan bahagia jika melihat nya bahagia. tidak kah kau ingin menjadi bagian dari bahagia nya?. kau sungguh lemah, berusaha lah sedikit saja untuk mendapat kan nya".
"bagai mana? kau mau bekerja sama dengan ku untuk mendapat kan wanita mu?. jika kau mau kau akan dapat memiliki nya selama nya" lanjut orang tersebut.
jika di pikir pikir memang benar, belum sepenuh nya rendi merela kan aira.
ia masih berharap penuh atas aira.
"aku harus tau dulu kau siapa, agar aku bisa memikir kan pendapat mu" kata rendi.
"aku sovia" menyodorkan tangan nya untuk menjabat tangan rendi.
tapi rendi tidak membalas nya.
"apa keuntungan nya bagi mu melakukan ini?" tanya rendi.
"ini bukan hanya untung bagi ku saja, tapi kau juga. aku mengingin kan dirga suami aira, dan kau mengingin kan aira. bukan kah kita memiliki tujuan yg sama?. mengambil yg memang membuat kita bahagia.oke tujuan kita adalah bahagia"
"tapi berjanjilah untuk tidak menyakiti siapa pun" kata rendi.
"oke deal?," tanya sovia.
"deal".
happy reading
jangan lupa vote, like and komen