Please Love Me! My Wife

Please Love Me! My Wife
BAB41



sudah jam dua belas tapi aira belum kembali.


dirga bangun lalu turun ke bawah terlihat bi eli duduk di ruang tamu sambil menggendong si kecil.


"bi" panggil dirga.


"iya tuan"


"bibi kok belum tidur,alish juga sama bibi, aira mana?" tanya dirga.


"tadi non aira pamit keluar buat nyari udara segar, tapi jam segini masih belum balik maka nya bibi tungguin"


"sejak kapan aira pergi?"


"tadi tuan sehabis isya, non aira kayak nya habis nangis"


"aira bilang nya pergi kemana?".


"saya ga tau tuan, soal nya non aira cuma bilang mau cari udara segar".


"bibi istirahat saja, dan tolong jagain alish"


bi eli mengangguk.


dirga langsung lari keluar rumah, dia mengeluar kan mobil nya lalu pergi begitu saja.


*


*


*


aira sekarang berada di rumah rendi sedang tertidur pulas sehabis menangis sedari tadi.


sebenar nya aira ingin pulang tapi ia tidak sanggup jika berhadapan dengan dirga lagi.


ia juga tidak tau harus kemana ia pergi, ia tidak memiliki tujuan, ingin ia ke rumah orang tua nya tapi tidak mungkin karena malam semakin larut ia tidak mau orang tua nya khawatir. al hasil ia mengikuti saran rendi untuk menginap di rumah nya.


rendi menutup pintu kamar lalu ia keluar duduk di sofa ruang tamu.


ia membuka hand phone nya memanggil seseorang.


"aira sudah berada di rumah ku".


"wow cepat juga, padahal rencana kita baru akan di mulai minggu depan. baik lah besok aku akan mengambil nya kau jangan biar kan dia keluar atau pun bertemu dengan siapa saja".


"oke" rendi menutup telepon nya.


sedang kan sovia tersenyum senang mendengar kabar tersebut, ia tidak menyangka ternyata langkah rendi secepat itu.


*


*


*


semalaman dirga mencari aira tapi tidak bertemu.


dirga tidur di dalam mobil di pinggir jalan karena kelelahan mencari aira.


begitu ia bangun ia kembali menghidupkan mobil nya untuk mencari aira.


*


*


*


aira mengangguk.


"terima kasih".


mereka makan bersama.


tapi sebelum itu rendi telah mengirim kan pesan kepada sovia untuk segera datang ke rumah nya.


setelah selesai makan aira membereskan sisa sisa makanan mereka.


sedang kan rendi memasuki kamar mandi.


"sekarang" pesan terkirim kepada sovia.


orang suruhan sovia masuk kemudian menutup hidup aira dengan obat bius.


sempat ada perlawanan sampai akhir nya aira pingsan.


aira terbangun saat dia sudah berada di dalam mobil, dengan keadaan kedua tangan dan kaki di ikat dan mulut yg di tutup menggunakan perban.


aira melihat ke samping kanan nya mata nya melotot melihat sovia.


"kau terkejut haaha " sovia melirik aira sekilas lalu mengalih kan pandangan kembali ke depan


"hm emmm hemm".


"aku tidak mengerti bahasa mu, berbicara lah yg benar"


aira berteriak dengan mulut yg di perban.


"hahaha berteriak lah sepuas mu".


aira membuka perban nya dengan bahu sedikit demi sedikit. tidak hanya menggunakan bahu tapi juga ia menggunakan sisi mobil yg sedikit tajam, hingga wajah nya tergores.


Sovia tidak memperdulikan apa yg di lakukan oleh aira walau pun ia tau.


"katakan alasan mu menculik ku" kata aira setelah perban nya terbuka habis.


"tidak ada alasan. sebenar nya aku hanya ingin mengambil hak ku".


"hak mu??" bingung aira, apa hubungan nya hak nya dengan menculik aira.


"dirga" satu nama yg di sebut kan sovia.


"kau menginginkan nya?" tanya aira.


"tentu saja dia mantan pacar ku".


"ingat nona hanya MANTAN PACAR.


sungguh menjijikkan nya kau menjilat ludah sendiri"


"apa kau bilang!!!" bentak sovia.


"seperti yg kau dengar. juga, seperti nya orang yg sangat kau ingin kan itu sudah menganggap mu sampah. sampah yg tidak bisa di daur ulang kembali.


jiwa kemanusiaan ku sungguh sangat sayang kepada mu. seperti nya aku ingin menangis karena saking kasian nya kepada mu. mohon bantu aku agar aku tidak menangis karena kasihan kepada mu"


kata kata aira menjatuhkan sovia, sovia merasa di hina.


happy reading


semoga kalian suka part ini


jangan lupa like, vote and komen🄰