
aira dan tia berjalan jalan mencari udara segar.
"udah lama aira ga jalan jalan di sini" aira tersenyum bahagia.
ia sangat rindu suasana kampung halaman nya.sudah setahun lebih ia tidak mempunyai waktu untuk melihat lihat sekitar.
"ehh aira udah lama ga keliatan. ngomong ngomong udah bunting aja, bayi nya dapat dari hasil halal kan".
kata ibu ibu yg baru saja menghampiri aira.
"iya bu alhamdulillah halal kok, ibu ga usah khawatir". jawab aira dengan senyuman.
"kami permisi ya mba" pamit tia kepada ibu ibu tadi.
"iya silahkan"
"kasian aira di jual ibu nya buat bayar hutang, ibu jaman sekarang tega banget ya menukar kan masa depan anak nya demi uang, ga habis pikir aku" kata ibu tersebut setelah aira dan tia sedikit menjauh.
tapi tia dan aira dapat mendengar jelas yg di ucap kan ibu ibu tadi.
"maafin ibu yaa nak"
"ga papa bu ga usah di dengar".
setelah cukup lama menghabiskan waktu di luar mereka akhir nya memutuskan untuk kembali ke rumah.
"sayang udah pulang"
"iyaa"
aira mencium tangan dirga. lalu duduk di samping dirga.
"cape?" tanya dirga. aira mengangguk.
dirga duduk di bawah ia mengambil kaki aira meletak kan nya di paha nya. lalu ia memijit nya.
tia berjalan dari arah dapur meletak kan minum di atas meja.
"aduh bumil manja nya" goda tia
"ihh ibuu" rengek aira.
tia tersenyum dia kembali ke dapur.
tia sungguh merasa beruntung telah menikah kan anak nya kepada dirga.
dirga sangat baik, sopan, penyayang, dan pengertian.
tidak salah ia menerima tawaran zacky suami nya untuk menjodoh kan aira dengan dirga.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam " jawab mereka bersamaan.
dirga bangun mencium tangan ayah mertua nya di susul aira kemudian di susul tia dari dapur.tia kembali ke dapur untuk membuat kan kopi untuk zacky karena setiap pulang bekerja zacky selalu meminum kopi.
"kapan kalian pulang?" tanya zacky
"tadi pagi ayah" jawab dirgaa.
"ayah" aira memeluk zacky ia sangat merindukan ayah nya.
"wah ini cucu ayah?" tanya zacky, tangan nya menyentuh perut aira.
aira mengangguk antusias.
"ayah pengen jenguk"
'hah jenguk?,ayah??!!, bagai mana bisa... ga ga ga' batin dirga
"ayah pengen jenguk?, bagai mana cara nya" tanya dirga.
"ayah cuma bercanda" jawab zacky.
"ooo cuma bercanda".
'tapi wajah ayah tidak seperti sedang bercanda' batin nya.
ia mengira ayah mertua nya ingin menjenguk cucu nya seperti bagai mana dia menjenguk anak nya.
otak dirga sungguh tidak bisa berfikir logis.
"ayah ke dapur dulu yaa".
mereka mengangguk secara bersamaan.
"abg ayo tidur aira cape".
"ayo"
dirga berjalan di belakang aira.
aira membuka baju nya karena merasa panas lalu ia mengambil kain melilit kan nya di atas perut nya,ia duduk dengan susah payah kemudian berbaring di samping dirga.
aira tidur dengan menghadap ke arah dirga karena ia tidak bisa tidur terlentang, dan ia juga tau akan berdosa jika tidur membelakangi suami.
dirga yg sudah dengan kebiasaan nya ia mengeluarkan payudara aira dari bra yg di kena kan aira lalu menghisap nya.
"sayang kok ada susu nya?"
"hah? mana?"
aira bangun memegang payudara nya. memperhatikan nya ternyata benar asi nya sudah keluar.
aira bangun memanggil ibu nya dari pintu.
tia bergegas berlari ke kamar aira.
begitu tia masuk aira menutup pintu nya kembali.
"ibu,, asi nya udah keluar. gimana dong?"
dengan wajah khawatir.
"sini ibu liat" tia melihat lihat, dirga yg kepo juga ikutan memperhatikan tia.
"ini ga papa, ibu juga dulu gitu pas hamil"
"ga bahaya kan bu?" tanya dirga.
"ga, terkadang ada juga ibu hamil yg asi nya keluar sebelum bayi nya lahir, ada juga yg keluar saat bayi nya lahir"
dirga dan aira merasa lega
"kalian lanjut istirahat yaa, ibu keluar dulu"
mereka berdua mengangguk.
"jadi buat abg aja ya asi nya kan sayang kalau ke buang"
"hmm"
mereka melanjutkan tidur nya,tapi hanya aira yg tertidur sedang kan dirga malah sibuk dengan urusan nya.
happy reading