
sudah tiga bulan lama nya semenjak aira melahirkan buah hati nya.
hari ini hari minggu semua orang sudah pergi hanya tinggal bi eli, aira dan putri nya saja di rumah.
walau hari ini hari minggu dirga tetap ke kantor karena ada masalah mendesak yg harus ia kerjakan. para pembantu juga di libur kan karena hari minggu, sedang kan lusi pergi mengunjungi teman lama nya dan ruslan entah kemana.
ternyata sangat bosan seharian berada di rumah tanpa ada yg harus di kerjakan.
aira berada di ruang tamu ia mengambil anak nya kemudian di letak kan di dalam lori.
"mungkin ini alasan kenapa mommy lebih banyak mengambil barang berwarna pink, mungkin karena kamu" aira mencium anak nya.
"ayo sayang" ajak nya.
aira menghabiskan waktu berjalan jalan di perkarangan rumah, indah sekali.
di penuhi dengan beberapa bunga berwarna warni, rumput hias dan berbagai macam pohon buah buahan.
hari sudah mulai gelap matahari sudah tidak menampak kan sinar nya lagi. aira memutuskan untuk masuk ke dalam ia takut berlama lama karena nanti pasti akan semakin gelap dan itu akan membuat bayi nya tidak nyaman.
*
*
*
"abg udah pulang?"
dirga hanya mengangguk.
" abg, tadi aira bawa alish jalan jalan kayak nya dia suka,,ayo lain kali kita bawa" kata aira.
"abg cape, tolong diam"
jika sudah berbicara serius begini aira menjadi takut.
aira diam saja
beberapa saat kemudian alish bayi mereka menangis kencang.
aira mengambil alish menggendong nya, mengelus punggung sang bayi.
"sayang, udah diam yaa, dady lagi cape. diam sayang yaa".
bukan nya malah diam tangisan nya semakin kencang.
aira memberi asi kepada alish tetapi alish tidak menerima nya.
dirga yg sudah tidak sanggup mendengar nya bangun hendak memukul bayi nya.
tangan nya sudah menggantung di udara.
"abg!!!"
"ini anak kita" lanjut aira.
dirga menurun kan tangan nya.
"kamu bisa jaga anak ga sih?"
"aku tu udah cape sama kamu, mendingan kamu pergi dari sini".
"abg aira mohon maafin aira, aira salah apa sama abg?. abg... please jangan gitu"
aira menangis memohon pada dirga.
"diam!!"
dirga memegang kepala nya.
"abg.."
"aku mohon aira pergi dari sini"
aira pergi dari kamar dengan menangis.
ia menghampiri bi eli.
"non aira kenapa?" tanya bi eli khawatir.
"bi, aku nitip alish sebentar yaa"
"non aira mau kemana?"
"aku mau keluar sebentar bi, mau cari udara segar".
"tapi non, jangan lama lama ya"
aira mengangguk. ia memeluk anak nya. kemudian mencium anak nya.
niat aira hanya keluar sebentar karena ia ingin menenangkan diri oleh sebab itu ia merasa lebih baik meninggal kan bayi nya di sini karena udara malam sangat tidak baik untuk bayi.
aira berjalan tanpa arah.
terus saja menangis, mata nya sudah merah karena sejak tadi ia menangis.
entah apa yg membawa nya ke sini. dia sudah sampai di tempat biasa ia menghibur diri nya, di tempat ia dan rendi menghabis kan waktu bersama, yg penuh canda tidak ada kesedihan sedikit pun. taman ini lah satu satu nya saksi bisu kisah cinta rendi dan aira yg di selimuti oleh kata persahabatan.
"hei kamu kenapa?"
aira menghapus air mata nya.
"rendi??. kamu ngapain di sini?" tanya aira.
"aku lagi pengen aja, kebetulan liat kamu di sini. kamu kenapa, kamu nangis?.
apa laki laki itu menyakiti mu?"
aira menggeleng
"cerita kan saja kepada ku, ga perlu ragu. mungkin saja aku bisa bantu".
akhir nya aira menceritakan semua kejadian nya.
happy reading
jangan lupa vote, komen and like