
Lusi terbangun dari tidurnya ia melihat sekitar dan terlihat lah aira tidur sambil duduk di samping nya.
lusi jadi merasa bersalah karena selama ini ia telah membenci aira,ternyata walaupun ia membenci aira, aira tetap tulus merawatnya.
Lusi tak bisa menahannya,tangan nya bergerak menyentuh kepala aira,membelainya lembut. hingga..
'tok tok tok'
"masuk" kata lusi
"ma aira dimana??" tanya dirga,ia membuka pintu tapi hanya kepalanya saja yg masuk.
"ini dia tidur,kamu bawalah ke kamar" kata lusi.
dirga masuk ke kamar,menggendong aira.
"makasih ma".ucap dirga,entah terima kasih untuk apa,hanya dia dan Tuhan yg tau.
di sepanjang menuju ke kamar nya,dirga malah sibuk mencium istrinya.
dan sampailah di kamar,dirga membaringkan aira di atas ranjang lalu ia ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
selesai mandi dengan masih menggunakan handuk yg ia lilitkan di pinggang nya ia menyusul aira di tempat tidur.
"sayang bangun....." sambil terus mencium aira.
"sayang ayolah"
"hemm" jawab aira.
"sayang,buka dong matanya"
"hemmm" jawab aira. sedikit demi sedikit membuka matanya.
"sayang abg mau kamu" kata dirga penuh harap.
"abg,, aira mau tidur" jawab aira dengan suara serak nya.
"tapi abg mau. coba sini tangan kamu". tapi aira tidak menggubris nya,ia masih setia dengan mata yg terpejam.
dirga mengambil tangan aira dan meletakkan nya pada sesuatu yg sudah berdiri tegak🌚
'apaan tuh?,kok aneh' batin aira.sambil tangan nya sedikit meraba.
"ahhhh" desah dirga. lalu aira membuka matanya dan melihat kearah tangan nya.
"aaaaaa!! abg!!!".teriak aira,ia segera menarik tangan nya saat ia tau apa yg ia pegang. karena kesal aira membelakangi dirga.
"sayangg hadap sini dong, ga baik membelakangi suami" kata dirga membujuk aira.
" ga tau!" jawab aira ketus.
"cepat dong sayang" ucap nya lagi.
" ga mau!"
"yakin ga mau?" tanya dirga.
aira tidak menjawab ia malah menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh nya.
"sayang cepat,sakit loh abg nahan dari tadi".
" kalau di bilang ga mau ya ga mau!. dengar ga sih!" bentak aira.
karena di bentak Oleh aira dirga menjadi kesal, ia bangun dari ranjang pergi ke kamar mandi.
dirga membanting pintu kamar mandi cukup keras sampai aira terkejut mendengar nya.
aira duduk di atas ranjang,menatap pintu kamar mandi yg di banting oleh dirga tadi.
ia merasa bersalah karena telah membentak dirga,seharusnya sebagai istri ia mendengar apa yg dikatakan dirga bukannya melawan.
'Ya Allah maafin aku' batin aira menangis.
tidak lama kemudian dirga keluar kamar mandi menuju ke ruang ganti tanpa menoleh kearah aira sedikitpun.
melihat itu aira menjadi semakin sedih.
kemudian aira melihat dirga keluar dari ruang ganti, aira kira dirga akan menghampirinya ternyata ia salah,dirga malah keluar dari kamar entah kemana, biasanya dirga akan pamit terlebih dahulu kepada aira saat pergi kemana pun tapi kali ini tidak.
aira semakin merasa bersalah,ia hendak menyusul dirga tapi saat telah sampai di depan pintu kamar ia malah melihat seseorang memeluk dirga.
aira tidak bisa berfikir positif saat ini. ia masuk kamar dan menutup pintu lalu menangis dalam diam dikamar.
sementara dibawah
"sov lo kapan balik ke sini" tanya dirga.
Sovia adalah keponakan bi eli yang berkuliah di luar negeri,dulu ia pernah bekerja disini membantu bi eli.
Sovia sudah sangat dekat dengan dirga dan keluarga dirga karena ia memang sangat lama bekerja di rumah dirga.
" kemarin gue sampe sini" kata Sovia.
" btw gue kangen banget sama lo" lanjut nya lagi.
"ehh mama ada di kamar, gue mau keluar dulu" ucap dirga lagi.
"oke gue ketemu mama lo dulu deh".
Dirga mengangguk dan berlalu pergi
*
*
*
telah lama aira tertidur,saat ia bangun jam menunjukkan pukul 10 malam dan dirga belum kembali. biasa nya dirga akan berada di rumah sebelum pukul 9 malam.
aira menjadi resah,tidak biasanya dirga begini.
' abg kenapa belum pulang sihh,apa abg masih marah yaa??' batin aira.
setelah cukup lama berperang dengan hati dan pikirannya aira memutuskan untuk bertanya kepada ibu mertua nya.
aira pergi ke kamar ibu mertua nya,sesampainya di sana.
" maa. mama udah tidur?" tanya aira pelan sambil mengetuk pelan pintu kamar.
"masuklah" kata lusi dari dalam.kemudian aira membuka pintu dan masuk.
aira ingin bertanya tapi ia takut,ia menunduk dan memainkan jari jari nya.
"iya aira?"
" ma,,hmmm abg belum pulang,mama tau abg kemana?" tanya aira
" tumben dia belum pulang,kalian berantem?.
lagi pula dia biasanya pulang paling telat jam 9".kata lusi.
"kalian kenapa coba ceritain ke mama" lanjutnya lagi.
" tadi abg siang abg suruh aira bangun,terus abg bilang 'sayang abg mau kamu' terus abg ambil tangan aira terus di taruh di situ🌚 (sambil memainkan ujung jilbabnya), terus aira ga sengaja bentak abg" jelas aira dengan wajah bersalah
lusi yg mendengarkan penuturan polos aira tersenyum
'oo jadi untuk itu dia berterima kasih tadi' batin lusi.
" pergilah ke kamarmu,nanti biar mama tanya dia"
aira mengangguk dan keluar menuju ke kamar nya.
begitu aira keluar lusi mengambil hand phone nya dan langsung menelpon dirga.
dirga yang sedang membaca koran di kursi kebesaran nya tidak fokus karena mendengar nada dering telepon masuk.
dirga meletakkan koran nya dan mengambil hand phone nya
"iya ma"
" kamu kenapa belum pulang?" jawab lusi dari seberang sana.
"dirga kayaknya lembur ma".jawab dirga.
"alesan,cepetan pulang sayang istri kamu hampir nangis karena kamu ga pulang" kata lusi memberi tahu dirga.
"tadi aja pas ada dirga dia ga mau bangun,malah marah marah".
" gimana ga marah kamu jahil sih,masa tangan nya kamu taruh di itu kamu"jawab lusi.
"orang lagi pengen juga..ehh ngomong ngomong mama tau dari mana?" tanya dirga.
" tadi istri mu cerita.buruan pulang,dia udah siap siap tu. kalau kamu ga pulang nanti dia ga kasih jatah selama sebulan,emang kamu mau?. ancam lusi.
"iya iya dirga pulang sekarang".dirga mematikan teleponnya
'sejak kapan mama dekat sama aira?' batin dirga bingung.
*
*
*
sesampainya di rumah dirga berlari menuju ke kamar,begitu pintu terbuka aira langsung memeluk dirga.
"abg maafin aira" meminta maaf sambil menangis.
" iyaa ga papa,tapi kamu tetap harus abg hukum sampe pagi" dirga tersenyum
aira yg tau hukuman seperti apaa yg dia dapat semakin memeluk dirga kuat.
kemudian dirga menggendong aira keranjang dan mulai dari situlah aira menjalani hukuman nya dengan desahan nikmat.
jangan lupa vote,like and komen
terima kasih😊😊