
Alarm di handphone milik aira berbunyi menandakan waktu subuh telah masuk.Aira mengerjapkan matanya ke sekeliling kamar,ia terkejut kenapa ia bisa berada di sini,kamar siapa ini..
ahh dia lupa bahwa dia telah menikah dengan Dirga,dia melirik ke samping kanan nya dan melihat dirga masih terlelap.
'manis sekali'. batin aira.
setelah puas memandangi wajah dirga aira tersadar bahwa ia harus segera shalat.
"tuan bangun lah.sudah waktunya shalat".panggil aira membangun kan dirga.
tapi siapa yg mengira bahwa dirga menarik aira dan mencium bibir aira yg mungil itu.
"bukankah aku suami mu kenapa kau masih memanggil ku tuan?".
"apakah kau ingin aku menjadikan mu pelayan ku?".lanjut dirga.
"mmmm m maaf saya hanya tidak terbiasa".kata aira.
"baiklah akan ku maaf kan kau kali ini,tapi jika ini terjadi lagi aku akan memberimu hukuman yg sangat manis.dan jangan terlalu formal denganku".kata dirga sambil tersenyum misterius.
oh ya ampun aira jadi takut,lihat lah wajah nya sekarang sudah pucat membayang kan hukuman manis seperti apa yg dirga maksud.
setelah aira bangkit dari pelukan dirga,dirga bangun menuju kamar mandi bersiap siap untuk shalat subuh.
sekarang di sinilah mereka di atas sajadah yg menghadap kiblat dengan Dirga yg memimpin sebagai imam dan aira yg berada di belakang dirga.mereka telah menyelesaikan shalatnya,kini dirga duduk bersama aira membaca Alquran bersama sama (duhh romantis nya).
selesai melaksanakan kewajiban terhadap Allah SWT dirga kembali melanjutkan tidurnya,sedangkan aira ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
15 menit kemudian aira selesai dengan ritual mandinya,menuju ke ruang ganti.membuka lemari dan mencari cari sesuatu.
'apakah se mendadak ini pernikahan ku?,pakaian ku saja tidak ada di lemari ini.masih untung kemarin aku bawa baju dari rumah.hufff'.batin aira sambil menggeleng gelengkan kepala nya.
masih dengan memakai kimono nya aira menuju ke ranjang duduk di pinggirnya
" a a abg.hmm." mencoba membangunkan dirga dengan sedikit menggoyangkan lengan dirga.hingga dirga membuka matanya.
"ada apa?."tanya dirga heran.
"hmmmm aku eh anu itu....."memainkan tali kimono nya
"itu apa?"tanya dirga lagi.tapi aira sangat malu menjawab nya.
"ayo cepatlah" lanjut dirga.
"a abg pakaian ku tidak ada satu pun di dalam lemari."masih dengan memilin tali kimono nya.
"pakai saja baju semalam,nanti kita akan pergi membelinya."
"tapi baju semalam sudah kotor,aku sudah merendam nya tadi dan akan ku cuci nanti."keluh aira,ia sedikit menyesal karena telah merendam pakaian nya.
"yasudah pakai saja bajuku dulu."usul dirga.
" tapi aku malu jika orang melihat ku memakai baju abg."
"heii aku ini suamimu kenapa kau harus malu jika kau memakai punya suamimu.kau kan tidak mencurinya."
"ta ta tapi.."
" jangan ada tapi tapian ayo ganti baju mu dulu agar kau tidak masuk angin." dirga bangun menarik aira ke ruang ganti.
"nah pakailah." memberikan pakaian nya.
sebenarnya masih ada yg aira mau ungkapkan tapi dia sangat malu,bagaimana ini.
"tunggu apa lagi pakailah." perintah dirga.
aira masih betah dengan diam nya sambil menunduk.
"apa pakaian dalam mu juga tidak ada?". tanya dirga.aira mengangguk ragu.
ohh ya ampun dirga benar benar pusing mengapa tidak ada yg menyiapkan perlengkapan aira di sini.
"mau pakai cd punya ku saja?." ohh apa ini mengapa ia menawarkan itu,tentu saja aira tidak mau,bukan karena jijik tetapi karena malu.
"yasudah lupakan saja.pakailah kemeja ini dulu dan ambilah sarung di dalam lemari untuk bawahannya.aku keluar dulu."kata dirga.
aira mengganti pakaiannya,sedangkan dirga turun ke bawah hendak menanyakan mengapa tidak ada yg menyiapkan perlengkapan aira di sini.
" bi eli.bi eli" panggil dirga.dengan setengah berlari bi eli menghampiri dirga.
"iya tuan".
" mengapa perlengkapan istriku tidak ada satupun?"tanya nya dengan nada kesal.
"maaf tuan,nyonya tidak memberikan izin untuk melayani kebutuhan nona."kata bi eli.
"yasudah pergilah".
"permisi tuan".
"hm".
*
*
*
disinilah aira sekarang duduk di atas ranjang dengan kemeja yg kebesaran dan kain sarung sebagai bawahannya tanpa mengenakan pakaian dalam nya juga tanpa hijab yg membuat rambut panjangnya kelihatan.
dirga masuk diikuti bi eli yg membawa sarapan ke kamar.bi eli yg melihat aira tanpa hijab terpukau.aira tenyata lebih cantik dengan menampakkan tubuhnya yg seksi walaupun tertutup dengan kemeja yg kebesaran tapi ia kelihatan sangat seksi,dirga saja sampai canggung.
"hem" dirga berdehem untuk mengusir kecanggungan nya.
"bi taruhlah makanannya di meja" kata dirga yg di angguki bi eli.
setelah bi eli keluar dirga mengunci pintu kamar yg membuat aira menjadi takut.
'mengapa mengunci pintu nyaa...aaaa bagaimana ini'.batin aira berteriak takut.
dirga berjalan ke ranjang mendekati aira.
"kenapa kau begitu seksi,apa kau ingin menggoda ku?".tanya dirga dengan senyum jahilnya.
"ti ti tidak."ayolah aira sudah sangat ketakutan sekarang.
tetapi dirga pria normal jika di suguhkan pemandangan yg indah siapa yg tidak tergoda apalagi jika sudah halal begini.
perlahan dirga mendekatkan wajah nya,aira yg takut memundurkan diri hingga sampai ke sisi kepala ranjang yg membuatnya tidak bisa mundur lagi.
dirga mencium bibir aira dengan lembut.aira yg belum terbiasa hanya bisa diam tanpa membalas ciuman dirga,karena memang ia tidak pandai dalam hal itu.
"buka mulutmu." perintah dirga.aira membuka mulutnya yg membuat ciuman mereka semakin dalam.
semakin lama semakin membuat dirga hanyut dalam suasana yg penuh nafsu.
dirga menghentikan ciuman nya sekejab memberikan pasokan oksigen untuk aira yg sudah ngos ngosan.
" boleh ya?." izin dirga kepada aira.karena ia tidak ingin melakukannya atas kemauan nya sendiri.ia ingin mereka melakukannya atas dasar sama sama mau.
aira diam saja membuat dirga kesal,dirga memegang payudara aira dari luar sedikit meremasnya.
"auww." ringis aira.
"kenapa kau diam saja."
sejujurnya aira diam bukan karena apa,tetapi ia belum siap sekarang dan ia juga tidak bisa menolaknya bagaimana pun dirga adalah suaminya,memberikan kebutuhan biologis untuk dirga adalah kewajiban nya.
dengan ragu-ragu aira mengangguk.
dirga yg mendapat kan lampu hijau dari aira sangat senang.ia kembali melanjutkan aksinya mencium aira,memasukkan tangan nya kedalam kemeja yg dipakai aira dan meremas payudara aira.
di saat dirga hendak melepaskan kemeja yg dikenakan aira,samar- samar terdengar suara ketukan pintu.
'tok tok tok'.
'ah sial'.batin Dirga.
ia dengan kesal bangun dari tempat tidur,mengecup bibir aira sekilas.
"tidurlah,pakailah selimut mu,aku akan membuka pintunya."kata dirga.
aira mengangguk.dirga membuka pintu dan ternyata yg mengetuk pintu adalah mamanya.
"kenapa mengunci pintu nya?".tanya lusi.
"ma dirga sudah dewasa,apalagi Sekarang Dirga punya istri,apa salah mengunci pintu agar orang tidak masuk sembarangan?".kata dirga panjang kali lebar.
"hm. kenapa kau tidak turun untuk sarapan?.kau tidak kekantor hari ini?." tanya lusi.
"tidak,aku akan menemani aira belanja nanti".
"hem." lusi berlalu pergi begitu saja.ia kesal jika lama lama berbicara dengan Dirga dan yg dibahas dirga hanya aira.
begitu lusi pergi dirga menutup pintu tapi kali ini ia tidak mengunci nya.
"makan lah,setelah makan kita akan membeli pakaian,aku akan meminta bi eli untuk meminjam kerudung salah satu pelayan di sini."aira mengangguk dan dirga turun ke bawah untuk bertemu dengan bi eli.
happy readingš„°