
dirga dan aira sedang bersiap siap hendak pergi berbelanja perlengkapan bayi nya,tentu saja dengan perlengkapan melahirkan sekaligus.
seperti nya mereka akan berbelanja banyak hari ini oleh sebab itu dirga membawa supir pribadi keluarga nya.
"sayang udah siap?"
"bentar lagi pake lipstick"
mereka turun dengan bergandengan tangan
*
*
*
aira memilih barang barang yg lucu untuk calon bayi nya.
meskipun jenis kelamin belum di ketahui tapi itu tidak menjadi masalah, mereka juga tidak ingin mengetahui nya karena mereka pikir itu merupakan suatu kejutan. apa pun jenis kelamin bayi nya tetap akan menjadi bayi nya.
biar lah Tuhan yg menentukan yg terbaik untuk mereka.
mereka juga membeli beberapa perlengkapan bersalin.
"abg kayak nya yg ini lucu" menunjuk salah satu lori berwarna merah muda.
"sayang jangan warna itu semua dari tadi kita udah beli warna itu semua. gimana kalau nanti anak kita laki laki" mengelus kepala aira.
"tapi aira suka yg itu, abg beli yg itu aja yaa" mengatupkan kedua tangan nya.
"yaudah beli aja"
putus dirga akhir nya. jika anak mereka laki laki dirga berfikir akan membeli yg baru yg terpenting sekarang aira senang.
"makasih suami ku" aira tersenyum manis.
"sun dulu sini" tunjuk dirga di bibir nya
tidak ada penolakan aira langsung mengecup bibir dirga.
sekarang beralih ke pakaian bayi.
"sayang cari nya yg berpasangan ya"
aira mengangguk.
*
*
*
setelah lama berbelanja mereka beristirahat sejenak.
"abg, ayo kita ke rumah ibu. udah lama ga ke sana".
dirga mengangguk.
"ayo" ajak nya.
aira bangun menarik tangan dirga.
*
*
*
" ibuuuuuuuu" panggil aira begitu sampai rumah, aira berjalan cepat.
"sayang hati hati".peringat dirga. tapi aira tidak mendengar nya.
"ibu!!".
"iyaa sebentar"
tia keluar
"wah anak ibu,gimana keadaan cucu ibu" tia mengelus perut besar aira.
"baik bu. ibu aira kangen ibu"
" ibu juga kangen kamu sayang. ayo masuk"
tia mengajak aira dan dirga masuk.
"aira ga nyusahin kamu kan nak?"
" ga bu" dirga tersenyum.
"bentar ibu ambilin minum dulu yaa"
"aaa ibu jangan pergi"
"apa sih kamu, ibu cuma ke dapur ambilin minum buat suami kamu"
"aaa ibuuuuu" rengek aira.
tia bangun menarik aira lalu menduduk kan aira di pangkuan dirga.
"iya bu" dirga mengangguk kan kepala nya.
"aaaaa ibuuuuu" menarik baju tia.
"heh malu ada suami," kata tia sambil menarik baju nya kembali.
dirga memegang tangan aira dan memeluk nya erat.
"ihh abg lepasin "
"diam dulu kalau mau di lepasin".
"abg capek, gimana kalau kita nginap aja?"
"hah abg serius??. boleh boleh boleh".
aira tersenyum senang.
"sayang abg.mmmmuahh".aira mencium pipi dirga.
"abg nya aja yg di sayang, ibu ga?".
aira bangun dari pangkuan dirga.
"aira sayang ibu.. mmmuaahh" tia menggeleng geleng kan kepala nya.
anak nya masih seperti anak anak, bagai mana bisa dia sudah menjadi istri orang dan sekarang sudah hampir memiliki anak.
tia tak habis fikir.
"silahkan di minum nak"
"terima kasih bu".
"ibu, dila dan lili dimana?"
" mereka sekolah.sebentar lagi akan pulang seperti nya"
"ooo. ibu,aira dan abg istirahat dulu ya. abg kecapean tadi habis nemenin aira belanja".
"iya sayang, ibu juga ini mau keluar sebentar"
aira dan dirga bangun menuju ke kamar.
aira sebenar nya sedikit penasaran, bagai mana pendapat para tetangga tentang nya, ia ingin menanyakan nya pada tia tapi ia selalu lupa.
ia takut para tetangga akan mengatakan hal yg tidak tidak yg dapat melukai harga diri ibu nya dan keluarga.
tapi yg lebih ingin di ketahui aira sekarang adalah kemana semua barang belanjaan mereka tadi.
"abg barang barang tadi masih di luar?".
"udah di bawa pulang ke rumah sama pak yono" sambil melepaskan baju nya.
mereka tidur sambil berpelukan.
tidak lama kemudian pintu terbuka. ada seseorang di depan pintu dengan muka terkejut nya.mulut nya terbuka lebar, mata nya melotot.
"lili !!!, ngapain kamu di situ" teriak aira.
tapi lili masih diam di pintu dengan posisi yg sama.
aira bangun berjalan ke pintu dengan cepat.
"kamu tu ga sopan banget yaa,ngapain kamu ke sini" tanya aira marah.
dirga menghampiri mereka, masih belum mengenakan baju nya.
"aku kira kakak ga pulang. hai kakak ipar"
"abg!. kok abg gini sih. kamu lagi, dia itu suami kakak jangan di ganggu".
"aku cuma sapa lo kak".
"arghhh" aira marah ia memukul mukul lili.
"sayang udah, jangan gitu" dirga memeluk aira dari belakang.
"lepasin!!".
"kakak aku minta maaf yaa,serius aku minta maaf, udah, sakit kak".
"pergi dari sini!"
aira menutup pintu kencang.
dia mendorong dirga.
"sana, aku lagi ga mood"
daripada masalah makin besar dirga menghindar.
huh aira hanya karena sapaan saja membuat mood nya hancur, padahal itu saudara kandung nya. bagaimana jika orang lain.
happy readingš„°