Please Love Me! My Wife

Please Love Me! My Wife
BAB38



dirga sudah satu bulan cuti karena ia ingin menjadi suami siaga untuk istri nya.


kehamilan aira pun sudah masuk bulan ke sembilan, menurut perkiraan dokter anak mereka akan lahir dalam minggu ini oleh sebab itu dokter menyarankan agar aira sering berolahraga ringan agar persalinan nya berjalan dengan lancar.


tidak sedikit wanita meninggal karena hamil di usia nya yg muda,segala kemungkinan dapat terjadi. sebagai anggota keluarga kita harus memenuhi dan mendukung nya.


seperti itu lah yg di lakukan oleh anggota keluarga aira dan dirga.


mendukung mereka dalam keadaan apapun. memenuhi kebutuhan ibu dan bayi yg di kandung dan memenuhi keinginan sang ibu dan bayi nya.


sampai saat ini dirga lah yg paling menderita.


ingin marah tetapi keadaan menyuruh nya untuk sabar.


memendam kecemburuan,memendam rasa sakit. berkata tidak apa apa di saat semua keadaan nya sedang dalam masalah.


untuk apa ia menderita?.


yaa itu hanya untuk istri yg di cintai nya.untuk sesuatu yg indah pada akhir nya.


*


*


*


"sayang ayo duduk dulu" tunjuk dirga di salah satu kursi yg berada di taman.


aira mengangguk.


dirga menyuruh aira duduk, ia tersenyum bahagia.


istri nya sangat cantik di bawah sinar matahari pagi.


dirga mengelap keringat yg bercucuran di dahi aira.


dirga melihat kotak yg terletak di samping nya lalu di robek nya bagian dari kotak itu, ia gunakan untuk mengipas aira.


huuu betapa romantis nya mereka, membuat siapa pun yg melihat akan iri terhadap mereka.


*


*


*


mereka telah sampai di rumah.


mereka duduk di ruang tamu sambil menonton tv untuk menghilang kan penat.


tiba tiba.


"awww" aira memegang perut nya.


"sayang kenapa?" tanya dirga penik.


"abg... perut aira sakit"


"hah sakit??.." dirga berfikir sejenak


"mama!! bi eli !! tolong!!" teriak dirga setelah mencerna kata kata aira.


lusi dan bi eli bergegas menghampiri sumber suara.


lusi melihat aira menangis menahan sakit.


"aira kenapa?" tanya lusi.


"dirga ga tau maa! tolong, perut nya sakit"


"kayak nya aira mau melahirkan, ayo bawa dia ke rumah sakit"


dirga menggendong aira berlari ke keluar.


dirga memasukkan aira kedalam mobil, kemudian dia hendak naik tapi di tahan oleh lusi.


"jangan kamu yg nyetir, bahaya".


"tapi maa!"


"biar mama"


dirga mengangguk lalu ia masuk ke dalam mobil duduk di samping aira.


dirga menggenggam erat tangan aira.


"abg.."


"iya sayang, bentar lagi yaa"


aira menangis, ia tidak pernah merasakan sakit yg seperti ini, ini benar benar sangat sakit. aira bertambah menangis saat mengingat saat saat ia menyakiti hati ibu nya, jika ia tau kalau sakit melahirkan akan seperti ini, ia berjanji dengan seluruh kehidupan nya ia tidak akan pernah menyakiti ibu nya.


pasti ibu nya sangat lelah merawat nya dari kecil.


*


*


*


aira sudah berada di dalam ruang persalinan dengan dirga yg menemani.


keluarga aira juga sedang di perjalanan menuju ke rumah sakit tempat aira berada.


"dokter apa masih lama?" tanya dirga, dia sudah tidak sanggup lagi melihat aira menahan sakit.


"tidak lama lagi pak, sekitar satu jam lagi"


"dokter ayolah itu masih sangat lama bagi kami, apa bisa sakit nya di tukar saja?.biar saya yg merasakan sakit nya.


jika tidak berilah obat yg bisa menghilang kan sakit nya".


dokter tersebut tersenyum.


"pak sakit saat proses persalinan itu alami, tidak bisa di wakil kan atau pun di hilang kan"


"tapi itu istri saya kesakitan" nada bicara nya sudah mulai tinggi.


"aabbgg. " memanggil dirga pelan.


"iya sayang" dirga langsung beralih pada aira saat aira memanggil nya.dokter yg berada di ruangan itu pun keluar.


"abg di sini aja, jangan tinggalin aira" tidak sanggup berbicara namun ingin.


"iya sayang abg di sini, kamu yg kuat yaa.demi anak kita, abg sayang sama kamu"


aira mengangguk, ia tersenyum tetapi air mata nya terus saja mengalir menahan rasa sakit.


dirga memeluk aira,mencium aira.


mungkin bisa saja mengurangi rasa sakit yg di rasakan aira


jangan lupa like,vote,and komen


terima kasih.