Please Love Me! My Wife

Please Love Me! My Wife
BAB43



"Dirga, aira udah ketemu?" tanya lusi begitu melihat anak nya pulang.ia bangun dari duduk nya menghampiri dirga.


"belum ma, alish mana ?" tanya dirga balik.


dia berharap semoga anak nya baik baik saja.


"alish sedang bersama bi eli sedari tadi dia terus menangis ". kata lusi tidak bersemangat.


"dirga ketemu alish bentar ya ma". lusi mengangguk.


dirga berjalan cepat ke taman belakang rumah tempat bi eli dan alish berada.


terlihat bi eli sedang menggendong alish yg sedang menangis.


"bi biar saya saja, bibi istirahat lah" dirga mengambil alih alih dari gendongan bi eli.


"saya permisi tuan" bi eli menunduk.


"terima kasih bi".


"sayang udah ya nangis nya" dirga menepuk nepuk pelan bokong putri nya.


"sayang kangen sama mommy? daddy juga kangen sayang. sabar ya, daddy akan cari mommy sampai ketemu"


dirga menenangkan putri nya sampai putri nya tertidur.


"ma tolong tidur kan alish yaa, dirga mau cari aira dulu".


" kau sudah makan?" tanya lusi, ia khawatir melihat anak nya yg kelihatan pucat.


"nanti saja ma, dirga pergi dulu yaa"


"iya hati hati" dirga mengangguk.


dirga mencium putri nya kemudian berlalu pergi.


*


*


*


"hanya ini saja?" tanya aira.


"iya, makan lah jika kau mau"


"nona sangat pelit, suami ku saja memberi makan aku dengan makanan enak setiap hari. aduhh gimana reaksi suami ku jika mendengar aku hanya makan nasi putih dengan roti murahan seperti itu".


"aku tidak memaksa mu untuk makan,jika kau mau makan lah, jika tidak biar aku buang saja" kata sovia.


" oke, baiklah dari pada aku kelaparan nanti suami ku malah semakin marah, secara dia tidak ingin 0.00% pun lemak dari tubuh ku hilang. jika hilang dia tidak akan merasa puas saat menikmati nya" aira menggoda sovia dengan menjilat bibir nya sendiri.


"heh tunggu saja kau, tidak lama lagi juga dia akan jadi milik ku" kata sovia tersenyum sinis.


"akan aku tunggu dengan senang hati nona" aira membalas senyuman sovia.


sovia pergi dari ruangan itu dengan langkah kaki yg do hentak hentak kan karena kesal.


ia mengunci pintu nya.


tinggal lah aira di dalam ruangan sempit yg gelap, tanpa ada jendela, yg ada hanya cahaya yg di dapat dari atap ruang tersebut yg sedikit terbuka jauh di atas sana. yg pasti siapa saja tidak dapat menjangkau nya.


saat memakan makanan nya aira menangis teringat akan putri nya.


' sayang mommy gimana udah makan?, sayang jangan rewel rewel yaa, harus baik baik aja sama daddy,, mommy rindu sayang'


batin aira. aira terus menetes kan air mata nya.


alasan kenapa ia di culik sudah sangat jelas yaitu karena obsesi yg berlebihan sovia yg ingin merebut dirga.


tapi jika ingin merebut kenapa juga harus menculik nya, rebut saja jika mampu, juga aira ga akan melarang tapi yg pasti ia kana marah, walau pun marah juga,ia juga akan memarahi suami nya bukan memarahi orang lain.


'abg tolong aira' masih saja menangis sedari tadi air mata nya sudah tak sanggup ia tahan.


dia tampak kuat di depan sovia agar sovia tidak meremehkan nya.


happy reading


semoga kalian suka part ini


jangan lupa like, vote and komen🄰