
aira sudah sadar dari koma nya, ia melihat sekeliling nya terdapat dirga yg tertidur di pinggiran ranjang dalam posisi duduk.
aira mencoba untuk bangun.
"awww" aira memegang kepala nya.
"sayang kamu udah bangun,sayang jangan bergerak dulu kamu masih belum sembuh" dirga memegang tangan aira untuk menghentikan aira bangun.
"anda siapa?" tanya aira.
"tolong lepas kan tangan saya" aira melihat tangan dirga yg memegang tangan nya.
dirga rela tidak rela melepas kan tangan nya.
"sayang, abg ini suami kamu" kata dirga.
"hah?, suami?, anda menipu saya bukan?,
mana mungkin saya punya suami"
"ga aira abg ga bohong" dirga berusaha meyakinkan aira.
"saya ga percaya, pergi dari sini"
"sayang".
"berhenti memanggil saya dengan panggilan menjijikkan itu, pergi dari sini!" aira sudah mulai emosi.
ia berteriak pergi sampai semua orang di luar mendengar.
tia dan lusi segera masuk ke ruangan aira.
dirga keluar dengan wajah menunduk.
lusi memeluk anak nya.
"sabar yaa, ga akan lama dia pasti ingat kembali". lusi menepuk nepuk punggung anak nya memberi semangat.
dirga mengangguk kemudian melepas pelukan nya.
lusi menghampiri aira dan tia.
"aira ini ibu nak" kata tia
"sayang ini mama" kata lusi.
aira menatap bingung ke arah lusi dan tia.
mengapa ada dua ibu? itulah yg di bingung kan aira.
"kalian berdua ibu aku?" tanya aira.
"iya sayang, ini mertua kamu" jawab tia.
lusi mengangguk meyakinkan aira.
"jadi ibu ini adalah ibu laki laki tadi?"
"iya sayang"
"apa benar aku sudah menikah?"
"anak?" lusi mengangguk.
"bentar yaa mama ambil". lusi keluar untuk mengambil alish yg sedang bersama bi eli.
kemudian lusi memberi kan nya kepada aira.
aira tidak bisa mengambil nya kerena bahu nya masih belum sembuh, jadi lusi hanya meletak kan nya di pangkuan aira.
"ini anak aku?" tanya aira.
"iya sayang".
aira tersenyum melihat alish, anak nya sangat imut.
*
*
*
hari ini aira sudah di boleh kan pulang ke rumah.
aira sudah menerima alish sebagai anak nya tapi ia masih belum percaya kalau ia mempunyai anak.
walaupun ia sudah menerima alish tapi tidak dengan dirga.
"sayang kamu pulang ke rumah mama yaa?" kata lusi.
"ma, boleh aira tinggal dengan ibu sementara?,aira masih bingung".
"iya sayang ga papa" lusi sedih.
"tidak apa apa, kalau kau rindu kau bisa ke rumah kami nanti" kata tia memberi semangat.
padahal memang sudah seharus nya aira tinggal di rumah lusi karena ia telah menikah dengan dirga tapi kondisi aira saat ini tidak memungkinkan untuk membuat aira tinggal di rumah nya.
dirga sudah mengurus segala nya.sekarang ia tinggal membawa pulang aira.
"ayo bu, ma kita pulang".
"pulang lah bersama aira, mama nanti akan di jemput papa".
"baiklah ma".
dirga mengambil alish dari tia, karena tidak mungkin ia yg menuntun aira berjalan karena aira sudah pasti menolak nya.
"ibu, dia pulang bersama kita juga?".
"iya sayang, dia itu suami kamu, istri ga boleh pergi tanpa suami. dan lagi alish pasti butuh ayah nya."
aira diam saja, jika ia bisa memilih ia tidak ingin dirga ikut bersama nya.
tapi apa boleh buat, semua yg di kata kan ibu itu benar.mungkin ia tidak bisa menganggap dirga suami nya tapi kenyataan nya dirga itu suami nya dan juga ayah untuk alish pasti alish membutuhkan sosok ayah si samping nya. ia tidak ingin egois.
happy reading
jangan lupa vote,like and komen🥰🥰