
seluruh keluarga menatap sedih ke pintu ruangan di mana aira berada. bahkan si kecil yg tidak mengerti apa apa pun ikut menangis melihat semua orang menangis.
"sayang, anak daddy jangan nangis yaa".
dirga mengambil alih alish dari gendongan bi eli.
"seperti nya dia haus, di mana susu nya bi?" tanya dirga.
"ini tuan" bi eli memberikan botol dot yg berisi susu kepada dirga.
dirga mengambil nya. tapi sesuatu menggangu nya.
"mama bisa tolong pegang alish sebentar?, dirga ingin ke toilet". lusi mengangguk.
di toilet.
dirga mengeluarkan hand phone nya menghubungi seseorang.
"gue mau lo urus dia, gimana pun cara nya jangan biar kan dia lolos lagi kali ini".
dirga mematikan ponsel nya sepihak.
*
*
*
"seperti nya sekarang waktu nya untuk mendekati dirga. aku sudah menjual nya pasti sekarang dia sudah tidak ada lagi di dunia ini dan dirga menjadi milik ku selama nya" sovia tersenyum senang.
di sisi lain rendi menangis menyesali perbuatan nya, ia terus saja mengutuk diri nya.
nasi sudah menjadi bubur, semua telah terjadi tidak bisa mengembalikan semua nya seperti semula lagi.
jika bisa ia ingin menghilang saja dari bumi ini. ia benar benar menyesal.
*
*
*
"gimana keadaan istri saya dok?" tanya dirga.
seluruh keluarga ikut diam mendengar kan apa yang akan di kata kan oleh dokter.
"bapak bisa ikut ke ruangan saya?" kata sang dokter. dirga mengangguk.
seluruh keluarga kecewa, karena mereka juga ingin mendengar keadaan aira sekarang.mereka juga sama khawatir nya seperti dirga tapi kenapa hanya dirga yg di beri tahu. mereka jadi iri.
mereka duduk berhadapan.
"istri bapak mengalami luka kepala yg sangat serius.otak kecil nya cidera akibat tekanan saat benturan keras terjadi. oleh sebab itu istri bapak mengalami amnesia". jelas sang dokter.
"apa amnesia?" dokter mengangguk.
"berapa lama dok?" tanya dirga.
"terima kasih dok".
dirga keluar ruangan dengan wajah sedih.
amnesia yg berarti aira akan melupakan semua nya termasuk dirga dan anak nya.
setelah bersusah payah ia membuat aira jatuh cinta sekarang malah ia harus sabar membuat aira mengingat nya kembali.
sungguh besar ujian yg di hadapi dirga.
tapi di balik itu semua pasti ada hikmah nya.
dirga berjalan dengan langkah gontai.
berjalan dengan putus asa, tidak ada semangat.
"dirga bagai mana keadaan aira?" tanya tia.
sesi menangis belum berhenti masih ada tangisan karena merasa bersalah tidak bisa menjaga aira.
"aira mengalami amnesia bu".
lusi memeluk dirga, dia tau putra nya sedang butuh pelukan sekarang, hati nya pasti sangat hancur, ia pasti lebih merasa bersalah karena ia bertengkar dengan aira pada hari itu.
*
*
*
"ibu di tangkap atas tuduhan penculikan dan percobaan pembunuhan".
"pak pak tunggu!, emang bapak punya bukti?" tanya sovia.
"tangkap saja pak sebelum kabur, nanti biar saya yg membawa bukti nya" kata edo.
polisi mengangguk lalu memborgol tangan sovia.
sovia sempat melawan tapi perlawanan nya bukan apa apa bagi polisi yg bertubuh tegap.
*
*
*
dirga duduk di taman rumah sakit bersama anak nya.
alish sudah bisa tersenyum sekarang karena umur nya sudah hampir masuk 4 bulan.
alish sangat aktif untuk anak yg masih seusia nya.
happy reading
jangan lupa vote, like and komen