Please Love Me! My Wife

Please Love Me! My Wife
BAB22



sama seperti biasa nya dirga pulang larut malam.


begitu mendengar suara ketukan pintu aira langsing bangun dan membuka nya.


begitu aira membuka nya,seperti nya malam ini berbeda dirga tidak sedang mabuk tapi seperti sedang menahan sakit.


muka nya merah padam dan gelisah,entah apa yg terjadi.


"abg kenapa??" tanya aira.


"tolong gue,gue mohon" kata dirga. begitulah dirga berbicara dengan aira,tidak seperti dulu yg selalu mengatakan diri nya abg dan memanggil aira dengan panggilan sayang.


"abg..." ucapan aira terputus karena dirga langsung melahap habis bibir aira.


sedikit demi sedikit berjalan ke arah ranjang kemudian menidurkan aira tanpa melepas ciuman mereka.


setelah berada di atas ranjang dirga mulai memperlakukan aira dengan kasar.


dirga menyetubuhi aira layak nya wanita penghibur.


aira bukan lagi mendesah karena nikmat tetapi berteriak menahan sakit, dirga seperti merobek robek tubuh nya sungguh ia belum pernah merasakan sakit yg seperti ini, ini lebih sakit daripada saat pertama mereka melakukan nya.


aira sudah menangis dan me minta dirga berhenti tapi dirga tidak mendengar kan nya.


ia masih saja fokus dengan kegiatan nya.


aira yg tidak sanggup lagi menahan tertidur lemas, tidak sanggup bergerak,jangan kan bergerak berbicara saja ia tidak sanggup lagi.matanya terpejam tapi air mata nya terus mengalir.


sebenar nya aira rindu saat saat seperti ini, saat dirga membelai nya dengan mesra, memperlakukan nya dengan lembut tapi siapa yg mengira dirga akan sekejam itu memaksa nya.


*


*


*


pagi telah tiba, aira bangun tanpa dirga di samping nya,seperti nya dirga telah berangkat ke kantor karena jam sudah menunjuk kan jam sembilan.


aira melihat ke arah meja terdapat sarapan di sana,entah siapa yg meletak kan nya tapi yang pasti bukan dirga karena akhir akhir ini dirga tidak pernah peduli terhadap nya.


aira bangun hendak ke kamar mandi tapi baru satu langkah saja aira berjalan ia sudah terduduk di lantai, ia kesakitan benar benar sakit.


aira menangis teringat kejadian yg terjadi pada nya semalam,, ia mulai mengingat saat pertama dia dan dirga melakukan itu,,dirga menggendong nya ke kamar mandi tapi sekarang jangan kan menggendong saat bangun saja dirga sudah tidak ada di samping nya.


aira tidak sanggup berjalan jadi ia menggeser tubuh nya sedikit demi sedikit ke kamar mandi,tidak ada yg membantu nya.


*


*


*


sudah satu bulan semenjak terakhir aira dan dirga bersentuhan tubuh. aira sekarang berada di rumah sakit bersama mertua nya lusi.


pada awal nya aira tidak mau ke dokter karena ia bilang ia hanya masuk angin saja tapi mertua nya menanyakan apakah ia sudah datang bulan namun aira menggeleng karena hal tersebut lusi sangat yakin kalau aira sedang hamil oleh sebab itu lusi memaksa aira datang ke rumah sakit.


"kita cek dulu setelah itu baru kita pulang" kata lusi tetap kekeh.


"tapii"


"ga ada tapi tapi an" jawab lusi.


setelah nama aira di panggil lusi langsung masuk di ikuti aira di belakang.


beberapa saat menunggu,kemudian.


"buu selamat ibu hamil,usia kandungan nya baru 3 minggu. mohon dijaga dengan baik" kata sang dokter.


"ha hamil??, bagaimana bisa??" tanya aira dengan mata nya ke arah lusi.


lusi tersenyum sambil memukul lengan aira.


"bisa dong aira,,kamu punya suami,terus kamu dan suami kami pasti sudah ehmm kan." jawab lusi sambil tersenyum geli.


"bukan gitu maksud aira. tapi..."


'tapi bagaimana kalau abg ga mau nerima anak ini,,akhir akhir ini hubungan kami masih belum membaik' lanjut batin aira.


"buk aira ga boleh stress, ibu harus happy selalu, jangan lupa makan makanan yg bergizi, teratur dan jangan lupa minum vitamin" ucap sang dokter menasehati aira.


"baik dokter " jawab lusi sedang kan aira masih bengong karena tidak percaya.


"ayo nak kita pulang" lusi memegang aira turun dari ranjang.


"makasih dokter" ucap lusi..


sepanjang jalan lusi terus menyunggingkan senyum nya.aira melihat itu semakin sedih, mertua nya sangat senang mendengar kalau ia hamil bagaimana jika dirga tidak menginginkan anak nya.


"nak kamu kenapa bengong..kamu mau makan apa nanti biar mama yang masakin khusus buat kamu dan cucu mama" kata lusi dan memegang perut rata aira.


"maa" aira memeluk lusi dan menangis,,aira hanya butuh pelukan sekarang ia ingin seseorang menguatkan nya.


"aira kamu kenapa nangis?" tanya lusi.


"aira bahagia ma" jawab aira berbohong.


"nanti kamu antar kan bekal buat dirga di kantor yaa,sekalian kasih dia surprise" kata lusi.


lusi tidak tau kalau aira dan dirga tidak baik, yang lusi tau dirga sibuk dengan urusan kantor sehingga pergi pagi pagi sekali dan pulang Tengah malam.


***happy reading


semoga kalian suka part ini.


jangan lupa vote and like


thank you🥰🥰***