
setelah semua keinginan aira terpenuhi mereka pamit untuk pulang ke rumah nya.
"aira tunggu" panggil rendi saat aira dan dirga telah sampai di depan pintu pagar.
aira menoleh,rendi menghampiri nya.
"aku boleh minta alamat kamu?" tanya nya.
aira melirik ke arah dirga tapi dirga tidak memberi respon apa apa.
karena merasa tidak enak kepada rendi yg menunggu lama akhir nya aira mengangguk lalu mengatakan alamat nya kepada rendi
"makasih yaa" ucap rendi. aira mengangguk dan tersenyum.
*
*
*
pagi ini rendi terasa seperti sedang bermimpi kalau ia semalam bertemu aira.
kemudian ia teringat akan lelaki yg bersama aira yg tak lain adalah suami aira.
rendi menetes kan air mata nya, sudah sangat lama sekali ia mengingin kan aira menjadi milik nya.
dulu juga dia pernah ingin menyatakan perasaan nya pada aira tetapi di urung kan karena yg ia tau keluarga aira sangat melarang pacaran.
sebenar nya rendi tidak tau saja kalau adik aira juga berpacaran jika ia tau pasti ia akan menyatakan perasaan nya kepada aira.
ia berfikir karena wanita di keluarga aira tidak ada seorang pun yg melepas hijab jadi tentu saja ada larangan pacaran.
sebelum ia menyatakan perasaan nya kepada aira, rendi mencari tau tentang aira dan keluarga nya, ia mencari tau dari sahabat aira yaitu risa dan rosa.
dari informasi yg dia dapat aira memang tidak pernah berpacaran walau banyak yg menyukai nya. kenyataan tersebut menjatuh kan semangat rendi. jadi ia berfikir akan lebih baik jika ia sukses dulu dan baru akan melamar aira setelah sukses,,tapi takdir berkata lain.
rendi mengambil hand phone nya mencoba menelepon seseorang.
"kamu di mana?, bisa jumpa sama aku nanti?" tanya rendi.
"oke kebetulan nanti aku gaada kegiatan" jawab yg di seberang sana.
"ajak juga rosa dengan mu. aku tunggu jam 3 di taman biasa aku dan aira duduk"
"oke"
*
*
*
aira berada di dapur bersama mertua nya.
"aira duduk aja yaa,biar mama nanti kamu kecapean " lusi mengelus bahu menantu nya.
"ga papa ma,aku pengen bantu mama" jawab aira.
"udah biar mama aja, kamu bangunin suami mu aja" lusi mengambil pisau dari tangan aira meletakkan nya di meja lalu mendorong aira pelan.
aira pasrah ia menaiki tangga menuju ke kamar nya untuk membangun kan dirga.
sesampai nya di kamar aira menaiki ranjang nya. ia tidur di samping dirga dengan menghadap ke arah dirga.
aira mencium dirga mulai dari kening,mata, dagu, hingga leher.
"abg bangun" masih terus mencium sesuka nya.
"abg ayo bangun"
"di sini " tunjuk dirga di bibir nya.
aira menindih dirga untuk mengambil air yg terletak di sebelah dirga.
"minum dulu"
dirga bangun dan meminum air nya,setelah habis baru lah aira mencium dirga sesuai dengan request yg dirga berikan.
"lama yaa,mama udah keringetan nunggu nya" kode lusi.
"mama kayak ga tau aja" kata dirga sambil tersenyum misterius.
aira mencubit tangan dirga karena malu.
itu membuat lusi menjadi tertawa.
*
*
*
rendi telah berada di taman sedang menunggu risa dan rosa.
"akhir nya sampai juga" kata rendi.
"hai" sapa risa dan rosa bersamaan
rendi mengangguk.
"mau basa basi dulu atau langsung to the poin?" tanya rendi.
"langsung aja" jawab rosa tidak sabaran.
"oke.kalian tau kalau aira sudah menikah?" tanya Rendi.
risa dan rosa terkejut.
"jangan ngadi ngadi,mana mungkin aira nikah secepat itu" kata rosa tidak percaya.
"kamu tau dari mana sih?" tanya risa.
rendi menceritakan semua yg terjadi semalam hingga memberi kan alamat aira kepada risa dan rosa.
merasa butuh jawaban yg pasti dari aira.
rosa dan risa mengunjungi alamat yg di berikan rendi kepada mereka.
sesampai nya mereka di kediaman dirga mereka memencet bel rumah.
"maaf mau cari siapa mba?" tanya bi eli
"mmm apa ada yg bernama aira tinggal di sini?" tanya risa ragu.
"maksud nya istri tuan dirga?."
mereka tidak tau nama suami aira jadi mereka asal mengangguk saja.
"sebentar saya panggil kan. silahkan masuk dulu" bi eli mempersilahkan mereka berdua untuk masuk.
begitu bi eli pergi rosa berbisik kepada risa.
' *bener ga yaa ini rumah nya.rumah nya gede bangett'
'kita tunggu aja*' bisik risa balik.
bi eli menaiki tangga menuju kamar dirga dan aira untuk memanggil aira.
***happy reading
semoga kalian suka part ini.
udah berapa kali author berusaha menciptakan konflik tapi author ga bisaðŸ˜ðŸ˜.
saat author buat part aira menolak perjodohan aja author nangis.
mohon dukungan nya teman teman.
jangan lupa like and vote
terima kasih🥰🥰***