
Dua orang manusia tengah duduk berhadapan di salah satu kafe yg memiliki ruang privat. saling memandang dengan tatapan dingin tidak mengeluarkan sepatah kata pun sejak bertemu.
'BRAK!' suara pukulan meja mengejut kan sovia yg hendak meminum minuman yg di sajikan untuk nya.
"berhenti lah menakuti ku" kata sovia. lalu ia meminum minuman nya.
"dimana wanita itu?".
"hmm, ada bersama ku, tapi sebelum aku memberikan nya kepada mu, kau harus memberikan aku uang sesuai janji mu". kata sovia tenang.
pria yg duduk di depan nya mengeluarkan sebuah tas dari bawah meja. pria tersebut membuka tas nya memperlihat kan uang yg ada di dalam tas tersebut.
"apa ini cukup?" tanya pria tersebut.
"seperti nya aku butuh lebih banyak lagi" kata sovia dengan tidak tahu malu nya.
"kau sangat rakus"
"jika tidak mau ya sudah, aku tidak memaksa mu"
"baik lah, baik lah terserah pada mu,beri kan saja nomor rekening mu akan aku transfer sisa nya"
sovia tersenyum sinis. ia memberi kan no rekening nya pada laki laki tersebut.
"ini alamat nya dan ini kunci nya".
sovia memberikan alamat di mana ia menyembunyikan aira berserta kunci nya.
setelah memberi kan itu sovia bangun dari duduk nya dan berlalu keluar.
"akhir nya, nak papa akan membalas kan dengan mu". pria tersebut tersenyum senang.
akhir nya yg di tunggu tunggu akan segera terjadi, ia akan membalas kan dendam anak nya yg telah meninggal karena aira.
flash back on:
dulu terdapat dua keluarga yg hidup berdampingan, rumah mereka saling berdekatan mereka memiliki anak pun bersamaan.
saat anak mereka masih berumur tiga tahun mereka mengadakan sedikit syukuran untuk menyambut usia anak mereka yg masuk usia tiga tahun. mereka mengadakan nya bersama sama karena tanggal kelahiran anak mereka sama.
yg pria lahir pada saat subuh dan yg wanita lahir pada siang hari nya setelah lahir anak laki laki tetangga nya.
"ini buat lala" kata bocah laki laki tersebut memberi kan balon berwarna merah muda dengan gambar love di tengah nya.
"telima kacih " jawab aira.
"ayo main di sana" ajak anak laki laki tersebut.
aira tersenyum menampak kan gigi kelinci nya lalu mengangguk.
anak laki laki tersebut menarik aira untuk bermain di luar rumah.
di sini lah letak kesalahan nya di saat semua orang berada di dalam rumah mereka malah bermain di luar rumah.
mereka bermain kejar kejaran, bercanda bersama.
"kakak balon aku terbang" aira menunjuk balon nya yg di tiup angin.
"lala tunggu di sini bial kakak yg kejal". aira mengangguk.
anak tersebut mengejar balon nya sampai ke tengah jalan dan brak!. anak tersebut di tabrak oleh mobil di depan aira.
aira terkejut melihat itu aira berteriak histeris.
"ibu.... ayah... lala takut" aira menangis.
semua orang keluar mendengar teriakan aira.
"sayang kenapa, aira kenapa?" tanya mereka.
aira menunjuk ke arah jalan, mereka melihat ke arah yg di tunjuk aira, mereka terkejut.
ada yg berteriak, ada yg menangis dan ada yg diam saja melongo karena terkejut.
happy reading
semoga kalian suka part ini.
jangan lupa like, vote, and komenš„°