Please Love Me! My Wife

Please Love Me! My Wife
BAB50



mereka telah sampai di rumah.


"yang mana kamar aku bu?"


"di sini sayang, kamu tidur dengan dirga yaa, nanti biar ibu bilang sama ayah untuk membuat ranjang buat alish".


"tapi bu ranjang itu sangat sempit, bagai mana kami bisa tidur berdua di satu ranjang yg sempit seperti itu".


"dulu kalian sering tidur di situ, dan seperti nya muat muat saja"


dirga tersenyum pertanda terima kasih untuk tia. karena tia ikut serta dalam mendekat kan nya dengan aira.


"bisa kah ibu meminta ayah untuk buat kan ranjang satu lagi?, seperti nya akan tidak nyaman jika tidur di ranjang sesempit itu".


"pasti bisa sayang, sekarang kalian masuk lah".


"terima kasih bu" kata dirga.


ragu ragu aira masuk ke dalam kamar.


"keluar lah nanti untuk makan siang"


"baik bu" jawab dirga.


dirga masuk lalu mengunci pintu.


"ngapain kamu juga ikut masuk?" tanya aira.


"ini juga kamar saya" jawab dirga.


"mendingan besok kamu pulang ke rumah mu,aku ingin tidur sendiri di sini"


aira hendak membuka baju nya.lalu ia menghentikan nya


"apa kamu juga ingin melihat ku membuka baju?" tanya aira.


"buka saja, aku suami mu. aku juga sudah melihat semua nya" mata dirga menatap dada aira.


reflek aira memegang dada nya.


"dasar pria mesum"


aira tidak sanggup berdebat dengan dirga karena tidak ada guna nya juga dirga pasti tidak mau mendengar nya.


ia membelakangi dirga lalu membuka baju nya.


saat hendak memakai baju kembali.


"eittss tunggu dulu, jangan pakai dulu, susui alish dulu".


" apa aku harus menyusui nya? bukan nya selama ini dia minum susu instan?"


"asi lebih baik dari pada susu instan, jadi susui lah anak mu, jika aku bisa aku tidak akan memintai mu".


aira menutup dada nya dengan cara menyilang kan kedua tangan nya di depan dada.


ia pergi ke ranjang tempat di mana dirga dan alish berada.


"sayang mau minum susu mommy?" tanya dirga pada anak nya. alish pun tertawa.


"dia memanggil ku mommy?" dirga mengangguk.


aira meletakkan alish di sebelah kiri nya lalu ia tidur berbaring membelakangi dirga, karena ia akan malu jika menghadap ke arah dirga.


kemudian dirga pun ikut tidur di belakang aira, ia memeluk aira dari belakang.


"jangan menyentuh ku!" kata aira tegas.


"aku ingin tidur, jika tidak memeluk mu aku akan terjatuh kerena ranjang nya kecil"


ini hanya alasan dirga agar dapat memeluk aira, padahal sisi ranjang di belakang nya masih sedikit banyak.


"besok pulang lah ke rumah mu, jika tidur sendiri ranjang nya akan luas".


dirga tidak menjawab aira, ia malah mencium bahu aira yg terbuka.


"jika tidak ingin aku berteriak, berhentilah!".


dirga menghentikan aksi nya, ia juga tidak ingin melakukan nya lebih jauh lagi karena itu dapat membuat aira stres.


dirga kemudian tidur dengan diam, tapi masih dalam posisi memeluk aira dati belakang.


*


*


*


tia memanggil tukang pijat untuk memijat aira karena selama ia koma asi nya telah mengering.


karena bagi si kecil lebih baik asi dari pada susu dan juga menurut ajaran islam, asi itu di harus kan untuk di beri kan kepada bayi yg telah di lahir kan.


jadi beberapa hari sebelum tia memanggil tukang pijat aira menyusui alish tanpa asi.


setelah menyusui alish aira juga memberi kan susu untuk anak nya karena jika tidak anak nya akan kelaparan.


happy reading.


jangan lupa like, vote and komenmereka telah sampai di rumah.


"yang mana kamar aku bu?"


"di sini sayang, kamu tidur dengan dirga yaa, nanti biar ibu bilang sama ayah untuk membuat ranjang buat alish".


"tapi bu ranjang itu sangat sempit, bagai mana kami bisa tidur berdua di satu ranjang yg sempit seperti itu".


"dulu kalian sering tidur di situ, dan seperti nya muat muat saja"


dirga tersenyum pertanda terima kasih untuk tia. karena tia ikut serta dalam mendekat kan nya dengan aira.


"bisa kah ibu meminta ayah untuk buat kan ranjang satu lagi?, seperti nya akan tidak nyaman jika tidur di ranjang sesempit itu".


"pasti bisa sayang, sekarang kalian masuk lah".


"terima kasih bu" kata dirga.


ragu ragu aira masuk ke dalam kamar.


"keluar lah nanti untuk makan siang"


"baik bu" jawab dirga.


dirga masuk lalu mengunci pintu.


"ngapain kamu juga ikut masuk?" tanya aira.


"ini juga kamar saya" jawab dirga.


"mendingan besok kamu pulang ke rumah mu,aku ingin tidur sendiri di sini"


aira hendak membuka baju nya.lalu ia menghentikan nya


"apa kamu juga ingin melihat ku membuka baju?" tanya aira.


"buka saja, aku suami mu. aku juga sudah melihat semua nya" mata dirga menatap dada aira.


reflek aira memegang dada nya.


"dasar pria mesum"


aira tidak sanggup berdebat dengan dirga karena tidak ada guna nya juga dirga pasti tidak mau mendengar nya.


ia membelakangi dirga lalu membuka baju nya.


saat hendak memakai baju kembali.


"eittss tunggu dulu, jangan pakai dulu, susui alish dulu".


" apa aku harus menyusui nya? bukan nya selama ini dia minum susu instan?"


"asi lebih baik dari pada susu instan, jadi susui lah anak mu, jika aku bisa aku tidak akan memintai mu".


aira menutup dada nya dengan cara menyilang kan kedua tangan nya di depan dada.


ia pergi ke ranjang tempat di mana dirga dan alish berada.


"sayang mau minum susu mommy?" tanya dirga pada anak nya. alish pun tertawa.


"dia memanggil ku mommy?" dirga mengangguk.


aira meletakkan alish di sebelah kiri nya lalu ia tidur berbaring membelakangi dirga, karena ia akan malu jika menghadap ke arah dirga.


kemudian dirga pun ikut tidur di belakang aira, ia memeluk aira dari belakang.


"jangan menyentuh ku!" kata aira tegas.


"aku ingin tidur, jika tidak memeluk mu aku akan terjatuh kerena ranjang nya kecil"


ini hanya alasan dirga agar dapat memeluk aira, padahal sisi ranjang di belakang nya masih sedikit banyak.


"besok pulang lah ke rumah mu, jika tidur sendiri ranjang nya akan luas".


dirga tidak menjawab aira, ia malah mencium bahu aira yg terbuka.


"jika tidak ingin aku berteriak, berhentilah!".


dirga menghentikan aksi nya, ia juga tidak ingin melakukan nya lebih jauh lagi karena itu dapat membuat aira stres.


dirga kemudian tidur dengan diam, tapi masih dalam posisi memeluk aira dati belakang.


*


*


*


tia memanggil tukang pijat untuk memijat aira karena selama ia koma asi nya telah mengering.


karena bagi si kecil lebih baik asi dari pada susu dan juga menurut ajaran islam, asi itu di harus kan untuk di beri kan kepada bayi yg telah di lahir kan.


jadi beberapa hari sebelum tia memanggil tukang pijat aira menyusui alish tanpa asi.


setelah menyusui alish aira juga memberi kan susu untuk anak nya karena jika tidak anak nya akan kelaparan.


happy reading.


jangan lupa like, vote and komen