Please Love Me! My Wife

Please Love Me! My Wife
BAB21



setelah menidurkan dirga aira terduduk di pinggir ranjang ia menangis se jadi jadi nya.


"abg mabuk." lirih nya.


'abg benar benar marah sama aira,sampai sampai abg meminum minuman yg dilarang hanya untuk menghilang kan stress nya' batin aira.


'apa jangan jangan abg tadi juga ke bar??


kalau tidak ke bar lalu dimana abg mendapat kan minuman itu?..Ya Allah tolong aira.aira mau kayak dulu lagi sama abg,di sayang sama abg". aira terus menangis.


sekarang aira merindukan dirga yg dulu,walaupun baru sehari mereka bertengkar aira sudah tidak tahan bagaimana jika harus berhari hari.aira benar benar menyesal karena telah jujur pada dirga,jika ia tidak jujur mungkin saja perasaan nya terhadap rendi akan hilang begitu saja, karena mereka pasti tidak akan bertemu lagi.


karena lelah menangis kemudian aira tidur dalam tangis nya.tidur di atas lantai yg dingin tanpa bantal dan selimut.


*


*


*


seluruh keluarga berada di meja makan untuk sarapan pagi, begitu juga aira dan dirga.


"haii"


" hai sovi.. yuk makan bareng" ajak lusi


"makasih nyonya" jawab sovia.


" ihh kamu mah,jangan panggil nyonya lagi,,panggil tante aja yaa. biar keliatan lebih deket" kata lusi.


"ehh iya tante makasih" jawab sovia.


"kamu tinggal di mana sekarang.kenapa ga tinggal disini aja sama bi ely" kata lusi.


"ga papa tante,biar bisa mandiri aja. ga nyusahin bibi lagi, sekarang aku juga udah kerja..ohh yaa aku kerja nya di kantor dirga, jadi wakil sekretaris". kata Sovia.sangat excited


"iya" jawab Sovia sambil mengangguk ngangguk kan kepala nya tersenyum bahagia.


aira sedari tadi hanya diam saja mendengar percakapan mereka,,sangat hangat tidak seperti saat pertama ia tinggal di sini.


Sovia menyadari kehadiran aira hanya saja ia tidak menanyakan bahwa siapa sebenar nya aira, ia kira aira adalah saudara dirga,,mungkin saudara yg baru saja pindah ke rumah dirga.


setelah semua orang menyelesaikan sarapan nya, aira membantu pelayan di situ untuk memberes kan peralatan makan.


sedang kan dirga langsung di gandeng oleh Sovia. aira yg melihat itu sangat sedih, bisa bisa nya suami nya menerima gandengan wanita lain di depan nya, dan hal yg paling menusuk adalah mereka sangat cocok,dan aira mengakui hal itu, sungguh ia merasa seperti bukan siapa siapa.


tidak seperti biasa nya juga,yg setiap pagi selalu ada ciuman selamat pagi untuk aira,pamitan sayang setiap dirga ke kantor dan pelukan hangat sebelum dirga ke kantor.sangat aneh rasa nya jika hal yg biasa kita lakukan tidak kita lakukan walaupun hanya sekali.


aira masih berharap dirga akan berbalik dan pamit kepada nya lalu mencium kening nya, aira menunggu saat itu tapi nyata nya dirga pergi tanpa berbalik jangan kan berbalik arah menoleh saja tidak.


melihat itu aira segera berlari ke kamar sesampai nya di kamar ia menangis lagi,baru saja semalam ia menangis tapi pagi ini ia harus kembali menangis, entah mengapa ia sangat cengeng padahal ia tidak mencintai dirga. atau mungkin saja ia sayang kepada dirga tapi tahap sayang nya itu belum sampai ke cinta?? entah lah hanya ia dan tuhan yg tau.


hari demi hari aira lewati tanpa sapaan dari dirga tanpa senyuman tanpa ciuman dan tanpa pelukan, setiap hari dirga selalu pulang larut malam dan selalu dalam keadaan mabuk,,setiap malam aira menangis selain karena dirga pulang dalam keadaan mabuk tapi juga karena setiap pulang dirga selalu menyalah kan nya seakan akan semua yg terjadi karena kesalahan aira, dari mulai masalah di kantor masalah dengan teman nya atau masalah lain, dirga selalu menganggap itu adalah kesalahan aira yg membuat ia menjadi seperti itu.


dan di balik semua itu dirga selalu mengatakan kalau sovia lah yg terbaik seharus nya Sovia lah yg harus ia nikahi, cinta pertama nya, seharusnya ia menunggu saja sovia menyelesaikan study nya dan kemudian menikah dengan sovia dan hidup bahagia. walaupun dirga mengatakan nya dalam keadaan mabuk tetap saja perkataan seseorang yg mabuk lah yg paling jujur walau pun berbelit belit.


itulah yg membuat aira sedih seperti nya pernikahan nya tidak akan bertahan ia benar benar berfikiran seperti itu.


bukan kah dirga ingin membuat aira mencintai nya tapi kenapa ia seperti itu,bukan nya membuat aira mencintai nya ia malah menyakit kan hati aira. apa ia tidak mau berusaha untuk membuat aira mencintai nya.hanya itu usaha nya??.


sungguh sangat membingungkan.


happy reading


semoga kalian suka part ini


jangan lupa vote.komen. and like