
setelah menyelesaikan ritual mandinya Aira melihat ke ranjang,ternyata Dirga masih di dalam kamar sambil memangku laptop nya.Aira jadi tidak berani keluar,karena memang pakaian nya berada di ruang ganti kata bi eli,sedangkan dari kamar mandi ke ruang ganti harus melewati ranjang tentu saja ia akan di lihat oleh Dirga.bagaimana ini tidak mungkin kan dia menggunakan pakaian pengantinnya lagi,kalau ia memaksa sih bisa saja tetapi pakaian itu sangat lah panjang dan kembang pasti akan sangat susah untuk memakainya lagi.
ia terpaksa harus menunggu Dirga keluar dulu,tetapi sudah hampir sejam ia menunggu tetap saja dirga tidak keluar juga dari kamar.
dirga sebenarnya tau kalau aira sudah selesai mandi,ia hanya ingin sedikit bermain dengan aira.
dirga bangkit dari duduknya turun menuju ke kamar mandi.
diketuknya pintu dua kali.
"hei apa kau tidur di kamar mandi?".tanya dirga.
"cepat lah keluar aku ingin ke kamar mandi.jika tidak,akan ku dobrak pintunya".lanjutnya lagi dengan nada mengancam.
sedikit-sedikit aira membuka pintu,ia membuka pintu hanya sejengkal saja karena ia sungguh malu menampakkan dirinya di depan dirga dalam keadaan seperti ini.
aira mengeluarkan kepalanya lewat celah pintu.
"tuan bisa kah saya minta tolong,saya lupa membawa baju ganti ke kamar mandi.saya tidak bisa keluar hanya dengan menggunakan handuk saja".pinta aira dengan wajah memohon.
seringaian muncul di wajah Dirga.entah kenapa ia sangat suka menggoda Aira padahal sebelumnya ia tidak pernah seperti ini.
"keluar lah bukankah ini malam pertama kita,aku juga akan melihatnya nanti".goda Dirga.
Aira sangat malu,ia menjadi salah tingkah.ia ingin menutup kembali pintu kamar mandi tetapi tangan nya kalah cepat dengan dirga.
dengan sedikit memaksa dirga membuka pintu kamar mandi dan nampak lah aira yg dengan balutan handuknya dari sebatas dada sampai di atas lutut.wahh aira sangat seksi dirga menjadi menyesal telah membuka paksa pintunya.aira hanya menunduk ia masih mematung di tempatnya.
walaupun dirga sangat tergoda dengan tubuh indah aira tetap saja ia masih ingin menggoda istrinya itu,ia berusaha untuk menahan nafsunya demi melihat aira dengan wajah merah padam antara malu,marah,takut,semua nya bercampur menjadi satu.
"wah wah kau sengaja menggoda ku dengan memakai handuk saja?".kata nya sambil mendekat hingga Aira tidak bisa mundur lagi karena sudah bentrok dengan dinding kamar mandi.
"ti ti tidak tuan,maaf kan saya.saya lupa membawa baju ganti".kata aira.aira sudah sangat ketakutan,entah apa yg berada di dalam pikiran nya.
Dirga sudah tidak tahan lagi,ia ingin segera mencium aira,wajah nya sudah mulai mendekat sampai hidung mereka yg mancung bersentuhan.aira sangat terkejut tetapi ia sangat takut hanya untuk melawan saja.karena bagaimana pun status nya sekarang adalah istrinya dirga,jadi dia tidak berhak menolak dirga atas tubuhnya begitulah yg ia pelajari baik dari sekolah,ibunya,atau di tempat ngajinya yg dulu.
'tok tok tok'
"tuan muda,nyonya sudah menunggu anda untuk makan malam".kata bi eli.
ahhh sial hampir saja mereka berciuman.dirga menjadi sedikit kesal karena kesempatan nya di ganggu.sedangkan aira menjadi lega karena hal yg tidak diinginkan tidak terjadi.
"cepatlah pakai baju mu sana".perintah dirga.
"baik tuan".langsung berlari menuju ke ruang ganti.
setelah mengganti baju,aira keluar sudah lengkap dengan hijabnya.
"mengapa kau lama sekali,kau ingin membuatku mati kelaparan karena menunggumu??".kata dirga dengan nada kesal.
sebenarnya ia tidak terlalu lapar hanya saja ia tidak suka menunggu,apapun itu jika soal menunggu dia tidak akan bisa.
"maaf tuan".hanya itu yg mampu di ucapkan Aira.dari pada melawan toh dia juga yg dosa,lebih baik minta maaf saja.
dirga tak menggubris permintaan maaf Aira,ia terlanjur kesal.yg pertama karena ciuman yg ingin dia rasakan tidak terjadi dan yg kedua kesal karena aira sangat lama di ruang ganti.
mereka turun bersama menuju meja makan yg disana sudah di tunggu oleh mama dan papanya dirga.
"kenapa kau lama sekali,apa gadis ini menyusahkan mu?".tanya Lusy dengan sinisnya.
"ekhem".papa dirga berdehem agar Lusy menghentikan perkataannya.
"makan lah yg banyak,kalian pasti sangat lelah hari ini".lanjut Ruslan.yg diangguki oleh keduanya.
mereka makan dalam keheningan.dirga yg sibuk dengan pikirannya dan aira yg sibuk mengomeli mertuanya itu,tapi tentu saja hanya di dalam hati,jika dia berbicara terus terang maka akan tamat nasib nya malam ini juga.
'kenapa ibu mertua begitu tidak suka kepadaku,apa salah ku padanya.heii ibu mertua jika kau tak menginginkan aku tinggal di sini,maka katakanlah pada anakmu untuk menceraikan ku,aku juga tidak ingin hidup di neraka ini'. batin Aira.
setelah makan malam selesai aira mengikuti dirga kembali ke kamar ia tidak ingin duduk di ruang tamu karena ada ibu mertua nya yg sepertinya sangat tidak menyukainya, lebih baik ia bersama dirga,walau pun sedikit takut akan terjadi hal yg tidak diinginkan dia tetap mengikuti suaminya itu,setidaknya suaminya itu sedikit memahaminya walaupun dirga meminta hak nya aira akan memberikannya karena memang dirga adalah suaminya,jika melawan juga dia akan berdosa.jadi biarkanlah dia memberikan kehormatan nya untuk lelaki yg sudah halal untuknya.
aira cukup religius,ia memahami segala hal yg berhubungan dengan islam agamanya.walaupun ada beberapa yg tidak ia pahami tapi percayalah sudah cukup banyak yg ia pahami daripada yg tidak.ia juga sangat mengerti apa yg harus ia lakukan sebagai istri.karena itulah dia sedikit takut,bagaimana bisa ia menyerah kan kehormatan nya pada seorang pria yg tidak di cintai nya di umur 17 tahun bahkan kartu tanda kependudukan saja belum ada di tangan nya,pemerintah saja tidak tau dia hidup atau tidak.tetapi dirga adalah suaminya walau bagaimanapun ia akan tetap memberikan nya jika dirga meminta.ia tidak ingin berdosa pada suaminya.
begitu sampai dikamar mereka,dirga langsung menghempas kan diri di atas ranjang nya.
"tolong lepaskan bajuku".perintah dirga.
"cepatlah.kau sangat lambat.aku sudah sangat panas".lanjutnya karena melihat langkah aira sangat lambat.
setelah sampai di sisi ranjang aira duduk di pinggir ranjang,sedikit memiringkan tubuhnya agar sampai menggapai kancing kemeja dirga.
aira membuka satu persatu kancing kemeja dirga.setelah semua kancing terbuka aira meminta maaf dan sedikit mengangkat tangan dirga agar baju yg dikenakan dirga terlepas dari tubuh dirga.
setelah baju terlepas aira pergi ke ruang ganti meletakkan baju dirga di tempat pakaian kotor.aira kembali duduk di tepi ranjang setelah meletakkan baju dirga di ruang ganti.
aira masih duduk diam di tepi ranjang hingga dirga menarik aira sampai aira terjatuh ke dalam pelukan dirga.
jantung aira deg degan karena perlakuan dirga yg tiba-tiba.
'hei ku mohon tenanglah'. batinnya
"maaf tuan,saya pasti berat.tuan bisa melepaskan saya".kata aira sedikit takut.
"hemmm". hanya itu yg menjadi jawaban dirga dan malah makin mempererat pelukan nya.
beberapa saat kemudian dirga merenggangkan pelukannya ia mencium bibir aira sekilas.jangan tanyakan bagaimana aira saat ini,bayangkan saja saat kamu tidak pernah sedekat ini dengan laki-laki,tiba tiba saja di cium oleh laki-laki yg baru saja kamu kenal.
" kenapa kau masih memakai hijab mu?".tanya dirga.
" maaf tuan saya hanya tidak terbiasa melepas hijab di depan orang lain".kata aira.
"aku bukan orang lain,aku adalah suami mu.dan tolong kau ganti panggilan mu kepada ku,aku tidak suka kau memanggilku begitu".
"maaf.bisakah saya memanggil anda 'abang' saja?".tanya aira.
"terserah".
"sekarang bukalah hijab mu.atau kau mau aku yg membukanya?.jika iya, kau akan menyesal karena aku tidak akan berhenti sampai di hijab saja".lanjut dirga,matanya melihat ke arah payudara aira yg menempel dengan dada bidang nya karena memang posisi mereka masih berpelukan seperti tadi dengan aira berada di atas dan itu berhasil membuat aira ketakutan.
"a a abg bisa tolong lepaskan saya?".
dirga tidak menjawabnya ia hanya merentang kan tangan nya di atas kasur.dan aira segera bangun menuju ke meja rias,untuk melepas kan hijabnya dan setelah melepaskan hijab nya aira ke ruang ganti ingin mengganti pakaiannya yg sekarang dengan baju tidur.tapi...
"ahh baju apa ini kenapa baju tidurnya begitu seksi".kata aira sambil membolak balikkan lingerie yg ia pegang.dan dengan kesal ia meletakkan kembali lingerie itu ke tempatnya semula dan kembali ke ranjang tanpa mengganti pakaiannya.
dirga yg sudah duduk bersender di kepala ranjang melihat aira dengan tatapan heran.
"kenapa kau tidak mengganti pakaian mu?".
"bajunya sangat seksi aku tidak bisa memakai baju itu".
" tapi di sini panas,apa kau tidak kepanasan dengan baju yg kau kenakan itu?".tanya dirga.
aira tidak menjawab nya karena sejujurnya ia sangat kepanasan.
"kemari lah".panggil dirga.
aira segera mendekat ke arah dirga.
"apa kau memakai tank top dan legging?" tanya dirga. aira mengangguk
"hemm baiklah lepas kan saja baju mu yg ini setidaknya ini tidak begitu seksi dari baju tidur yg ada di lemari".kata dirga memberi saran.
aira tidak bergeming ia masih saja diam.lalu dirga menarik tangan aira hingga aira terduduk di pinggir ranjang dan dirga membuka kancing baju aira yg berada di bagian depan.saat kancing bajunya terbuka aira sedikit malu karena dadanya sedikit terlihat aira menutupinya dengan tangan.
"tidak apa-apa aku ini suamimu".kata dirga.
dengan berat hati aira melepas kan tangan ya,dirga membantu aira membuka bajunya .setelah selesai dirga berbaring di ranjang meletakkan baju aira dilantai dan menarik aira kedalam pelukannya ia juga menaikkan selimut sampai sebatas dada mereka.tangan dirga berada di dalam selimut memeluk pinggang ramping aira.
"tidurlah.kau besok sekolah".
aira mengangguk.dan memejamkan matanya menjemput mimpinya.
******jangan lupa vote sayang🥰
maaf jika ceritanya jelek karena ini juga karya pertama saya.mohon dukungannya.
jika ada yg salah tolong di sampaikan.terimakasih.
HAPPY READING******